Connect with us

Pendidikan

Unsri Mendadak Tunda Ujian Saringan Masuk Bersama

Published

on

Prof Ir Zainuddin Nawawi PhD bersama Prof Prof Zulkifli Hasan

Orator.id,Palembang-Panitia Ujian Saringan Masuk Bersama (USMB) Universitas Sriwijaya (Unsri) secara mengejutkan menunda pelaksanaan ujian tes yang seharusnya digelar tanggal 12 Juli 2021.

Penundaan tersebut dilakukan karena memperhatikan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2021 tanggal 5 Juli 2021. Dimana dalam instruksi tersebut Kota Pałembang sebagai tempat pelaksanaan USMB Tahun 2021 dan telah ditetapkan sebagai kota dengan kriteria situasi level 4 (empat). Wali Kota Palembang pun telah menerapkan pengetatan PPKM pertanggal 9 Juli 2021.

Ketua Panitia USMB Unsri Prof Ir Zainuddin Nawawi PhD didampingi Humas USMB Prof Prof Zulkifli Hasan menambahkan penundaan juga terkait belum adanya balasan permohonan izin atau rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 yang telah dilayangkan tentang pelaksanaan USMB.

“Akhirnya kita rapat kemarin dan diputuskan untuk sementara ditunda,” ujar Ketua Panitia USMB Unsri Prof Ir Zainuddin Nawawi, Sabtu (10/7/2021).

Pria yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik Unsri ini meminta agar para peserta tidak menuju ke Palembang sampai pengumuman resmi selanjutnya. Ini dilakukan dalam rangka mendukung Pemerintah dalam pencegahan gelombang Pandemi Covid-19.

“Jadi memang kondisinya seperti ini, kita berharap Pandemi ini segera berakhir,” urainya

Sementara itu, Humas USMB Unsri Prof Zulkifli Hasan mengatakan bahwa panitia terus mengingatkan kepada peserta agar terus mengupdate informasi melalui
laman web resmi https://usmb.unsri.ac.id. Sehingga informasi terbaru termasuk penundaan tes USMB ini bisa tidak tertinggal oleh peserta.

“Informasi resmi mengenai penjadwalan ulang tes USMB belum ada, tapi rencana sekitar tanggal 12 Juli 2021,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Rapor Langganan Merah dan IPK 2,6 di ITB, Anak Muda ini Bisa Jadi Dosen di Nottingham Inggris

Published

on

Bagus Putra Muljadi 

JAKARTA – Sosok Bagus Putra Muljadi saat ini dikenal sebagai seorang diaspora dengan kedudukan doktor, peneliti, dosen muda sekaligus asisten Professor of Chemical and Environmental Engineering di University of Nottingham, Inggris, Britania Raya.

Jalan sukses alumni teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dilaluinya dengan penuh warna, sehingga dirinya masih belum menyangka bisa menjadi salah satu figur yang turut berpengaruh di kancah sains dan akademik di sana tanpa diduga sebelumnya.

Dalam kesempatannya, ia bercerita banyak soal masa lalunya, di mana dirinya dahulu dikenal sebagai mahasiswa yang “urakan”. Kerap membolos dan mendapatkan nilai indeks prestasi (IPK) yang terhitung rendah yakni hanya 2,69.

Bahkan dirinya mengatakan pernah menjadi sales pompa air, demi bisa berkuliah S2 dan S3 di negara Taiwan. Melansir berbagai sumber Minggu (12/9), berikut kisah perjuangan Bagus Muljadi dalam meniti karir sebagai seorang profesor muda di Inggris.

Dalam wawancaranya beberapa waktu lalu di kanal Youtube Wela26, pemuda Betawi kelahiran 1 Maret 1983 itu mengungkapkan jika awalnya dia tak punya mimpi untuk menjadi akademisi di Inggris, termasuk menjadi pengajar dan asisten profesor di Nothingham University.

Ia mengaku bahwa sejak SMA justru potensi menjadi pegiat akademik dan peneliti seperti sekarang tidak pernah terbayangkan. Mengingat nilai rapornya kerap mendapat nilai merah. Bahkan saat berkuliah di ITB dirinya banyak membolos, dan mendapat IPK hanya 2,69.

“Jadi bukan saya yang merencanakan untuk menjadi akademisi seperti sekarang, mengingat saya bukan tipikal orang yang dari awal bakal terlihat jadi akademisi karena waktu SMA rapot saya banyak merah, waktu kuliah di ITB pun telat lulusnya dengan IPK yang tak sampai 2,7,” kata Bagus Putra, Minggu (12/8/2021).

Ketika menjadi mahasiswa di ITB, Bagus juga bercerita jika dirinya terbentur berbagai problem untuk dapat meraih impian di dunia kerja. Terlebih saat itu dirinya merasa persaingan semakin ketat, dengan minimnya nilai akademik yang ia peroleh.

Saat itu ia juga tersadar, kondisi ekonomi yang pas-pas-an dari keluarganya sehingga ia justru memutuskan untuk melamar di berbagai kampus luar negeri untuk menggali potensi diri agar tidak tertinggal.

Dari beragam kampus yang ia lamar, salah seorang profesor di National Taiwan University menanggapi lamaran program S2 Bagus dengan baik untuk meraih gelar S2 dan S3 dengan jurusan Mekanika Terapan.

“Iya memang saat saya mendapat nilai yang jelek itu justru memaksa diri untuk pergi ke luar negeri. Dan waktu itu saya juga bukan dari keluarga dengan ekonomi berlebih saya punya tekanan untuk mendapat pekerjaan bagus dan kompetensi lebih. Dan saat itu saya memilih untuk mendalami Sains dengan melamar program S2 ke luar negeri sampai akhirnya ditanggapi professor di National Taiwan University,” terang Bagus.

Bagus mengakui, rendahnya IPK membuatnya cukup kesulitan untuk mendapatkan beasiswa yang bagi sejumlah mahasiswa master dan doktoral bisa digunakan untuk kebutuhan hidupnya.

Perjuangannya pun terus berlanjut untuk bertahan hidup di negeri orang setelah menjadi mahasiswa master Fisika Terapan di Taiwan. Bahkan ia rela menjadi sales pompa air untuk membantu menambah biaya hidup di sana, lewat relasi yang ia bangun.

“Karena saya bukan dari kalangan mahasiswa yang cemerlang dan saya harus menghidupi diri sendiri sehingga saat kuliah di Taiwan saya sambil jadi sales pompa begitu,”ungkap Bagus.

Dirinya berpesan kepada mahasiswa yang memiliki mimpi untuk kuliah ke luar negeri agar bisa mengembangkan kompetensinya dengan berani keluar dari zona nyaman.

Salah satu yang dicontohkan Bagus adalah, bagaimana para mahasiswa atau calon mahasiswa yang ingin berkuliah ke luar negeri agar bisa mengubah mindset bahwa ilmu harus didapatkan dengan satu jurusan.

Ia menerangkan, jika pada dasarnya ilmu yang berpengaruh di luar negeri, khususnya Nothingham University justru lintas disiplin yang dihargai dan memiliki peluang besar seperti dirinya.

Untuk diketahui, Bagus sendiri memulai S1 nya di ITB dengan mengambil jurusan teknik mesin. Seperti dilansir Sindonews.com, Kemudian ia melanjutkan studinya di National Taiwan University dengan mengambil jurusan Mekanika Terapan, kemudian melanjutkan Post Doctoral di Toulouse Perancis untuk mengejar gelar Matematika dan Ilmu Bumi tahun 2012 dan terakhir ia mendalami ilmu Teknik Kimia di Nothingham University pada 2017

“Saya pun bisa seperti sekarang karena merasa penasaran dengan tantangan baru, di mana saat awal kuliah di Taiwan saya tidak paham bahasanya, termasuk memulai belajar ilmu baru. Sehingga ketika ada semangat dan kemauan semuanya akan bisa mengejar apa yang diraih. Bahasa, keilmuan semuanya bisa dipelajari,” tandasnya.

Continue Reading

Pendidikan

Euforia Sekolah Tatap Muka, Pembeli Baju Seragam Sekolah Masih Sepi

Published

on

Orator.id,Palembang-Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai dilaksanakan di Kota Palembang disambut baik oleh masyarakat. Namun, belum seluruh sekolah terutama SD melakukan PTM.

Kembalinya PTM juga memberikan semangat kepada para penjual baju seragam sekolah. Walaupun penjualan masih sepi, tetapi tidak sekosong hampir dua tahun lalu.

Para penjual baju seragam di sekitar Pasar 16 Ilir, Tengkuruk dan Lorong Basah kembali didatangi pembeli walaupun masih sangat sedikit. Sejak Juni tahun ajaran baru 2021-2022, pembeli masih sepi dibandingkan sebelum pandemi.

Salah seorang pedagang seragam sekolah, Hamidah mengatakan, hampir dua tahun ini siswa belajar secara online. Saat itu juga dia tidak punya penghasilan karena tidak ada yang beli baju sekolah.

“Sekarang sudah mulai masuk sekolah lagi, tapi belum banyak sekolah yang buka, belum semua, yang beli baju juga hanya beberapa saja,” katanya.

Menurutnya, masa pandemi ini Omzet penjualan seragam sekolah turun hingga 90 persen. Tapi memang sekarang sudah mulai sedikit-sedikit ada yang beli.

“Turun Sangat jauh. Walau ada yang nyari paling satu dua orang. Bahkan yang beli untuk jual lagi juga masi sepi,” katanya.

Harga seragam sekolah TK hingga SMA yang di jual secara grosir, mulai Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu setiap satu setel. Harga ini tergantung ukuran seragam yang dijual.

Saat ini yang paling diminati seragam SMP dan SMA, kalau SD jarang. Untuk harga hanya beda Rp 10-Rp 20 ribu. Semakin size (ukuran) besar harganya naik Rp 20 ribu,” katanya.

Pedagang seragam sekolah lainnya di Tengkuruk, Rudi mengatakan, pembeli kebanyakan untuk persiapan sekolah sebab sudah ada yang buka dan yang belum dikabarkan segera buka.

“Semoga kondisi ini segera berlalu, sekolah tatap muka lagi, biar anak-anak belajar di sekolah dan baju sekolah juga laku lagi,” katanya.

Harga seragam bermacam-macam sesuai dengan ukuran kalau untuk ukuran anak-anak baru masuk 1 stel untuk baju SD celana Pendek Rp 150 ribua-an. Sementara, untuk baju Panjang dan celana panjang SD 1 stel Rp 180 ribu-an

Kemudian kalau untuk SMP 1 stel ukuran paling kecil harganya kira-kira Rp 200 ribuan dan SMA sekitar Rp 200-an lebih. “Kita menyediakan seragam TK, SD, SMP dan SMA sederajat,” katanya. (kar)

Continue Reading

Pendidikan

Siswa SD dan SMP Belajar 2 Jam, Dibagi 3 Shift

Published

on

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo

Orator.id,Palembang-Wali Kota Palembang Harnojoyo meninjau langsung persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 1 dan SD Negeri 30 Palembang, Selasa (31/8/2021). Harnojoyo mengatakan bahwa PTM boleh dilaksanakan jika sekolah siap dari sisi protokol kesehatan (Prokes) dan disetujui wali murid.Siswa hanya belajar 2 jam dan dibagi menjadi 3 shift.

“Kita mulai 6 September ini gelar belajar tatap muka, selama seminggu ini dipersiapkan, siswa akan dibagi 3 shift dan belajar selama 2 jam dan diisi oleh 25 persen siswa saja,” katanya.

Ada 30 SMP yang sudah siap, sementara dibolehkan juga setiap satu kecamatan ada 3 SD negeri dan 2 SD swasta, sementara jenjang PAUD/TK masih dalam evaluasi.

“Dalam 3 Shift itu siswa hanya belajar 2 jam saja. 07.30 – 09.30, 08.30 – 10.30 dan 10.00 – 12.00, jadi tidak ada pertemuan siswa antar kelas. Maksimal dalam satu kelas 15 orang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, setiap sekolah harus membuat surat keterangan persetujuan wali murid. Bagi orang tua yang tidak ingin anaknya PTM, tetap bisa daring dari rumah.

“Selama 2 jam itu hanya pelajaran essential saja seperti Matematika, IPA, IPS, sementara mata pelajaran yang lain bisa secara daring,” katanya.

Berikut ini daftar 30 SMP Negeri di Palembang yang diperbolehkan PTM terbatas yakni SMP Negeri 1, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 14, 17, 19, 20, 22, 24, 27, 29, 31, 36, 38, 40, 41, 43, 45, 46, 47, 49, 52, 54, 57, 60. (kar)

Continue Reading
Advertisement

Trending