Connect with us

Pendidikan

Gelar Lomba Video Pendek, Dinas Perpustakaan Asah Kreativitas Siswa

Published

on

Orator.id, PALEMBANG – Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar lomba video pendek promosi perpustakaan sekolah. Hal ini untuk mengasah kreativitas para siswa tingkat SMA.

“Lomba ini merupakan salah satu inovasi sekaligus terobosan yang kami lakukan untuk mengisi kegiatan siswa tingkat SMA sederajat di masa pandemi Covid-19 ini,” ucap Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Dra Fitriana,S.Sos,M.Si saat penilaian terbuka lomba video pendek di Aula Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel.

Disampaikannya, selain mengasah kreativitas para siswa dalam membuat video pendek, juga sebagai upaya meningkatkan minat baca dan kegemaran membaca dari siswa itu sendiri. Ajang ini juga terang Fitriana diharapkan dapat memacu perkembangan semangat berkompetisi perpustakaan sekolah agar dapat berkembang menjadi lebih baik lagi.

“Lomba pembuatan video pendek tingkat SMA sederajat ini merupakan bagian dari kegiatan pekan literasi pelajar menuju Sumsel Cerdas tahun 2020,” ucap Fitriana.

Diakuinya, pasca hantaman pandemi global Covid-19 yang sudah berlangsung selama kurun waktu 10 bulan terakhir ikut berimbas terhadap turunnya angka kunjungan di Dinas Perpustakaan Sumsel. Namun, hal ini tidak menyurutkan upaya jajarannya untuk tetap berbuat yang terbaik demi memajukan perpustakaan.

Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Sumsel ini mengatakan ajang ini direncanakan bakal menjadi agenda rutin tahunan dari Dinas Perpustakaan Sumsel.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Lomba Membuat Video Pendek Promosi Perpustakaan Sekolah, Drs Faisal menyebut lomba ini berlangsung mulai 4 September-20 Oktober 2020. Dimana untuk penilaian terbukanya dilaksanakan, Jumat (23/10) dengan 10 sekolah SMA/SMK terbaik dari 10 kabupaten/kota di Sumsel.

Sementara peserta lomba yang terdaftar sebanyak 33 siswa yang meng-upload video mereka masing-masing.

“Tujuan lomba selain membangun kreativitas siswa SMA/sederajat juga untuk berkarya dengan perangkat IT. Sekaligus mengenalkan keberadaan perpustakaan sekolah di lingkungannya,” ucap Faisal.

Untuk kriteria penilaian lomba salah satunya dinilai dari like terbanyak video yang sebelumnya telah di-upload ke instagram dan facebook Dinas Perpustakaan Sumsel. (riz)

Pendidikan

Siswa Tak Sabar Lagi Ingin Sekolah Tatap Muka

Published

on

Orator.id,Palembang-Imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka 1 Januari 2021 disambut gembira oleh siswa dan sekolah.

Pasalnya, selama delapan bulan lebih mereka harus melakukan KBM secara daring dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

“Senang sekali, karena bosan belajar lewat daring terus,” ujar Najwa, siswa SD Negeri 47 Palembang, Kamis (26/11/2020).

Selain bosan belajar daring, Najwa juga merasa kangen dengan teman-temannya serta para guru di sekolah untuk belajar tatap muka. Mendengarkan penjelasan secara langsung dan bisa bertanya secara jelas.

Menurutnya, belajar secara daring sulit dipahami karena selain faktor kebosanan juga media daring yang monoton.

“Semoga secepatnya kami bisa belajar seperti biasa, ketemu bu guru, ketemu teman dan lainya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 47 Palembang Hj Hana Rustina, S.Pd SD menyambut baik kebijakan KBM tatap muka.

Namun, pihaknya masih menunggu keputusan dan arahan dari Pemerintah Kota Palembang dan Dinas Pendidikan Kota Palembang terkait mekanismenya.

“Kita belum tahu bagaimana mekanismenya karena itu kita masih menunggu,” ungkapnya.

Sembari menunggu, pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan yakni menyediakan tempat cuci tangan, handsanitizer dan masker.

“Kita juga menyiapkan tempat duduk di kelas yang akan diberi jarak. Selain juga tempat cuci tangan yang sudah lama disiapkan di setiap ruang kelas lengkap dengan sabun cair,” tuturnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Guru Honorer yang Sudah Lama Bekerja Berharap Diangkat Tanpa Tes

Published

on

Orator.id,Palembang-Di tengah arus media sosial dan teknologi yang sangat cepat, momentum Hari Guru Nasional (HGN) menjadi penghargaan tersendiri bagi seluruh guru di dunia. Tak sedikit, yang mengucapkan HGN baik lewat media sosial maupun ucapan secara langsung.

Namun, di tengah banyak orang yang memuji guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, tentu banyak kisah guru yang pilu yang belasan tahun menanti sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seperti kisah, Dwi Apriani, seorang guru honorer yang sudah 19 tahun mengabdi hingga belum diangkat sebagai PNS. Ia sempat digaji Rp.50.000 per bulan. Bahkan untuk ongkos dan beli sepatu untuk mengajar saja tak cukup.

“Saya honorer sejak 2001 di SDN 112 Sako, dan tahun 2018 di SDN 47 Palembang sampai sekarang. Saya ingat sekali cerita pedih tapi berkesan,” tuturnya di sela-sela mengajar daring di SDN 47 Palembang, Rabu (25/11/2020).

Dwi menambahkan perjuangan untuk menjadi PNS sangat pedih dan pilu karena berbagai hal banyak ditempuh. Bahkan pada 2005 lalu sempat mendatangi Istana Negara dengan para guru honorer di Palembang untuk menggelar aksi. Hal yang sama diulang ke 2007 dan sempat diterima oleh Mensesneg.

Pasalnya, dulu Pemerintah menjanjikan guru K-2 akan diangkat sebagai PNS bahkan hingga 2020 tak ada kabarnya. Hingga saat ini para guru honorer pun masih menaruh harap.

“Tahun depan Mendikbud akan membuka PPPK, mudah-mudahan kami yang lama mengajar ini diprioritaskan. Kalau harus bersaing dengan yang guru-guru muda ini kami sulit,” jelasnya.

Menurutnya, perjuangan ikut lima kali tes PNS menjadi kisah yang cukup berat hingga berkali-kali tak menaruh hasil yang diharapkan. Ia berharap momen HGN ini ada kebijakan dan aturan pemerintah pusat bagaimana menghargai perjuangan guru honorer yang telah lama mengajar.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 47 Palembang Hj Hana Rustina SPd SD menyambut baik dengan adanya kebijakan baru Mendikbud RI Nadiem Makarim yang akan membuka PPPK bagi guru honorer tahun 2021.

Ia berharap 9 guru honor yang sudah lama mengajar di SDN 47 Palembang bisa ikut dan lolos di program PPPK.

“Pagi ini banyak balas WA yang mengucapkan hari guru. Kami bersyukur semoga guru-guru kita semua cepat PNS dan diangkat PPPK nanti,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Refleksi Hari Pahlawan: Nasib Guru Sebagai Pahlawan Kerap Diabaikan Negara

Published

on

Guru (ilustrasi)

Orator.id,Palembang-Momentum Hari Pahlawan 10 November 2020 ini menjadi momen tersendiri bagi masyarakat untuk kembali merefleksikan perjuangan sosok pahlawan.

Pahlawan saat ini juga banyak disematkan bagi guru yang banyak orang bilang tanpa tanda jasa. Terutama guru honorer yang sudah lama tak diangkat sebagai guru honorer.

Seperti dikatakan oleh Lili Kurniawati SPd SD yang sudah 15 tahun menjadi guru honorer hingga kini tak kunjung diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Masih segar diingatan nya gaji yang diterima hanya Rp250.000 setiap bulan. Jumlah jauh dari rasa cukup untuk kebutuhannya untuk satu bulan.

“Banyak suka dukanya jadi guru, apalagi sudah 15 tahun jadi guru honorer sampai sekarang belum PNS,” tuturnya, Selasa (10/11/2020).

Guru yang mengajar di SD Negeri 95 Palembang ini mengaku di momen Hari Pahlawan ini ada kebijakan atau aturan pemerintah bagi guru honorer yang sudah 15 tahun mengabdi.

Apalagi, kebijakan pemerintah yang memprioritaskan Fresh graduated yang diangkat sebagai PNS ketimbang lulusan yang lama atau guru-guru lama.

“Itu yang membuat kami semakin pupus harapan. Semoga kami yang mengabdi lama ini diprioritaskan pemerintah,” harapnya.

Namun demikian, 15 tahun menjadi sosok guru tentu banyak menemui suka duka. Suka tentu bertemu anak-anak yang semangat belajar sehingga ikut senang melihat anak-anak yang memiliki mimpi dan cita-cita yang sangat mulia.

“Duka nya tentu kalau ingat honor yang gak cukup, apalagi kalau pas berangkat kehujanan, itu rasanya sedih sekali,” pungkasnya.

Tentu ketika ingat itu, ia selalu diingatkan konsep bahwa guru tanpa tanda jasa. Sebagaimana ia menyematkan orang tua sebagai pahlawan.(abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending