Connect with us

Pendidikan

Empat Asesor BAN-PT Lakukan Validasi Akreditasi UIN Raden Fatah

Published

on

Orator.id,Palembang-Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melaksanakan proses asesmen lapangan akreditasi institusi yang berlangsung secara daring dari Rabu- Kamis (30-31/6/2021).

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengutus empat orang assesor yang berasal dari institusi yang berbeda-beda dalam asesmen lapangan daring tersebut. Tim assessor dipimpin oleh Prof. Dr. H. Muslimin, M. Ag dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, dan bersama tiga tim penilai lainnya, yaitu Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, BA, Mpd dari Univeritas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Sumartono, MS dari Universitas Brawijaya, serta Ir. Subagyo, Ph.D dari Universitas Gadjah Mada.

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengutus empat orang assesor yang berasal dari institusi yang berbeda-beda dalam asesmen lapangan tersebut. Tim assessor dipimpin oleh Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, BA, MPd dari Univeritas Negeri Surabaya, dan bersama tiga tim penilai lainnya, yaitu Prof. Dr. Sumartono, MS dari Universitas Brawijaya, Prof. Dr. H. Muslimin, M. Ag dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, serta Ir. Subagyo, Ph.D dari Universitas Gadjah Mada.

Prof. Dr. Muslimin Ibrahim mengatakan, sebagai tim assessor pihaknya bertugas mengkonfirmasi data sebagai langkah validasi data institusi UIN Raden Fatah, selanjutkan hasil dari proses asesmen lapangan akan diserahkan kembali kepada BAN-PT untuk menentukan hasil akhirnya.

“UIN Raden Fatah juga memiliki beberapa assessor dari BAN-PT, dan kami percaya tim assessor internal telah menelaah dan melakukan validasi data,” ujar Prof. Muslimin Ibrahim.

“Hari ini kami bertugas untuk mengkonfirmasi data untuk proses valitasi institusi UIN Rafa, tentu kami percaya UIN Raden fatah juga memiliki asseor yang telah mentelaah validasi data tingkat internal,”tambahnya.

BAN-PT dalam asesmen lapangan ini merupakan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi versi 3.0 (IAPT 3.0) atau instrument akreditasi 9 kriteria.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag, M.Si mengatakan kegiatan asesemen lapangan akreditasi perguruan tinggi adalah kesempatan institusi untuk memperoleh pengakuan akreditasi perguruan tinggi.

Lebih lanjut Prof. Nyayu Khodijah menyebutkan di setiap masa transformasi kepemimpinan,.Rektor UIN Raden Fatah sudah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas institusi. Turut juga melakukan reformulasi visi misi lembaga dan melakukan berbagai program yang arahnya meningkatkan kualitas lembaga.

Prof. Nyayu Khodijah juga mengucapkan terima kasih kepada assesor BAN-PT yang telah meluangkan waktunya melakukan asesmen lapangan daring dan apresiasi kepada tim Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Raden Fatah serta tim penyusun borang yang sudah berusaha dengan kemampuan yang optimal untuk mempersiapkan asesemen lapangan ini.

“Institusi sudah berupaya optimal meningkatkan kualitas dan mutu, dan menyiapkan bahan borang dalam persiapan asesmen lapangan daring ini dengan harapan mendapatkan hasil maksimal yaitu mencapai akreditasi unggul,” harap Prof. Nyayu Khodijah.

Sebelumnya, Rektor UIN Raden Fatah periode 2016-2020, Prof. Drs. H. Muhammad Sirozi, MA, Ph.D memaparkan terobosan-terobosan yang telah dilakukan institusi untuk menuju perguruan tinggi yang berkualitas.

Prof. Dr. Suyitno, M.Ag, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia juga hadir secara daring dalam assemen tersebut.

Saat ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) telah mengesahkan 15 program studi terakreditasi A, dan 2 program studi terakreditasi unggul di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang. (abl)

Pendidikan

Rapor Langganan Merah dan IPK 2,6 di ITB, Anak Muda ini Bisa Jadi Dosen di Nottingham Inggris

Published

on

Bagus Putra Muljadi 

JAKARTA – Sosok Bagus Putra Muljadi saat ini dikenal sebagai seorang diaspora dengan kedudukan doktor, peneliti, dosen muda sekaligus asisten Professor of Chemical and Environmental Engineering di University of Nottingham, Inggris, Britania Raya.

Jalan sukses alumni teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dilaluinya dengan penuh warna, sehingga dirinya masih belum menyangka bisa menjadi salah satu figur yang turut berpengaruh di kancah sains dan akademik di sana tanpa diduga sebelumnya.

Dalam kesempatannya, ia bercerita banyak soal masa lalunya, di mana dirinya dahulu dikenal sebagai mahasiswa yang “urakan”. Kerap membolos dan mendapatkan nilai indeks prestasi (IPK) yang terhitung rendah yakni hanya 2,69.

Bahkan dirinya mengatakan pernah menjadi sales pompa air, demi bisa berkuliah S2 dan S3 di negara Taiwan. Melansir berbagai sumber Minggu (12/9), berikut kisah perjuangan Bagus Muljadi dalam meniti karir sebagai seorang profesor muda di Inggris.

Dalam wawancaranya beberapa waktu lalu di kanal Youtube Wela26, pemuda Betawi kelahiran 1 Maret 1983 itu mengungkapkan jika awalnya dia tak punya mimpi untuk menjadi akademisi di Inggris, termasuk menjadi pengajar dan asisten profesor di Nothingham University.

Ia mengaku bahwa sejak SMA justru potensi menjadi pegiat akademik dan peneliti seperti sekarang tidak pernah terbayangkan. Mengingat nilai rapornya kerap mendapat nilai merah. Bahkan saat berkuliah di ITB dirinya banyak membolos, dan mendapat IPK hanya 2,69.

“Jadi bukan saya yang merencanakan untuk menjadi akademisi seperti sekarang, mengingat saya bukan tipikal orang yang dari awal bakal terlihat jadi akademisi karena waktu SMA rapot saya banyak merah, waktu kuliah di ITB pun telat lulusnya dengan IPK yang tak sampai 2,7,” kata Bagus Putra, Minggu (12/8/2021).

Ketika menjadi mahasiswa di ITB, Bagus juga bercerita jika dirinya terbentur berbagai problem untuk dapat meraih impian di dunia kerja. Terlebih saat itu dirinya merasa persaingan semakin ketat, dengan minimnya nilai akademik yang ia peroleh.

Saat itu ia juga tersadar, kondisi ekonomi yang pas-pas-an dari keluarganya sehingga ia justru memutuskan untuk melamar di berbagai kampus luar negeri untuk menggali potensi diri agar tidak tertinggal.

Dari beragam kampus yang ia lamar, salah seorang profesor di National Taiwan University menanggapi lamaran program S2 Bagus dengan baik untuk meraih gelar S2 dan S3 dengan jurusan Mekanika Terapan.

“Iya memang saat saya mendapat nilai yang jelek itu justru memaksa diri untuk pergi ke luar negeri. Dan waktu itu saya juga bukan dari keluarga dengan ekonomi berlebih saya punya tekanan untuk mendapat pekerjaan bagus dan kompetensi lebih. Dan saat itu saya memilih untuk mendalami Sains dengan melamar program S2 ke luar negeri sampai akhirnya ditanggapi professor di National Taiwan University,” terang Bagus.

Bagus mengakui, rendahnya IPK membuatnya cukup kesulitan untuk mendapatkan beasiswa yang bagi sejumlah mahasiswa master dan doktoral bisa digunakan untuk kebutuhan hidupnya.

Perjuangannya pun terus berlanjut untuk bertahan hidup di negeri orang setelah menjadi mahasiswa master Fisika Terapan di Taiwan. Bahkan ia rela menjadi sales pompa air untuk membantu menambah biaya hidup di sana, lewat relasi yang ia bangun.

“Karena saya bukan dari kalangan mahasiswa yang cemerlang dan saya harus menghidupi diri sendiri sehingga saat kuliah di Taiwan saya sambil jadi sales pompa begitu,”ungkap Bagus.

Dirinya berpesan kepada mahasiswa yang memiliki mimpi untuk kuliah ke luar negeri agar bisa mengembangkan kompetensinya dengan berani keluar dari zona nyaman.

Salah satu yang dicontohkan Bagus adalah, bagaimana para mahasiswa atau calon mahasiswa yang ingin berkuliah ke luar negeri agar bisa mengubah mindset bahwa ilmu harus didapatkan dengan satu jurusan.

Ia menerangkan, jika pada dasarnya ilmu yang berpengaruh di luar negeri, khususnya Nothingham University justru lintas disiplin yang dihargai dan memiliki peluang besar seperti dirinya.

Untuk diketahui, Bagus sendiri memulai S1 nya di ITB dengan mengambil jurusan teknik mesin. Seperti dilansir Sindonews.com, Kemudian ia melanjutkan studinya di National Taiwan University dengan mengambil jurusan Mekanika Terapan, kemudian melanjutkan Post Doctoral di Toulouse Perancis untuk mengejar gelar Matematika dan Ilmu Bumi tahun 2012 dan terakhir ia mendalami ilmu Teknik Kimia di Nothingham University pada 2017

“Saya pun bisa seperti sekarang karena merasa penasaran dengan tantangan baru, di mana saat awal kuliah di Taiwan saya tidak paham bahasanya, termasuk memulai belajar ilmu baru. Sehingga ketika ada semangat dan kemauan semuanya akan bisa mengejar apa yang diraih. Bahasa, keilmuan semuanya bisa dipelajari,” tandasnya.

Continue Reading

Pendidikan

Euforia Sekolah Tatap Muka, Pembeli Baju Seragam Sekolah Masih Sepi

Published

on

Orator.id,Palembang-Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai dilaksanakan di Kota Palembang disambut baik oleh masyarakat. Namun, belum seluruh sekolah terutama SD melakukan PTM.

Kembalinya PTM juga memberikan semangat kepada para penjual baju seragam sekolah. Walaupun penjualan masih sepi, tetapi tidak sekosong hampir dua tahun lalu.

Para penjual baju seragam di sekitar Pasar 16 Ilir, Tengkuruk dan Lorong Basah kembali didatangi pembeli walaupun masih sangat sedikit. Sejak Juni tahun ajaran baru 2021-2022, pembeli masih sepi dibandingkan sebelum pandemi.

Salah seorang pedagang seragam sekolah, Hamidah mengatakan, hampir dua tahun ini siswa belajar secara online. Saat itu juga dia tidak punya penghasilan karena tidak ada yang beli baju sekolah.

“Sekarang sudah mulai masuk sekolah lagi, tapi belum banyak sekolah yang buka, belum semua, yang beli baju juga hanya beberapa saja,” katanya.

Menurutnya, masa pandemi ini Omzet penjualan seragam sekolah turun hingga 90 persen. Tapi memang sekarang sudah mulai sedikit-sedikit ada yang beli.

“Turun Sangat jauh. Walau ada yang nyari paling satu dua orang. Bahkan yang beli untuk jual lagi juga masi sepi,” katanya.

Harga seragam sekolah TK hingga SMA yang di jual secara grosir, mulai Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu setiap satu setel. Harga ini tergantung ukuran seragam yang dijual.

Saat ini yang paling diminati seragam SMP dan SMA, kalau SD jarang. Untuk harga hanya beda Rp 10-Rp 20 ribu. Semakin size (ukuran) besar harganya naik Rp 20 ribu,” katanya.

Pedagang seragam sekolah lainnya di Tengkuruk, Rudi mengatakan, pembeli kebanyakan untuk persiapan sekolah sebab sudah ada yang buka dan yang belum dikabarkan segera buka.

“Semoga kondisi ini segera berlalu, sekolah tatap muka lagi, biar anak-anak belajar di sekolah dan baju sekolah juga laku lagi,” katanya.

Harga seragam bermacam-macam sesuai dengan ukuran kalau untuk ukuran anak-anak baru masuk 1 stel untuk baju SD celana Pendek Rp 150 ribua-an. Sementara, untuk baju Panjang dan celana panjang SD 1 stel Rp 180 ribu-an

Kemudian kalau untuk SMP 1 stel ukuran paling kecil harganya kira-kira Rp 200 ribuan dan SMA sekitar Rp 200-an lebih. “Kita menyediakan seragam TK, SD, SMP dan SMA sederajat,” katanya. (kar)

Continue Reading

Pendidikan

Siswa SD dan SMP Belajar 2 Jam, Dibagi 3 Shift

Published

on

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo

Orator.id,Palembang-Wali Kota Palembang Harnojoyo meninjau langsung persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 1 dan SD Negeri 30 Palembang, Selasa (31/8/2021). Harnojoyo mengatakan bahwa PTM boleh dilaksanakan jika sekolah siap dari sisi protokol kesehatan (Prokes) dan disetujui wali murid.Siswa hanya belajar 2 jam dan dibagi menjadi 3 shift.

“Kita mulai 6 September ini gelar belajar tatap muka, selama seminggu ini dipersiapkan, siswa akan dibagi 3 shift dan belajar selama 2 jam dan diisi oleh 25 persen siswa saja,” katanya.

Ada 30 SMP yang sudah siap, sementara dibolehkan juga setiap satu kecamatan ada 3 SD negeri dan 2 SD swasta, sementara jenjang PAUD/TK masih dalam evaluasi.

“Dalam 3 Shift itu siswa hanya belajar 2 jam saja. 07.30 – 09.30, 08.30 – 10.30 dan 10.00 – 12.00, jadi tidak ada pertemuan siswa antar kelas. Maksimal dalam satu kelas 15 orang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, setiap sekolah harus membuat surat keterangan persetujuan wali murid. Bagi orang tua yang tidak ingin anaknya PTM, tetap bisa daring dari rumah.

“Selama 2 jam itu hanya pelajaran essential saja seperti Matematika, IPA, IPS, sementara mata pelajaran yang lain bisa secara daring,” katanya.

Berikut ini daftar 30 SMP Negeri di Palembang yang diperbolehkan PTM terbatas yakni SMP Negeri 1, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 14, 17, 19, 20, 22, 24, 27, 29, 31, 36, 38, 40, 41, 43, 45, 46, 47, 49, 52, 54, 57, 60. (kar)

Continue Reading
Advertisement

Trending