Connect with us

Pendidikan

STIE AMIK Lembah Dempo Resmi Menjadi Institut Teknologi Bisnis

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,Pagaralam – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) -AMIK Lembah Dempo resmi menjadi Institut Teknologi Bisnis (ITBis) Lembah Dempo. Hal ini ditandai launching perubahan status STIE AMIK Lembah Dempo menjadi ITBis Lembah Dempo yang dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah kota Pagaralam,civitas akademika,Dikti wilayah Sumsel,tokoh masyarakat serta para alumni yang telah banyak berkarir baik di pemerintahan maupun swasta.

Ketua Yayasan Lembah Dempo sekaligus Rektor ITBis Dr.Elvera SE.Msc menyampaikan perubahan serta peningkatan status ini dalam rangka peningkatan mutu pendidikan tinggi di kota Pagaralam dengan penambahan fakultas dan jurusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kedepannya akan terus di tingkatkan hingga Lembah Dempo akan menjadi universitas pertama di kota Pagaralam.

“Alhamdulillah puji syukur atas pencapaian ini dan ke depannya Lembah Dempo akan terus ditingkatkan kualitasnya sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi dan keberadaannya akan memberikan manfaat yang semakin luas bagi dunia pendidikan,”ungkap Dr.Elvera, Jumat (16/10/2020)

Diketahui,di kota Pagaralam sendiri telah ada 4 sekolah tinggi yang beroperasi dengan jumlah mahasiswa telah mencapai puluhan ribu namun Lembah Dempo sendiri adalah vioner pendidikan tinggi yang dicita-citakan akan menjadi universitas lokal pertama di kota Pagaralam dimana kiprahnya telah banyak dikenal luas dengan jalinan kerjasama dengan berbagai universitas luar negeri seperti Jepang,Malaysia dan Philipina.

“Kedepan Lembah Dempo akan menjadi maskot pendidikan dan di rencanakan akan menjadi universitas lokal pertama,”ungkap Dr.Elvera.

Prof. Dr Nuril Furkan Mpd Koordinator LLDIKTI Wilayah II mengatakan, dengan hadirnya Institut Teknologi Bisnis ini akan memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Kota Pagaralam. Institut ini bisa mengambil peran untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dalam rangka menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul dari sisi prodi-prodi yang sudah tersedia saat ini.

“Harapan saya ini bisa dikelola dengan baik dan terus dikembangkan. Seluruh elemen harus merasa memiliki, selain itu kemampuan kita harus terus ditingkatkan agar bisa setara dengan kampus yang ada di kota besar demi kemajuan masyarakat Kota Pagaralam. Kami akan terus mendukung upaya yang dilakukan pihak kampus Lembah Dempo yang sekarang menjadi Institut Tekhnologi Bisnis (ITBis), kami juga sangat mendukung gagasan yang dilaksanakan pihak kampus dengan tetap mengacu pada Tridarma Perguruan Tinggi.

Sementara itu, Wali Kota Pagaralam Alpian Maskoni mengapresiasi atas keberhasilan Kampus Lembah Dempo yang sekarang meningkat menjadi Institut Teknologi Bisnis. Dengan capaian ini masyarakat bisa meningkatkan pendidikan ketingkat keperguruan tinggi tanpa harus keluar dari Kota Pagaralam.

“kami akan berupaya bersinergi dan terus membantu ITBis ini agar terus maju dan semakin maju.”tandasnya. (fik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Kepala Sekolah di Palembang Kritik Program Indonesia Pintar

Published

on

Orator.id,Palembang-Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah mendapatkan kritik keras dari kepala sekolah. Misalkan Kepala SD Negeri 57 Palembang M Fazkurullah SPd. Ia menilai program PIP yang dijalankan oleh Pemerintah tidak memiliki sistem yang profesional.

Mengapa ia bisa mengatakan seperti itu? Hal ini dijelaskannya karena banyak data-data yang tidak sesuai dengan permintaan sekolah sehingga hasilnya pun berbeda. Mulai dari data penerima PIP yang sudah masuk SMP tapi masih dapat dari sekolah asal yakni SD bersangkutan.

” Tahun lalu siswa yang diusulkan 350 siswa hanya 300 yang terealisasi, dan tahun ini dari 350 siswa yang di usulkan hanya 271 yang terealisasi,” ujar M Fazkurullah SPd, Jumat (15/1/2021).

Ia menambahkan bahwa bantuan PIP adalah untuk anak-anak yang pintar, anak-anak yang berprestasi dan anak-anak yang kurang mampu.

” Jadi pemerintah seharusnya, sesuaikan dengan permintaan data yang diberikan oleh pihak sekolah, karena data yang diberikan oleh pihak sekolah itu adalah data yang akurat, yang betul-betul dibutuhkan oleh siswa,” jelas Fazkur.

Selain itu kata Fazkur, pemerintah juga harus mengupdate setiap tahun data-data yang diberikan oleh pihak sekolah. Ia mencontohkan ada 5 siswanya yang tidak bisa mengurus PIP di SMP mereka bersekolah sekarang.

” Mereka tetap dapat uang PIP tersebut tapi mengurusnya harus tetap dari SD yang mana tempat mereka berasal dapat, artinya kan mempersulit siswa, ia kalau SMP mereka dekat dengan SD, kalau jauh kan susah,” terang Fazkur.

Nah mereka-mereka yang sudah lulus ini, lanjut Fazkur, terdaftar di SD sebagai siswa kelas 6.

” Jadi harapannya ke depan sistem dari pusat diupdate setiap tahun data-data yang diberikan oleh pihak sekolah, supaya tidak ada lagi data-data yang diusulkan tahun lalu muncul kembali,” harap Fazkur.

Untuk diketahui besaran PIP sendiri berjumlah Rp.450.000, untuk setiap siswa pertahunnya, PIP bukan hanya diperuntukkan bagi SD, tetapi juga SMP, SMA, SMK atau MA. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Siswa Tak Sabar Lagi Ingin Sekolah Tatap Muka

Published

on

Orator.id,Palembang-Imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka 1 Januari 2021 disambut gembira oleh siswa dan sekolah.

Pasalnya, selama delapan bulan lebih mereka harus melakukan KBM secara daring dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

“Senang sekali, karena bosan belajar lewat daring terus,” ujar Najwa, siswa SD Negeri 47 Palembang, Kamis (26/11/2020).

Selain bosan belajar daring, Najwa juga merasa kangen dengan teman-temannya serta para guru di sekolah untuk belajar tatap muka. Mendengarkan penjelasan secara langsung dan bisa bertanya secara jelas.

Menurutnya, belajar secara daring sulit dipahami karena selain faktor kebosanan juga media daring yang monoton.

“Semoga secepatnya kami bisa belajar seperti biasa, ketemu bu guru, ketemu teman dan lainya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 47 Palembang Hj Hana Rustina, S.Pd SD menyambut baik kebijakan KBM tatap muka.

Namun, pihaknya masih menunggu keputusan dan arahan dari Pemerintah Kota Palembang dan Dinas Pendidikan Kota Palembang terkait mekanismenya.

“Kita belum tahu bagaimana mekanismenya karena itu kita masih menunggu,” ungkapnya.

Sembari menunggu, pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan yakni menyediakan tempat cuci tangan, handsanitizer dan masker.

“Kita juga menyiapkan tempat duduk di kelas yang akan diberi jarak. Selain juga tempat cuci tangan yang sudah lama disiapkan di setiap ruang kelas lengkap dengan sabun cair,” tuturnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Guru Honorer yang Sudah Lama Bekerja Berharap Diangkat Tanpa Tes

Published

on

Orator.id,Palembang-Di tengah arus media sosial dan teknologi yang sangat cepat, momentum Hari Guru Nasional (HGN) menjadi penghargaan tersendiri bagi seluruh guru di dunia. Tak sedikit, yang mengucapkan HGN baik lewat media sosial maupun ucapan secara langsung.

Namun, di tengah banyak orang yang memuji guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, tentu banyak kisah guru yang pilu yang belasan tahun menanti sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seperti kisah, Dwi Apriani, seorang guru honorer yang sudah 19 tahun mengabdi hingga belum diangkat sebagai PNS. Ia sempat digaji Rp.50.000 per bulan. Bahkan untuk ongkos dan beli sepatu untuk mengajar saja tak cukup.

“Saya honorer sejak 2001 di SDN 112 Sako, dan tahun 2018 di SDN 47 Palembang sampai sekarang. Saya ingat sekali cerita pedih tapi berkesan,” tuturnya di sela-sela mengajar daring di SDN 47 Palembang, Rabu (25/11/2020).

Dwi menambahkan perjuangan untuk menjadi PNS sangat pedih dan pilu karena berbagai hal banyak ditempuh. Bahkan pada 2005 lalu sempat mendatangi Istana Negara dengan para guru honorer di Palembang untuk menggelar aksi. Hal yang sama diulang ke 2007 dan sempat diterima oleh Mensesneg.

Pasalnya, dulu Pemerintah menjanjikan guru K-2 akan diangkat sebagai PNS bahkan hingga 2020 tak ada kabarnya. Hingga saat ini para guru honorer pun masih menaruh harap.

“Tahun depan Mendikbud akan membuka PPPK, mudah-mudahan kami yang lama mengajar ini diprioritaskan. Kalau harus bersaing dengan yang guru-guru muda ini kami sulit,” jelasnya.

Menurutnya, perjuangan ikut lima kali tes PNS menjadi kisah yang cukup berat hingga berkali-kali tak menaruh hasil yang diharapkan. Ia berharap momen HGN ini ada kebijakan dan aturan pemerintah pusat bagaimana menghargai perjuangan guru honorer yang telah lama mengajar.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 47 Palembang Hj Hana Rustina SPd SD menyambut baik dengan adanya kebijakan baru Mendikbud RI Nadiem Makarim yang akan membuka PPPK bagi guru honorer tahun 2021.

Ia berharap 9 guru honor yang sudah lama mengajar di SDN 47 Palembang bisa ikut dan lolos di program PPPK.

“Pagi ini banyak balas WA yang mengucapkan hari guru. Kami bersyukur semoga guru-guru kita semua cepat PNS dan diangkat PPPK nanti,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending