Connect with us

Berita

Ini Penemuan ‘Harta Karun’ yang Gemparkan Indonesia

Published

on

Penemuan mahkota di Blitar. (foto:ist)

JAKARTA – Indonesia memiliki sejarah panjang akan budayanya. Kerap kali peninggalan-peninggalan sejarah tersebut terkubur dan muncul di saat yang tidak terduga.

Bentuk dari harta karun tersebut tidak harus berupa emas atau logam, melainkan juga peninggalan-peninggalan seperti artefak kuno maupun fosil mahkluk prasejarah.

Berikut merupakan sejumlah penemuan harta karun di Indonesia dirangkum okezone.com:

1. Penemuan Cagar Budaya di Sukoharjo

Area persawahan Joho, Sukoharjo, Jawa Tengah sempat menjadi lokasi ditemukannya sebuah cagar budaya tahun 2019 silam. Sawah tersebut diduga sebagai pemakaman kuno, sehingga memiliki banyak peninggalan di dalamnya.

Dilansir Solopos.com, ditemukan benda-benda tembikar, manik-manik, tulang, logam, dan benda lainnya yang diduga telah berusia seratusan tahun. Saat ini, Bupati Sukoharjo menetapkan lokasi tersebut sebagai cagar budaya.

“Kawasan areal persawahan Joho sudah ditetapkan sebagai situs bersejarah dan kawasan cagar budaya. Kawasan cagar budaya ini ditetapkan Bupati Sukoharjo,” kata Kasi Sejarah dan Purbakala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Agus D.A.

2. Penemuan Arsip Lawas di Sragen

Pabrik Gula (PG Mojo) Sragen ternyata menyimpan peninggalan-peninggalan sejarah seperti arsip serta buku-buku tua yang diperkirakan merupakan peninggalan jaman Belanda.

Penemuan ini terjadi secara tidak sengaja, ketika tim inventarisasi cagar budaya dari Disdikbud Sragen pada 2018 lalu mengunjungi lapangan PG Mojo dan menemukan sebuah ruangan berdebu karena jarang dijamah orang.

Tidak disangka ruangan berukuran 7×7 meter tersebut menyimpan banyak peninggalan tulisan.

“Ditemani perwakilan manajemen PG Mojo, kami meminta izin menengok ke dalam. Begitu dibuka, alamak, ada banyak sekali buku kuno yang cukup tebal dan dicetak dalam bahasa Belanda. Kami seperti menemukan harta karun di sini,” papar pegiat Sragen Tempo Doeloe (Stedo), Johny Adhi Aryawan (24/6/21) .

3. Penemuan Kuburan Kuno di Sragen

Penemuan arsip serta buku lawas ternyata bukanlah barang sejarah pertama yang ditemukan di Sragen. Terdapat juga barang-barang seperti gerabah dan periuk yang ditemukan di kota di Jawa Tengah ini.

Sragen juga merupakan tempat ditemukannya kuburan kuno, yang diprediksi dari jaman Megalitikum. Kuburan ini berisikan artefak-artefak peninggalan jaman tersebut.

“Kuburan yang di dalamnya ditemukan sejumlah benda-benda berharga seperti emas, manik-manik, gerabah, atau periuk dan lain sebagainya itu merupakan tradisi peninggalan zaman megalitikum. Warga sekitar biasa menyebutnya dengan istilah Kubur Buddha,” jelas Ketua Tim Peneliti, Haris Rahma Nendra.

4. Penemuan Mahkota Kuno di Blitar

Beralih ke Blitar, seorang warga bernama Wasito menemukan sebuah benda yang diperkirakan merupakan mahkota kuno di dekat Candi Kalicilik peninggalan Kerajaan Majapahit, seorang warga Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Wasito yang bekerja sebagai penambang pasir ini awalnya mengira mahkota itu sebagai panci bekas. Namun, pada akhirnya dia menyadari kalau bentuknya berbeda dari panci pada umumnya.

“Saat pertama kali ditarik suami saya, sempat dikira panci bekas. Pas dilihat bentuknya kok beda (bukan panci), terus dibawa pulang,” kata Endri, istri Wasito (15/4/2020).

5. Penemuan Fosil Gajah Purba di Blora

Tahun 2009 silam sempat ditemukan sebuah fosil gajah purba yang keutuhan kerangkanya mencapai 90%, di Dusun Sunggun, Desa Mendalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Fosil tersebut merupakan hasil kerja sama penggalian dari berbagai pihak dalam maupun luar negeri.

Fosil gajah purba Elephas Hysudrindicus yang diperkirakan hidup sekitar 800 ribu sampai 200 ribu tahun yang lalu, memiliki tinggi 5 meter dan diperkirakan berbobot sekitar 8 ton.

Saat ini, fosil tersebut fosil disimpan di Museum Geologi Bandung. Sementara replikanya berada di kawasan Alun-Alun Blora.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kisah Mengharukan Remaja Jadi Mualaf di Meja Operasi

Published

on

Kisah remaja bernama Graciella Victoria Safira menjadi mualaf viral di media sosial. Pasalnya, Graciella memutuskan masuk islam saat di meja operasi. (Foto/YouTube Ngaji Cerdas.)

JAKARTA – Kisah remaja bernama Graciella Victoria Safira menjadi mualaf viral di media sosial. Pasalnya, Graciella memutuskan masuk islamsaat di meja operasi .

Graciella yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa komunikasi penyiaran islam di Institut Ilmu Al Quran Jakarta, berbeda keyakinan dengan sang ibunda Elisabeth Janita Ruru. Elisabeth sudah memeluk islam lebih dahulu.

Meski demikian, Elisabeth tak pernah memaksa putrinya masuk islam atau sekedar membahas islam. Diakui Graciella, baik sang ibu maupun dirinya tetap menjalani agama masing-maisng.

“Sebelum-sebelumnya umi tetap anterin ke gereja. pokoknya tetep menjalankan masing-masing,” kata Graciella dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Selasa (26/10/2021).

Ketika Graciella duduk di bangku kelas 3 SMP, ia mengalami skoliosis dengan kemiringan hampir 90 derajat. Kondisi ini membuat perempuan yang akrab disapa Ceila itu harus menjalani operasi.

Selama sakit, Ceila sempat meminta kepada sang ibunda untuk ikut sholat tarawih. Meski tidak tahu soal sholat, Ceila tetap melakukannya. Ini menjadi pertama kalinya, ia sholat.

“Itu pertama kalinya sholat dalam hidup aku 23 rakaat. Rasanya Masya Allah banget. Benar-benar sampai malem,” ujar Ceila.

Saat mendekati hari operasi, Ceila mengaku ada kendala terkait penyakitnya sehingga sang ibu membuatkan pengajian untuk mendoakan Ceila. Dari pengajian tersebut, Ceila bertemu dengan Ustad Doddy Al Jambary.

Awalnya Ustad Doddy mengungkapkan bahwa berkat pengajian yang digelar untuk mendoakan Ceila, dirinya bisa bertemu seorang jamaah yang sudah lama tidak ditemui. Percakapan tersebut berlanjut pada tukar pikiran antara Ceila dan Ustaz Doddy mengenai islam.

“Dijelasin kalau di islam tetap percaya sama Nabi Isa tapi bukan sebagai Tuhan tapi sebagai nabi. Dijelasin runtutannya sama Ustad Doddy,” ungkap Ceila.

Mengenai percapakannya dengan Ustad Doddy, Ceila ternyata tidak pernah menceritakan hal ini kepada ibunya. Bagi Ceila, ini adalah hal yang sensitif. Ibu Ceila mengetahui percakapan anaknya dengan Ustad Doddy melalui handphone Ceila.

Ceila akhirnya berniat untuk masuk islam. Namun belum sempat terlaksana, Ceila sudah harus dioperasi. Sang ibu diizinkan untuk ikut masuk ke dalam ruang operasi karena Ceila terus menangis ketakutan.

“Karena aku nangis nggak bisa dimasukin obat bius, akhirnya umi masuk ke kamar operasi. Di mana umi bilang kita mau berdoa. Ikutin umi ya, mau baca Al Fatihah nggak? Dituntun dzikir, berdoa dan lain-lain,” papar Ceila.

Berdasarkan pengakuan sang ibu, dilansir Sindonews.com, Ceila saat itu meminta untuk bersyahadat. Padahal, Ceila sudah berada di meja operasi dengan penuh dokter dan suster.

“Dia bisikan ke aku, ‘aku kayaknya mau syahadat’. Dia aku peluk nangis gitu. Dia bilang mau syahadat, aku tanya yakin? Ya kalau mau syahadat kita baca sekarang,” beber Elisabeth.

Sudah 5 tahun lamanya Ceila memeluk islam. Ceila menegaskan keluarganya tidak pernah mempengaruhinya dalam keputusannya ini. Semua murni karena keinginannya. Ceila bahkan tidak mencari tahu islam melalui keluarganya, melainkan bertanya pada seorang ustaz.

Continue Reading

Berita

Ikutan Tagih Utang Bersama Istri, Pria di Banyuasin Malah Dibakar

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,Banyuasin – Temani istri menagih utang, Debi Apriyadi Latunda (25), warga Kelurahan Air Batu Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin malah dianiaya. Debi disiram Pertalite dan dibakar pelaku sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Palembang.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi Sik melalui Kapolsek Talang Kelapa Kompol Haris Munandar Sik mengatakan aksi pembakaran terhadap korban terjadi Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kondisi korban di rumah sakit usai dibakar pelaku karena ikutan tagih utang Rp500 ribu.

Kejadian itu berawal saat istri korban bernama Rina, menagih hutang sebesar Rp 500 ribu kepada istri pelaku pada Sabtu malam.

“Rina istri korban datangi kediaman pelaku, untuk menemui istri pelaku dengan tujuan menagih utang, ” kata Kapolsek didampingi Kanit reskrim Iptu Panji Nugroho SH, Senin (25/10/2021).

Rupanya saat ditagih utang tersebut, istri pelaku tidak senang sehingga terjadilah adu mulut dan saling dorong pada Sabtu malam itu yang didengar suami pelaku.

“Saat itu, Deka suami pelaku terbangun dari tidur dan langsung keluar,” jelasnya.

Akan tetapi korban Debi yang ikut mendampingi istrinya menagih utang, meminta kepada pelaku untuk tidak ikut urusan perempuan.

“Tak usah melok urusan betino, ” kata Panji menirukan perkataan Debi.

Rupanya pelaku merasa kurang senang, dan langsung mengambil pertalite yang ada dikediaman tetangganya yang menjual pertalite dan membakar korban.

“Pertalite itu disiram ke tubuh korban dan disulut pakai korek api. Pelaku sendiri sudah siap dengan melepas baju, antisipasi terkena percikan api, ” tukasnya.

Melihat korban tersulut api, pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan korban langsung dilarikan oleh istri dan tetangga ke rumah sakit di Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Informasinya korban alami luka bakar 13 persen di bagian leher. Akibatnya korban belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” ucapnya.

Anggota Polsek Talang Kelapa yang mendapatkan informasi itu langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku Deka dan dua rekannya.

“Identitas pelaku sudah diketahui, untuk peran dua rekan pelaku masih kita dalami,” imbuhnya.

“Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap, ” tegasnya. Pihaknya sendiri sudah menghubungi keluarga pelaku, agar yang bersangkutan untuk menyerahkan diri. (sen)

Continue Reading

Berita

Kena Covid-19, 144 Orang Ikut Ujian Susulan SKD CPNS

Published

on

Kepala Kantor Regional VII Badan Kepegawain Negara (BKN) Palembang, Margi Prayitno

Orator.id,Palembang-Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sudah berakhir 18 Oktober lalu. Namun masih ada 144 orang yang harus melakukan tes susulan dikarena terkena Covid-19.

Kepala Kantor Regional VII Badan Kepegawain Negara (BKN) Palembang, Margi Prayitno mengatakan, mereka yang melakukan penundaan tes karena positif Covid-19 dinyatakan dengan surat hasil swab PCR.

“Para pelamar wajib melaporkan kepada panitia instansi tempatnya melamar agar dapat dijadwalkan lagi,” katanya, Senin (25/10/2021).

Ia mengatakan, pelaksanaan tes susulan bagi pelamar CPNS akan ditempatkan di kantor BKN Regional VII Palembang, Jakabaring. Untuk tanggalnya disesuaikan setelah peserta sembuh dan dinyatakan dengan hasil tes swab PCR.

“Ada 144 orang, kemarin beberapa orang ada juga yang sudah sembuh, dia bisa langsung gabung tes bersama yang lain,” katanya.

Saat ini para pelamar CPNS dan P3K sedang menunggu pengumuman hasil SKD CPNS yang akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap 1 akan diumumkan tanggal 29 sampai 30 Oktober. Sementara tahap II diumumkan tanggal 13 sampai 14 November 2021.

Perlu diketahui, jadwal seleksi tahap 1 diperuntukkan bagi instansi yang menerima undangan Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Nomor: 1671/B-KS.04.03/UE/D/2021 tanggal 19 Oktober 2021.

Untuk tahap 2, diperkirakan jadwal tersebut diperuntukkan bagi instansi yang hingga kini masih belum menyelesaikan tahapan ujian SKD.

Dengan demikian, jadwal pengumuman hasil SKD bisa saja berbeda antar instansi, oleh karenanya pelamar mesti mengetahui instansi yang didaftar apakah menerima undangan tersebut.

“Untuk hasil SKD akan diumumkan melalui laman SSCASN serta laman resmi masing-masing instansi yang dilamar,” katanya. (kar)

Continue Reading
Advertisement

Trending