Connect with us

Opini

UU CIPTA KERJA DAN KESALEHAN SOSIAL

Published

on

Oleh :  AMIDI (Dosen FEB Universitas Muhammadiyah Palembang dan Pengamat Ekonomi Sumsel)

PENGESAHAN Undang-Undang (UU) Cipta Kerja oleh DPR RI beberapa waktu lalu menuai protes yang bertubi-tubi dari berbagai elemen masyarakat, yang mereka terjemahkan dalam bentuk DEMO, dan bentuk lainya sebagai pernyataan sikap “tidak menerima” atas lahirnya UU Citpa Kerja tersebut.

Dari dinamika yang berkembang tersebut, sepertinya kita masih bersi kukuh untuk mempertahankan dan memberlakukan UU Cipta Kerja kerja tersebut. Terlepas dari adanya kerusakan sebagai ekses DEMO Mahasiswa dan atau masyarakat tersebut, terlepas dari kritikan berbagai elemen masyarakat tersebut, yang penting UU Citpa Kerja tersebut harus jalan..

Untuk mengakhiri polemik tersebut kita perlu mengkaitkan fenomena ini dengan aspek KESALEHAN SOSIAL yang sering terlupakan. Kita dituntut agar menjadi umat yang Saleh secara Individu dan secara Sosial. Allah berfirman dalam QS Al-Imron : 110, yang artinya “ kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’rufan dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan merek adalah orang-orang yang fasik”.

Kesalehan individual atau kesalehan ritual menekankan dan mementingkan pelaksanaan ibadah ritual, seperti sholat, puasa, zakat, zikir dan seterusnya, hanya mementingkan ibadah yang semata mata berhubungan dengan Tuhan dan kepentingan diiri sendiri. Mereka tidak memiliki kepekaan sosial, dan kurang menerapkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan bermasyarakat.

Kesalehan sosial menunjukan pada prilaku orang-orang yang sangat peduli dengan nilai-nilai Islami, yang bersifat sosial. Bersikap santun pada orang lain, suka menolong, sangat concern terhadap masalah-masalah ummat, memperhatikan dan menghargai hak sesama, mampu berpikir berdasarkan prespektif orang lain, mampu berempati, mampu merasakan penderitaan orang lain.

Kesalehan sosial suatu bentuk kesalehan yang tak cuma ditandai oleh rukuk sujud , puasa, haji, melainkan juga ditandai oleh seberapa besar seorang memiliki kepekaan sosial dan berbuat kebaikan untuk orang lain, sehingga orang merasa nyaman , damai, tentram berinteraksi dan bekerjasama dan bergal dengannya.

Sikap KESALEHAN INDIVIDU memang harus dipupuk dan ditingkatkan kualitasnya, tetapi sikap KESALEHAN SOSIAL harus juga melekat pada diri seorang muslim, agar Ke-Islam-an kita benar-benar tercermin dalam kehidupan secara individual dan tercermin dalam kehidupan kita secara sosial. Selama ini ada yang salah dengan kita dalam mengamalkan ajaran Islam. Hablum minallah sering tidak kita ikuti dengan hablum minan nas.

Kita sering terjebak dengan ritual semata, namun kita lupa dengan emplementasi ritual itu sendiri, yang memang harus diemplementasikan kedalam kehidupan bermasyarakat (sosial). Pada saat kita menjalankan ritual seakan-akan kita tidak akan berbuat salah, seakan akan kita tidak akan menyimpang, seakan akan kita tidak akan menyakiti sesama, seakan akan kita tidak otoriter, seakan akan kita mengayomi umat, dan sifat kita seakan-akan sudah seperti MALAIKAT. Padahal masih jauh pangang dari api.

Untuk itu mari kita berlomba-lomba mengedepankan aspek KESALEHAN SOSIAL tersebut, dalam mengambil kebijakan, dalam menyikapi fenomena yang berkembang di masyarkat, dalam menyikapi PENOLAKAN UU CIPTA KERJA tersebut, dalam memahami kondisi yang ada, agar kita terhindar dari perbuatan tercela dan benar-benar dapat mempertanggung jawabkan Ke-Islam-an kita. Yakinlah bahwa KESALEHAN SOSIAL MAMPU MENEKAN PERBUATAN KEJI DAN TERCELA. Selamat Berjuang !!!!!!!!!

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

KISAH KASIH TANJUNG ENIM

Published

on

Oleh : Muhammad Goeril (pemerhati lingkungan)

ADAT MUDA menanggung rindu, adat tua menanggung iba. Sebuah pepatah lama yang kian terbukti kebenarannya, terutama bagi yang arief dan bijaksana : menghargai kisah sejarah masa lalu sebagai pedoman hidup dan kehidupan kita di zaman now.

Sepatutnya kita rajin mencatat agar catatan itu bisa dibaca orang lain terutama anak cucu karena masa demi masa akan datang dan pergi silih berganti. Dimana kala muda kita pernah dilanda rasa rindu yang berat kepada sang kekasih, namun tatkala menjadi tua bersemi perasaan iba atas bagaimana gerangan nasib generasi penerus dan sebagainya.

Di bidang keuangan, kebiasaan mencatat ini sangat perlu. Bahkan baru-baru ini Menteri Keuangan Sri Mulyani merisaukan adanya asset pemerintah yang dibangun di zaman Orde Baru menjadi raib karena tidak dicatat dengan baik dan tidak pula dilakukan kapitalisasi sebagaimana lazimnya sehingga kesulitan dalam pembuktian hukumnya.

Bermula dari asal usulnya kota Tanjung Enim sekarang ini tidak terlepas dari adanya catatan yang mampu ditinggalkan oleh para puyang pendahulu kita, dan kitapun kelak akan menjadi pula puyang bagi generasi yang akan datang. Untuk itulah catatan terdahulu kita olah semampu mungkin dan harus dapat pula menyem purnakannya dengan kemajuan teknologi digital yang ada, yang dapat menyalin kata dan gambar lebih baik dan mudah.. Bahwa asal muasalnya Tanjung Enim itu menurut buku catatan Tim tahun 2014, dari kata : Kute Tanjung Ayek Hening (KTAH) yakni “kota disemenanjung air yang bening”.

Dan menurut permufakatan para puyang dahulu itu untuk sebutannya adalah puyang Dusun Ilir yang mendiami wilayah Kute Tanjung Ayek Hening. Dan untuk wilayah diatasnya (dihulu sungai) disebut dengan dusun uluan (jeme uluan).

Sayangnya tempo doeloe itu belum ada dokumen (catatan atau gambar/foto) yang dapat menggambarkan keadaan masa itu sehingga rekaan yang persis tidak ada.

Kalau kita coba telisik, memang sekitar abad 7 – 8 Masehi, pada masa kerajaan Sriwijaya yang terkenal saat itu sebagai kerajaan maritim terbesar sehingga wilayah kekuasaanya sangat luas hingga ke Madagaskar dan India.

Sungai-sungai di Sumatera Selatan saat itu benar-benar menjadi infrastruktur bagi transportasi air. Sungai Enim saja kala itu dapat dilayari dengan baik dan lancar hingga benar-benar sampai kehulu tulungnya (lokasi asal sungai). Kalau gambaran sekarang kira-kira ulu tulungnya hingga area air terjun Bedegung. Dulu itu pula sungai Enim yang dapat dilayari oleh kapal-kapal dagang besar dari Arab, India dan Eropah sampai ke hulunya lagi sungai Muara Emil (Mehimil) Kecamatan Tanjung Agung sekarang..

Dan bahkan menjadi terkenal pula Sungai Emil dengan adanya lokasi air terjun Napal Carik yang menyimpan kisah kasih seorang putri. Dilokasi ini pula menurut cerita orang-orang tua terdahulu adalah tempat persembunyian Putri Dayang Rindu.

LOKASI PEMUKIMAN KTAH

Perkiraan letak lokasi Kute Tanjung Ayek Hening (KTAH) kira-kira sekarang ini adalah di area PLTU Sumsel 8 (2 x 620 MW) yang merupakan PLTU mulut tambang terbesar di Asia Tenggara. Pada masa dulu itu, di lokasi PLTU tersebut sudah ada kehidupan masyarakat di sekitar Kute Darussalem yang terletak di seputar Air Strip (pelabuhan kapal terbang) yang boleh jadi kira-kira letaknya sekarang disekitar desa Tanjung Lalang kecamatan Tanjung Agung Muara Enim (lokasi PLTU Bangko Barat, Sumsel 8 milik PTBA Tbk).

Di wilayah sekitarnya itu juga dulu banyak perkampungan yang berbatasan sebelah Utara dengan Kabupaten OKU dan Selatan dengan Kabupaten LIOT. Namun kini perkampungan tersebut sudah hilang, meskipun bukti-bukti sejarah peninggalan masih seringkali ditemui. Misalnya, seringkali terdengar suara bunyi-bunyi tabuh-tabuhan keromongan dan kokok ayam. Daerah tersebut waktu itu masih termasuk wilayah kekuasaan Adipati Carang Sakti (Rie = Kerio Carang).

Bunyi-bunyian tersebut hingga sekarang masih dapat dibuktikan, bahwa masih ada, yakni tatkala kita sedang berada disungai Enim pada malam hari sekitar pukul 10.00 WIB keatas. Akan sayup-sayup terdengar bunyi tabuh-tabuhan tersebut seiring dengan semilirnya angin malam mengikuti arah air sungai mengalir. Terkadang jika sendirian disungai Enim itu terasa merinding bulu roma disugesti oleh sapaan sakti puyang-puyang tempo doeloe yang melegenda diantara sentuhan dingin sang angin yang merasuki rasa takut..

PUTRI DAYANG RINDU NAN JELITA

Yang merupakan putri tercinta dari Rie Carang yang sakti mandraguna itu sejak kecil selalu saja menangis.Karenanya Rie Carang tak sampai hati mendengar tangisan nya yang menyayat qolbu sehingga pada kesempatan yang baik dia pergi kedesa Muara Emil untuk menemui puyang Tanjung, puyang Mateauh dan puyang Dusun Ilir agar dapat memberikan nama kepada putrinya supaya tidak selalu menangis lagi.

Dan dari ketiga puyang tersebut hanya puyang Dusun Ilir yang terdetak hatinya untuk memberikan nama yang cocok untuk sang putri, yakni Putri Dayang Rindu. Syukur alhamdulilah begitu ditabalkan nama dimaksud sang putripun berhenti menangis dan disambut rasa gembira Rie Carang sekeluarga. Siputripun beranjak besar dan menjadi gadis cantik nan jelita, sehingga beritanya menjadi viral dari mulut ke mulut hingga sampai pula beritanya ke Palembang Darussalam yang kala itu telah menjadi kesultanan.

Menurut cerita yang masih dapat dikisahkan oleh penduduk desa Muara Emil dari para puyang, bahwa salah seorang Sultan Palembang kala itu pernah meminta kepada seluruh masyarakat desa terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari Sembilan (SBS) yakni; antara lain Musi, Lematang dan Sungai Enim untuk mengumpulkan telur yang akan digunakan sebagai perekat pembangunan benteng pertahanan.

Dalam perjalanan pengumpulan telur, Sultan melihat banyak gadis-gadis desa yang cantik mandi disungai dan Sultanpun berniat mempersunting salah satunya sebagai istri. Setelah para prajurit dan hulubalang mengumpulkan para gadis dimaksud tidak satupun yang cocok sampai akhirnya Sultan menemukan sebuah baki emas yang hanyut (wadah keramas Putri Dayang Rindu).

Dan Sultanpun memerintahkan prajuritnya untuk mencari pemilik baki emas tersebut. Setelah ditelusuri ternyata pemiliknya adalah anak gadis Rie Carang. Sultan pun menyampaikan keinginannya untuk meminang sang Putri, tetapi ditolak oleh Rie Carang dan putrinya.

Merasa ditolak Sultan pun marah dan sempat terjadi perkelahian tetapi ternyata Rie Carang dan putrinya yang sakti dapat lolos dari serangan sang Sultan. Dalam pelariannya Putri Dayang Rindu bersembunyi di dalam hutan di Desa Muara Emil tepatnya di lokasi air terjun Napal Carik.

Sang putri setiap saat mandi di kolam yang bening, airnya mengalir tenang dari Sungai Emil, Enim, Lematang hingga sampai ke sungai Musi. Karena itu gadis-gadis yang mandi disepanjang aliran sungai Enim tersebut menjadi cantik dan menawan berkat kharisma sang Putri Dayang Rindu yang jelita. Ayo mari kita berwisata sejarah masa lalu ***)

Continue Reading

Opini

NASIB TRENGGILING MENJADI KORBAN

Published

on

Sisik Trenggiling diburu, satwa hutan jadi pilu

OLEH : Muhammad Goeril (Pemerhati Lingkungan)

MAHLUK Ciptaan Tuhan seperti trenggiling (manis javanicus) ini memang istimewa, bahwa lidahnya lebih panjang dari badannya tentu ada gunanya. Tuhan tidak akan membuat sesuatu itu menjadi sia-sia alias mubazir. Betapa lidah dan air liurnya itu sangat diperlukan untuk memangsa semut-semut hingga kedalam sarangnya. Dia sebagai predator semut maka itu perlu dilindungi (sesuai UU No.5/1990 ttg konservasi alam) agar semut-semut yang luar biasa banyaknya tidak merajalela mengganggu kehidupan manusia. Dan di hutan mereka bersarang dan di hutan pula semut-semut liar yang ada dijadikan santapannya.

Andai saja para terenggiling ini terus diburu dan dihabisi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab maka jangan salahkan terenggiling jika semut-semut itu nanti akan menyerang manusia.

Begitulah sang Khaliq menciptakan setiap mahluk itu pasti ada gunanya. Gara-gara trenggiling ini bersisik yang diperlukannya untuk menyelamatkan diri tapi gara-gara sisik itu pula ianya menderita karena selalu diburu manusia dan diperlakukan dengan sadis.

Dagingnya dimakan dan sisiknya diambil untuk dijual kepada penadah yang ada didalam negeri bahkan banyak pula diselundupkan keluar negeri.

KASUS YANG TERTANGKAP

Tanda larangan berburu, agar satwa hutan lestari

Tentu belum sebanyak penyelundupan sisik trenggiling yang belum atau tidak tertangkap, biasanya begitu rumusannya. Karena penyelundupan itu termasuk kepada kejahatan yang “keren” maka modus-modusnya kian canggih untuk mengelabui petugas, sama kerennya dengan penyelundupan narkoba.

Dari beberapa kasus kejahatan yang tertangkap oleh pihak yang berwenang antara lain dapat dicatat sebagai berikut : Baru – baru ini saja KLHK telah gagalkan transaksi perdagangan sisik Trenggiling di Jambi sebanyak 24 kg lebih dan menurut rencana akan dijual kepada penadahnya dengan harga Rp3,7 juta per kg. Si pelaku terancam hukuman pidana penjara kurungan 5 tahun dan pidana denda Rp100 juta.

Dan pada 27 Juni lalu tim gabungan menangkap seorang pedagang sekaligus pemburu trenggiling di Gunung Kidul, Yogyakarta. Dari tangan tersangka diamankan sisik trenggiling seberat 2,5 kilogram. Dan banyak lagi kasus – kasus lain yang tertangkap. Sehingga dalam 10 tahun terakhir, berdasarkan catatan WCS, jumlah trenggiling yang diselundupkan ke China dari Indonesia mencapai 26 ribu ekor.Berarti jumlah yang tersisa dihutan-hutan itu makin sedikit dan trenggiling sudah menjadi langka.

Penyelundupan dilakukan dengan berbagai cara baik melalui jalur laut, kargo, maupun pelabuhan-pelabuhan kecil. Kalau demikianlah halnya maka peranan aparat baik dihilir (penyelundupan) maupun aparat dihulunya (perburuan liar) sangat berperan agar habitat trenggiling yang tinggal sedikit itu dijaga ketat. Peran polisi hutan yang bertanggung jawab atas kelestarian hutan berikut hewan langkanya betul-betul harus maksimal. Patroli hutan harus terlaksana dengan baik dan terus menerus.

SUPREME ENERGY RANTAU DEDAP PEDULI

Melalui program biodiversity perusahaan yang dikelola dengan perencanaan, pelaksanaan yang baik dengan pengawasan yang baik dan ketat dari Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan (Dinas KLH) provinsi Sumsel setidak-tidaknya usaha pencegahan dapat terlaksana.

Sosialisasi larangan berburu sekaligus memberikan bantuan ke masjid-masjid.

Program dimaksud sebagai kewajiban perusahaan yang telah mendapat Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Pemerintah melalui SK Menteri KLH yang dalam kesehariannya dilakukan pengawasan oleh UPTD KLH Wilayah VIII Muara Enim.

Larangan berburu, menangkap dan menjerat hewan-hewan langka seperti trenggiling, beruang madu, burung dan lai-lainnya dilakukan secara visual maupun sosialisasi di balai-balai desa, masjid dan tempat-tempat umum lainnya. Dan secara rutin dilakukan patroli oleh KLH bersama Tim bidiversity PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) guna mencegah pengrusakan, pembakaran dan pemburuan satwa hutan seperti trenggiling dll.

Kalau sosialisasi dan pengawasan dapat dijalankan secara baik, fokus dan kontinyu tentu masyarakat pun akan mendukung pelestarian hutan yang kita miliki. Apalagi jika dalam forum keagamaan yang selalu menasehatkan para jamaah agar menjalankan syariat Islam secara kaffah dengan menjaga keseimbangan alam.

Dimana setiap mahluk telah memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, sebagaimana trenggiling telah ditugasi oleh sang Khaliq untuk memakan semut-semut hutan agar tidak mengganggu manusia yang berdiam dipinggir hutan itu. Sungguh indah dan harmonisnya kehidupan ini jika kita mengerti. Menurut catatan “pendekar hutan” Zainudin yang merupakan penduduk asli Rantau Dedap, bahwa saat ini hanya tersisa ratusan ekor saja trenggiling hutan dikawasan operasi PT SERD sehingga kita harus betul-betul menjaganya dari oknum pemburu.

Ayo lindungi trenggiling dari pembegalan oknum pemburu nista. (*)

Continue Reading

Opini

BUAH SEGAR, BIKIN BUGAR

Published

on

Oleh : HM Goerillah Tan (Pemerhati Lingkungan)

KEBUGARAN jasmani dan rohani terasa sangat diperlukan terlebih-lebih di musim wabah Covid-19 yang telah kita rasakan bersama sejak Maret 2020. Kebugaran yang identik dengan daya tahan tubuh menyebabkan berbagai faktor pencegahan melalui anjuran yang digaungkan protokol kesehatan (Prokes) menjadi menu sehari-hari.

Kita semua tentu ingin sehat, ingin selamat dan ingin nikmat sebagai bagian dari hak azasi manusia. Dan salah satu anjuran prokes agar banyak mengkonsumsi buah-buahan segar seperti jeruk, strawberry, lemon dan se jenisnya.

Tanpa dinyana, belakangan baru diketahui bahwa buah Strawberry yang ditanam di dataran tinggi Semende Muara Enim dan Tunggul Bute Lahat yang kian menjamur adalah jawabannya. Dan kami telah mencoba menanamnya sebanyak 4 -5 blok di lahan pertanian yang telah lama tidur itu. Buah segar yang rutin dikonsumsi akan mampu membuat seseorang tetap segar, dan wajah yang feminin akan menjadi tambah cantik dan sehat.

Buah yang saat ranum memiliki warna merah menyala, sangat menawan dengan rasa manis asam yang khas. Dengan menyandang nama strawberry itulah kami memberi kesan bahwa buah ini, bukan buah biasa, artinya bukan bisa ditanam di sembarang tempat..

Merupakan buah yang harus ditanam dilokasi tertentu sehingga  banyak dijumpai didataran tinggi (1400 1500 DPL) yang tentu saja bersuhu dingin. Selain untuk dikonsumsi langsung, sebagai buah segar strawberry juga dapat diproses menjadi minuman segar (jus strawberry), selai untuk roti, dan bahkan dapat diproduksi sebagai tampilan cantik untuk pemanis pada kue-kue.Jadi tidak heran kalau buah strawberry sudah dibudidayakan secara luas.

Semisal adanya kelompok tani didesa Segamit, Rantau Dedap Semende Darat Ulu Muara Enim, kelompok usaha SOGO TANI didesa Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung Lahat saat ini memiliki kebun Strawberry hingga belasan hektar. Buah strawberry ini juga semakin istimewa karena buahnya berproses secara cepat, dari bunga, putik hingga menjadi buah yang matang merah dan segar hanya dalam hitungan minggu saja.

Pembiakan tunasnya hampir bersamaan dengan munculnya buah. Artinya, bibit yang ditanam bulan lalu akan dapat menghasilkan buah dan bibit baru secara bersamaan. Dengan demikian maka tunas-tunas baru yang menjalar dengan cepat harus tandurkan dalam polybag berdekatan dengan induknya.

UMUR PANJANG, PANENPUN DATANG

Bak kata pepatah, kalah beli menang pakai demikian hebatnya menanam Strawberry. Maksudnya adalah dengan membeli bibit induk Strawberry yang pasarannya seharga Rp.5 ribu per polybag maka dalam waktu sebulan saja dia sudah menghasilkan buah segar rata-rata 10 gram per hari dengan sekaligus memunculkan bibit baru sebanyak 2 4 tunas pada setiap rumpun induk.

Dan ini berarti bahwa satu rumpun lama (indukan) menghasilkan rata-rata 3 bibit baru dalam 3 poly bag yang kelak mampu dijual kembali kepada petani baru sebesar Rp.5 ribu per polybagnya. Demikian seterusnya, buah yang dihasilkan 10 gram per hari itu akan memberikan kontribusi kepada 100 rumpun yang ada dalam satu bedeng sebagai hasil per bedeng adalah 1 Kg yang saat ini harganya berkisar Rp.40 50 ribu per kilo. Asyiiik memang, tapi harus ditekuni dengan merawatnya dengan baik agar tidak diganggu oleh semut-semut hitam, karena semut jenis ini sangat doyan memakan Strawberry segar ini.

Usia panen setiap rumpun rata-rata dua tahun yang setiap harinya selalu memberikan buah, asal saja penanamannya pada bedeng-bedeng yang baik, menggunakan plastik mulsa yang proses pemupukannya dengan menggunakan pupuk kandang yang tersedia banyak dikandang kambing dan ayam.

Dan tentu karena pemangsa buah umumnya adalah semut, sebaiknya rumpun-rumpun Strawberry harus bersih dari semut dan caranya tanpa menggunakan pestesida. Mengingat buah yang terbuka (tidak berkulit) sering dikonsumsi langsung oleh konsumen yang datang kekebun maka penggunaan pestisida harus dihindari.

UNTUK PERAWATAN KECANTIKAN

Buah Strawberry ternyata tidak hanya nikmat, namun telah terbukti memberikan manfaat bagi kecantikan. Dibeberapa salon kecantikan ternama digunakan untuk perawatan kulit dan rambut. Ekstraknya sering digunakan dalam produk kecantikan para kaum hawa. Dan bagi para remaja kreatif dapat membuat sendiri ekstrak strawberry untuk perawatan kecantikan alami.

Ekstrak buah Strawberry digunakan sebagai bahan pembersih kulit, sabun dan masker wajah karena ekstrak ini mengandung vitamin C, asam salisilat, antioksidan dan exfoliant. Asam salisilat berfungsi menghilangkan sel-sel mati dari wajah sambil mengencangkan pori-pori. Asam ellagic merupakan antioksidan yang mampu memerangi kerusakan kulit dan mempertahankan keremajaan kulit.

Dengan demikian, maka ekstrak Strawberry mampu mengangkat kotoran, melembutkan kulit serta memberikan perlindungan terhadap adanya polusi.

Toner Kulit, Strawberry digunakan sebagai toner kulit. Menghaluskan buah srawberry hingga menjadi ekstrak jus, lalu campurkan dua sendok teh ekstrak strawberry, dengan 50 ml air mawar dan dinginkan di kulkas.

Anda dapat menggunakannya sebagai toner untuk menghilangkan kerut wajah. Jus ini dapat disimpan selama 10 hari.
Memperbaiki Kulit, berkat kandungan Vitamin C pada buah  strawberry memungkinkan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang terlibat dalam pembuatan kolagen.

Kolagen larut dalam air dan vitamin ini tidak dapat disimpan dalam tubuh dan harus disediakan dari sumber makanan. Bahwa, secangkir stroberi menyediakan 100% dari Recommended Daily Allowance (RDA) dari vitamin C, yang memainkan peran penting dalam memperbaiki kerusakan kulit.

Kondisioner Alami, ekstrak Strawberry dapat menambah kecantikan mahkota dan warna rambut makin bersinar berkat ekstrak yg digunakan untuk rambut Anda. Caranya adalah, hancurkan 7 sampai 8 buah strawberr matang dan tambahkan 1 sendok makan mayones hingga menjadi pasta halus. Oleskan ke rambut dan kulit kepala, tutup dengan topi mandi selama 15 sampai 20 menit. Bilas rambut dan keramas seperti biasa. Pasta strawberry ini bertindak sebagai kondisioner alami untuk memberikan rambut mengkilap alami.

Demikian kayanya kandungan vitamin didalam buah strawberry sehingga khasiat buah cantik dan merah menawan ini hingga lebih dari 12 macam khasiat untuk kecantikan dapat dihasilkannya seperti untuk Scrub Kaki, mengurangi kantung mata, mencegah hipertensi, menangkal alergi dan ashma, mencegah diabetes, melancarkan pencernaan, mencegah stroke dan kanker. Demikian ruar biasanya buah strawberry yang sekali anda mencicipinya, pasti suatu ketika ingin menanamnya. Selamat mencoba. Ayooo .***)

Continue Reading
Advertisement

Trending