Connect with us

Berita

Kompol Imam Zaidi, Oknum Perwira Polisi Pantas Dihukum Mati

Published

on

Kompol Imam Zaidi (foto: ist)

JAKARTA – Perwira Reserse Polda Riau Kompol Imam Zaidi kini tergolek di ranjang rumah sakit setelah ditembak polisi karena terlibat peredaran narkoba.

Polda Riau menangkap dua kurir sabu-sabu yakni Kompol Imam Zaidi dan Hendry Winata di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10/2020). Dua kurir sabu-sabu seberat 16 kilogram ini terancam hukuman mati.

Hal ini disampaikan, Direktur Reserse Narkoba, Polda Riau, Kombes Pol Victor Siagian, saat memberikan keterangan kepada media.

“Pasal yang kita kenakan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2, yang ancaman hukumannya hukuman mati,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Victor Siagian, usai ekspos, Sabtu (14/10/2020) sore.

Dipaparkan Kombes Victor, dalam penangkapan itu, petugas terpaksa melepaskan tembakan yang sifatnya melumpuhkan, atau memberhentikan laju mobil kedua pelaku. Karena mereka berupaya melarikan diri.

“Karena yang bersangkutan (tersangka) dengan mengendarai mobil tidak mau berhenti.

Kita takutkan akan menabrak atau masyarakat terganggu dan terancam bahaya. Akhirnya kita tembakkan dua kali ke dalam mobil tersebut,” urainya.

Disinggung sudah berapa kali dua kurir ini mengantar sabu, Victor menyatakan hal itu masih dalam pendalaman.

“Namun untuk yang satu (bukan oknum polisi) dia sudah 3 kali,” bebernya.

Saat ditanyai ke mana sabu 16 kg itu akan dibawa tersangka, disebutkan Victor, hal itu juga masih didalami.

“Namanya jaringan, masih kita dalami. Karena tujuan kotanya pasti sesuai perintah pengendalinya.

Mungkin si kurir ini belum diberitahu ke mana (akan dibawa), yang penting perintahnya dapat. Lalu dia serahkan,” pungkasnya.

Mabes Polri angkat bicara mengenai penangkapan Kompol Imam Zaidi (IZ), anggota Polda Riau. Kompol Imam Zaidi ditangkap saat membawa sabu seberat 16 kg.

Mabes Polri menilai, mantan Kasie Identifikasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kompol IZ, yang menjadi kurir narkoba pantas diganjar hukuman mati.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan, hal itu sesuai dengan komitmen pimpinan Polri dalam memberantas peredaran narkoba. Termasuk, menindak anggota kepolisian yang terlibat.

“Komitmen Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sangat jelas dan tegas. Anggota yang terlibat harus dihukum mati karena sebenarnya dia tahu Undang-Undang dan dia tahu hukum,” kata Argo melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2020).

Adapun IZ ditangkap saat membawa sabu sebanyak 16 kilogram.

Penangkapan dilakukan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10/2020).

Selain itu, Kompol IZ juga terancam dipecat dari anggota kepolisian apabila dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim nanti.

Untuk itu, Argo mengatakan, pihaknya menunggu putusan pengadilan untuk memproses kelanjutan pemecatan Kompol IZ.

“Kita tunggu hasil vonisnya seperti apa,” ucapnya.

Argo pun mengingatkan seluruh anggota Polri yang lain agar tidak menjadi pengguna maupun sindikat pengedar narkoba.

“Jangan coba-coba memakai apalagi menjadi bandar. Pimpinan Polri tidak akan menolerir. Hukumannya mati,” tutur dia.

Diberitakan, Kompol IZ ditembak saat tertangkap membawa 16 kilogram sabu di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10/2020).

Pelaku ditembak karena melarikan diri dengan menggunakan mobil bersama seorang rekan sesama kurir sabu berinisial HW (52).

Polisi saat itu memberondong mobil pelaku dengan senjata api.

Akibatnya, oknum tersebut tertembak di bagian lengan dan punggung.

“Mobil tersangka terus berupaya kabur hingga menabrak beberapa kendaraan lain,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi kepada wartawan, Sabtu.

Oknum perwira polisi tersebut saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Sedangkan pelaku HW, seperti dilansir kompas.com, mengalami luka sobek di kepala akibat benturan dalam mobil saat kabur.

Atas tindakannya, Agung mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tersangka diancam hukuman mati atau penjara paling lama 20 tahun.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dua Pemuda Duel Berebut Pemandu Lagu Karaoke, Satu Tewas

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,PAGARALAM-Seorang pemuda berinisial YG (30) warga Pagaralam tewas meregang nyawa setelah terlibat duel berdarah di kawasan Pasar Pagaralam. Penyebabnya diduga lantaran berebut wanita pemandu lagu (PL) di tempat karaoke.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Kapolres kemudian menjelaskan kronologis pembunuhan tersebut. Dimana, pelaku yang merupakan pemuda asal Kabupaten Lahat berinisial OT (28) menusuk YG hingga tewas dengan sebilah pisau di kawasan pasar Pagaralam,Kamis (26/11/2020) malam.

Menurut Kapolres, penyebab mereka berduel diduga berebut wanita PL. Dimana sebelum kejadian korban YG cekcok mulut dengan pelaku OT di sebuah tempat karaoke di kawasan Pagaralam Utara. Pangkal keributan diduga lantaran korban YG tidak terima wanita PL yang telah di-bookingnya lebih memilih pelaku OT ketimbang dirinya.

“Korban YG diduga terbakar api cemburu lantaran wanita PL yang berada di room lebih memilih pelaku OT. Keduanya lantas terlibat cekcok hingga perkelahian sampai terjadi pembunuhan”ungkap Kapolres AKBP Dolly, Sabtu (28/11/2020)

Lebih lanjut ujar Kapolres peristiwa pembunuhan itu sendiri tidak terjadi di lokasi karaoke namun aksi perkelahian dan penusukan hingga mengakibatkan korban YG tewas terjadi di kawasan pasar Pagaralam.

“Usai pergi bersama wanita PL tersebut ,keduanya bertemu kembali dan korban menanyakan keberadaan wanita PL yang di-bookingnya kepada pelaku dan terjadilah perkelahian. Dimana korban mengambil sebuah batu dan memukulkannya ke arah pelaku kemudian disambut dengan tusukan menggunakan sebilah pisau oleh pelaku ke tubuh korban yang mengakibatkan korban tewas di tempat,”terangnya

Kapolres menambahkan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti serta memeriksa saksi-saksi untuk proses hukum lebih lanjut. (fik)

Continue Reading

Berita

Pilkada Serentak 9 Desember Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional

Published

on

Presiden Jokowi

Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang dilaksanakan Rabu 9 Desember 2020 sebagai hari libur nasional. Ini tertuang dalam surat Keputusan Presiden (Keppres).

Penetapan 9 Desember 2020 sebagai hari libur nasional tertuang dalam Keppres Nomor 22 Tahun 2020 tentang ‘Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 sebagai Hari Libur Nasional’.

“Menetapkan hari Rabu tanggal 9 Desember 2020 sebagai hari libur nasional dalam rangka pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota secara serentak,” demikian keputusan Jokowi pada diktum kesatu perpres seperti dilansir detik.com, Sabtu (28/11/2020).

Keppres Nomor 22 Tahun 2020 ini berlaku sejak tanggal penetapan, yaitu 27 November 2020.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga menyatakan 9 Desember 2020 akan jadi hari libur nasional. Artinya ini berlaku tidak hanya di daerah penyelenggara pemilu, tapi juga seluruh wilayah Indonesia.

“Pada hari pemungutan suara sebagaimana diamanahkan di UU dilaksanakan pada hari libur atau diliburkan, sebagaimana yang sudah-sudah dalam pilkada 2015, 2017, 2018,” kata Komisioner KPU, Hasyim Ashari, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11).

“Semoga akan menjadi faktor pendorong juga untuk aktif hadir dalam pemungutan suara 9 Desember,” tutur Hasyim.Dia berharap, dengan adanya keputusan ini, masyarakat akan terdorong untuk aktif hadir dalam pencoblosan dan pemungutan suara.

Continue Reading

Berita

Astaga! Seorang Anak Tega Aniaya Ibu Kandung Viral di Medsos

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,PALEMBANG-Video viral seorang pria memukul ibu – ibu beredar di Media Sosial (Medsos) Instagram. Setelah ditelusuri ternyata peristiwa tersebut terjadi di Jalan H. Faqih Usman, Lorong Perigi Darat, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Pada video tersebut terlihat seorang pria memukul, dan menendang perempuan tersebut, lalu perempuan tersebut menjerit meminta tolong.

Diketahui pria tersebut bernama Aziz Alias Oce dan perempuan tersebut bernama Sunar pedagang sayur di Pasar 2 Ulu.

Ketua RT 15, Oyah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa aksi pemukulan itu terjadi antara ibu dan anak kandung. Dimana penyebabnya anak tersebut meminta uang.

“Anak tersebut memukuli Ibunya lantaran meminta uang untuk membeli lem aibon, lalu ibunya tidak memberikan uang tersebut, saya juga kaget karena anak tersebut tega menganiaya ibunya” katanya.

Oyah mengatakan bahwa mereka bukan warga setempat namun hanya datangan untuk berdagang sayur di Pasar 2 Ulu.

Sementara itu, Kassubag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene mengatakan bahwa pihak kepolisian sedang mengejar pelaku pemukulan agar diproses lebih lanjut. (edp)

Continue Reading
Advertisement

Trending