Connect with us

Pendidikan

Refleksi Hari Pahlawan: Nasib Guru Sebagai Pahlawan Kerap Diabaikan Negara

Published

on

Guru (ilustrasi)

Orator.id,Palembang-Momentum Hari Pahlawan 10 November 2020 ini menjadi momen tersendiri bagi masyarakat untuk kembali merefleksikan perjuangan sosok pahlawan.

Pahlawan saat ini juga banyak disematkan bagi guru yang banyak orang bilang tanpa tanda jasa. Terutama guru honorer yang sudah lama tak diangkat sebagai guru honorer.

Seperti dikatakan oleh Lili Kurniawati SPd SD yang sudah 15 tahun menjadi guru honorer hingga kini tak kunjung diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Masih segar diingatan nya gaji yang diterima hanya Rp250.000 setiap bulan. Jumlah jauh dari rasa cukup untuk kebutuhannya untuk satu bulan.

“Banyak suka dukanya jadi guru, apalagi sudah 15 tahun jadi guru honorer sampai sekarang belum PNS,” tuturnya, Selasa (10/11/2020).

Guru yang mengajar di SD Negeri 95 Palembang ini mengaku di momen Hari Pahlawan ini ada kebijakan atau aturan pemerintah bagi guru honorer yang sudah 15 tahun mengabdi.

Apalagi, kebijakan pemerintah yang memprioritaskan Fresh graduated yang diangkat sebagai PNS ketimbang lulusan yang lama atau guru-guru lama.

“Itu yang membuat kami semakin pupus harapan. Semoga kami yang mengabdi lama ini diprioritaskan pemerintah,” harapnya.

Namun demikian, 15 tahun menjadi sosok guru tentu banyak menemui suka duka. Suka tentu bertemu anak-anak yang semangat belajar sehingga ikut senang melihat anak-anak yang memiliki mimpi dan cita-cita yang sangat mulia.

“Duka nya tentu kalau ingat honor yang gak cukup, apalagi kalau pas berangkat kehujanan, itu rasanya sedih sekali,” pungkasnya.

Tentu ketika ingat itu, ia selalu diingatkan konsep bahwa guru tanpa tanda jasa. Sebagaimana ia menyematkan orang tua sebagai pahlawan.(abl)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Universitas PGRI Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Pembicara dari Delapan Negara

Published

on

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukan Lian MM saat membuka Seminar Internasional di Ballroom Hotel Wyndham Palembang, Senin (21/1/2021).

Orator.id,Palembang-Universitas PGRI Palembang menggelar The International Conference on Education di Hotel Wyndham Palembang, Senin (25/1/2021). Seminar internasional tersebut menghadirkan sepuluh narasumber dari delapan negara.

Mengusung tema “Innovative, Colaborative, Planning Research to Face Digital Education Transformation”, diharapkan kegiatan tersebut mampu melahirkan guru yang berkualitas dalam era digital saat ini.

Seminar ini juga menguji kompetensi mereka para mahasiswa S-2 dalam menulis jurnal, menulis berbagai karya ilmiah serta kompetensi digital.

“Hari ini, di tengah pandemic Covid-19, kita semua masih dapat berkumpul dan bersilaturrahmi, melaksanakan kegiatan ilmiah.Seminar internasional ini akan berlangsung hingga 4 hari kedepan dengan menghadirkan 10 orang narasumber utama, yang berasal dari 8 Negara, yaitu Indonesia, Pakistan, Philipine, Thailand, USA, Nepal, India dan Canada,” ujar Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukan Lian MM.

Rektor menambahkan kegiatan ini diikuti juga 194 partisipan dan 580 orang presenter yang juga berasal dari berbagai negara di antaranya Indonesia, Kogo-Afrika, Inggris, Sidney-Australia, Bangkok-Thailand, Vietnam, Bangladesh, India, Singapura dan Kuala Lumpur-Malaysia.

Sementara itu, Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto didampingi Ketua YPLP- PT PGRI Hj Melia Rosani MH berharap melalui Seminar Internasional ini para mahasiswa S-2 mampu menyerap ilmu dari para narasumber berkompeten dari delapan negara yang dihadirkan.

“Sehingga nantinya mereka yang kelak akan menjadi guru yang secara kompetensi memiliki kognitif yang baik,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa Pandemi Covid-19 ini juga memaksa guru harus memiliki kemampuan digital yang baik. Sehingga mampu berinovasi dalam proses belajar dan mengajar.

“Guru S-2 harus mempunyai kemampuan digital yang mendunia, apalagi ditengah era 4.0 ini,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Ini Syarat Sekolah Gratis di SMAN Sumsel

Published

on

Orator.id,Palembang-Sebagai SMA unggul di Sumatera Selatan (Sumsel), SMA Negeri Sumsel menjadi impian banyak lulusan SMP/sederajat di Sumsel. Apalagi sekolah gratis untuk kalangan pra sejahtera ini memiliki fasilitas dual kurikulum yakni kurikulum Cambridge dan kurikulum nasional. Selain itu SMAN Sumatera Selatan menerapkan pendidikan holistik abad 21 (21st Century Learning).

Awal tahun 2021, SMA Negeri Sumsel resmi membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online untuk masa pembelajaran tahun ajaran 2021/2022 melalui situs resmi http://ppdb.smansumsel.sch.id/ Video langkah-langkah pendaftaran online PPDB SMAN Sumatera Selatan bisa diakses di kanal Youtube SMAN Sumatera Selatan dan petunjuk teknis pendaftaran dapat diakses melalui http://www.smansumsel.sch.id/index.php/admission .

“Sistem seleksinya akan menggunakan sistem daring, mulai dari tahapan tes tertulis hingga wawancara,” ujar Koordinator PPDB SMAN Sumsel, Herman, Sabtu (23/1/2021).

Ia menambahkan pada tahun ajaran 2021/2022 ini SMAN Sumsel menargetkan 1000 calon peserta didik baru yang mendaftar, dimana pada tahun sebelumnya terdapat lebih kurang 950 berkas pendaftar yang masuk. Seluruh dokumen yang masuk melalui pos akan diseleksi menjadi 200 kandidat yang kemudian akan menjalani tahap tes TPA, Wawancara, dan FGD.

Setelah dilakukan seleksi tersebut, calon peserta didik akan disaring lagi menjadi 100 peserta didik yang nantinya akan dapat melanjutkan pendidikannya di SMAN Sumatera Selatan.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN Sumatera Selatan Iswan Djati Kusuma menjelaskan bahwa PPDB yang sudah mulai dibuka telah merujuk pada aturan dan standar teknis yang telah dibahas bersama Dinas Pendidikan Sumsel.

“Kami berusaha semaksimal mungkin menyempurnakan hal-hal yang sudah baik selama ini, semua proses berjalan sesuai dengan SOP dan tentunya beasiswa ini benar-benar ditujukan kepada anak-anak yang memiliki hak untuk belajar di SMAN Sumatera Selatan sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh pemerintah,” pungkasnya. (abl)

Persyaratan Dasar:
-Warga Negara Indonesia berusia 14-16 Tahun yang duduk di kelas 9 SMP/MTs di Provinsi Sumatera Selatan.

-Berasal dari keluarga pra-sejahtera yang dibuktikan dengan menyertakan beberapa dokumen pendukung.

-Jumlah penghasilan kotor orang tua maksimal Rp. 3.000.000 dan atau pendapatan kotor ketika dibagi dengan jumlah anggota keluarga maksimal Rp. 750.000/anggota keluarga.

-Pendidikan dasar orangtua maksimal S-1.
-Orangtua (ayah/ibu) tidak sedang menjabat setingkat kepala seksi bidang.

-Tidak memiliki keluarga kandung atau satu KK yang sedang menempuh pendidikan di SMAN Sumatera Selatan.

-Memiliki nilai Pengetahuan akademik rata-rata mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA minimal 82,00 untuk semester 1-5.
Peringkat 5 besar di kelas (Semester 5).

-Memiliki prestasi akademik dan/atau prestasi non akademik selama SMP/MTs.

– Mampu Berbahsa Inggris Aktif.

Dokumen Pendukung:

-Formulir registrasi online
-Fotokopi Raport semester 1-5
-Pas Photo terbaru berwarna ukuran 4×6
-Fotokopi KTP orangtua
-Fotokopi Kartu Keluarga
-Fotokopi Akta Kelahiran
-Fotokopi PBB
-Surat Keterangan Tidak Mampu dari kantor kelurahan/kepala desa setempat
-Surat jaminan kondisi ekonomi (materai 6000) dan diketahui oleh kantor kelurahan/kepala desa setempat
Foto Rumah: Tampak Depan, Tampak Samping Kanan, Tampak Samping Kiri, Tampak Belakang, Ruang Tamu, Ruang Tengah, Dapur, Kamar Tidur Siswa
-Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah SMP Asal (Materai 6000)
-Surat Rekomendasi dari Wali Kelas IX (Materai 6000)
-Fotokopi Sertifikat/Piagam Penghargaan *Jika Ada
-Fotokopi Bukti Pembayaran Rekening Listrik selama 3 Bulan Terakhir *Jika ada
-Fotokopi Bukti Pembayaran Rekening Air selama 3 Bulan Terakhir *Jika ada
-Fotokopi Bukti Pembayaran Sewa Rumah *Jika Ada
-Fotokopi Slip Gaji Bagi Karyawan Swasta/PNS *Jika Ada
*Fotokopi Kartu Indonesia Pintar *Jika Ada

Continue Reading

Pendidikan

Kepala Sekolah di Palembang Kritik Program Indonesia Pintar

Published

on

Orator.id,Palembang-Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah mendapatkan kritik keras dari kepala sekolah. Misalkan Kepala SD Negeri 57 Palembang M Fazkurullah SPd. Ia menilai program PIP yang dijalankan oleh Pemerintah tidak memiliki sistem yang profesional.

Mengapa ia bisa mengatakan seperti itu? Hal ini dijelaskannya karena banyak data-data yang tidak sesuai dengan permintaan sekolah sehingga hasilnya pun berbeda. Mulai dari data penerima PIP yang sudah masuk SMP tapi masih dapat dari sekolah asal yakni SD bersangkutan.

” Tahun lalu siswa yang diusulkan 350 siswa hanya 300 yang terealisasi, dan tahun ini dari 350 siswa yang di usulkan hanya 271 yang terealisasi,” ujar M Fazkurullah SPd, Jumat (15/1/2021).

Ia menambahkan bahwa bantuan PIP adalah untuk anak-anak yang pintar, anak-anak yang berprestasi dan anak-anak yang kurang mampu.

” Jadi pemerintah seharusnya, sesuaikan dengan permintaan data yang diberikan oleh pihak sekolah, karena data yang diberikan oleh pihak sekolah itu adalah data yang akurat, yang betul-betul dibutuhkan oleh siswa,” jelas Fazkur.

Selain itu kata Fazkur, pemerintah juga harus mengupdate setiap tahun data-data yang diberikan oleh pihak sekolah. Ia mencontohkan ada 5 siswanya yang tidak bisa mengurus PIP di SMP mereka bersekolah sekarang.

” Mereka tetap dapat uang PIP tersebut tapi mengurusnya harus tetap dari SD yang mana tempat mereka berasal dapat, artinya kan mempersulit siswa, ia kalau SMP mereka dekat dengan SD, kalau jauh kan susah,” terang Fazkur.

Nah mereka-mereka yang sudah lulus ini, lanjut Fazkur, terdaftar di SD sebagai siswa kelas 6.

” Jadi harapannya ke depan sistem dari pusat diupdate setiap tahun data-data yang diberikan oleh pihak sekolah, supaya tidak ada lagi data-data yang diusulkan tahun lalu muncul kembali,” harap Fazkur.

Untuk diketahui besaran PIP sendiri berjumlah Rp.450.000, untuk setiap siswa pertahunnya, PIP bukan hanya diperuntukkan bagi SD, tetapi juga SMP, SMA, SMK atau MA. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending