Connect with us

Berita

Perusahaan Farmasi Raksasa AstraZeneca Hentikan Uji Vaksin Covid-19

Published

on

Perusahaan farmasi raksasa Inggris-Swedia, AstraZeneca menghentikan uji coba global vaksin Covid-19 setelah seorang partisipan sukarelanya jatuh sakit setelah menerima vaksin eksperimental tersebut.

LONDON-Perusahaan farmasi raksasa Inggris-Swedia AstraZeneca telah menghentikan uji coba global vaksin Covid-19-nya yang berskala besar karena seorang partisipan sukarelanya jatuh sakit setelah menerima vaksin eksperimental itu.

Perusahaan tersebut Selasa mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan jeda dalam uji coba merupakan “tindakan biasa yang harus dilakukan kapan pun terjadi kondisi sakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan dalam salah satu pengujian, sementara kasus ini diinvestigasi, memastikan kami tetap mempertahankan integritas uji coba.”

AstraZeneca mengembangkan vaksin yang disebut AZD1222 itu bekerja sama dengan University of Oxford, Inggris. Vaksin itu sedang diujicobakan dalam Fase 2 dan Fase 3 yang berskala besar di beberapa negara, termasuk di AS, Inggris, Brazil, Afrika Selatan dan India. AZD1222 adalah satu dari tiga vaksin Covid-19 yang sedang dalam uji coba tahap akhir Fase 3 di AS.

Ampul-ampul dengan stiker "Vaksin Covid-19" dan alat suntik, 10 April 2020. (Foto: Ilustrasi/Reuters)

AS Pesan 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca

Perusahaan tersebut tidak mengungkap kondisi sakit partisipan itu. Tetapi harian New York Times memberitakan bahwa sukarelawan yang berbasis di Inggris itu didiagnosis mengidap mielitis transversa, suatu sindrom peradangan yang mempengaruhi sumsum tulang belakang dan kerap dipicu oleh infeksi virus. Tetapi harian itu menyebutkan tidak diketahui apakah penyakit sukarelawan itu terkait langsung dengan vaksin AZD1222.

Beberapa jam sebelum mengumumkan jeda uji coba vaksin Covid-19-nya, AstraZeneca bergabung bersama delapan produsen obat lainnya dalam janji untuk tidak meminta persetujuan dari regulator pemerintah AS untuk vaksin apapun sebelum semua data menunjukkan vaksin itu aman dan efektif.

Para CEO dari sembilan perusahaan, yang mencakup Johnson & Johnson, Merck, Moderna dan Novavax, serta perusahaan yang memimpin dua proyek vaksin bersama, Pfizer dan BioNTech, serta Sanofi dan GlaxoSmithKline, mengeluarkan pernyataan berisi janji bahwa mereka “hanya akan meminta persetujuan atau otorisasi penggunaan darurat setelah vaksin menunjukkan keamanan dan kemanjuran melalui studi klinis Fase 3 yang dirancang dan dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan otoritas pengatur ahli,” termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

9 Perusahaan Obat akan Pastikan Keamanan Vaksin Covid-19 sebelum Minta Izin Pemerintah

Para CEO itu menyatakan mereka “akan selalu membuat keselamatan dan kesehatan individu-individu yang divaksinasi sebagai prioritas utama.”

Tekad bersama yang tidak biasa itu dimaksudkan untuk menyingkirkan kekhawatiran yang kian besar di kalangan pakar kesehatan bahwa perusahaan-perusahaan farmasi sedang dalam tekanan politik cukup besar untuk segera mengembangkan dan menyediakan vaksin Covid-19. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali memberi kesan bahwa vaksin yang sukses diuji coba dapat disiapkan sebelum pemilihan presiden AS 3 November mendatang.

Tetapi Moncef Slaoui, penasihat vaksin utama Trump yang juga salah seorang direktur pada prakarsa pemerintah “Operation Warp Speed,” yang mendanai banyak upaya untuk mengembangkan, menguji coba dan memproduksi vaksin potensial, mengatakan kepada badan penyiaran publik NPR pekan lalu bahwa “sangat tidak mungkin” vaksin akan mendapat izin sebelum Hari Pemilihan.

Pengujian vaksin Covid-19 di sebuah pusat tes di bandara Vnukovo di luar Moskow, Rusia, 7 Agustus 2020. (Foto: dok)
AS Tolak Ikut Upaya Global untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

PBB memperingatkan bahwa pandemi dapat membalik kemajuan yang telah dicapai selama puluhan tahun dalam menurunkan jumlah kematian anak-anak akibat penyakit yang dapat dicegah.

Suatu laporan baru dari tiga badan PBB – UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia, serta Divisi Populasi pada Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB – serta kelompok Bank Dunia menyatakan ada sedikit di atas 5 juta kematian yang dapat dicegah pada tahun 2019, dibandingkan dengan 12,5 juta kematian pada tahun 1990.

Tetapi laporan itu juga mendapati bahwa 68 persen responden di 77 negara melaporkan setidaknya ada beberapa gangguan dalam pemeriksaan fisik dan imunisasi pada anak-anak. Sebagian gangguan itu karena kekhawatiran orang tua bahwa anak-anak mereka akan terinfeksi virus.

PBB Serukan Dunia Tetap Prioritaskan Pendidikan di Tengah Pandemi

Dalam rilis persnya, Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan, sewaktu anak-anak tidak mendapat akses ke layanan kesehatan karena sistemnya kewalahan, dan karena perempuan takut melahirkan di rumah sakit karena khawatir tertular, mereka pun mungkin menjadi korban Covid-19.”

Pandemi juga terus mempengaruhi aktivitas sehari-hari di seluruh dunia. PM Inggris Boris Johnson, Rabu (9/9) diperkirakan akan mengeluarkan perintah yang membatasi jumlah orang yang ambil bagian dalam sebagian besar pertemuan sosial menjadi enam, dari 30 yang berlaku sekarang ini. Batas baru ini akan berlaku mulai pekan depan, sementara Inggris mengalami lonjakan hampir 3.000 tambahan kasus harian baru Covid-19 dalam beberapa pekan ini, angka yang tertinggi sejak Mei lalu.

WHO akan Evaluasi Peraturan Kesehatan Internasional Selama Pandemi

Para pejabat di Kabupaten Los Angeles, California, telah mengeluarkan perintah yang melarang sebagian besar aktivitas Halloween, yang biasanya dirayakan pada 31 Oktober.

Seperti dilansir VoA, aktivitas yang dilarang itu mencakup kegiatan tradisional trick-or-treating dari pintu ke pintu, sewaktu anak-anak mengetuk pintu untuk mendapatkan permen, dan trunk-or-treating, aktivitas serupa tetapi dilakukan dari mobil ke mobil. Berbagai acara di dalam dan di luar ruangan, termasuk karnaval, festival dan “rumah-rumah hantu” juga dilarang.

Para pejabat Kabupaten Los Angeles menyatakan hampir 250 ribu kasus virus corona telah dicatat di sana dan 6.036 di antaranya meninggal karena virus itu sejak pandemi mulai terjadi.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Survei : Masyarakat Takut Keluarkan Pendapat Saat Ini

Published

on

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi

Jakarta – Lembaga survei Indikator Politik merilis survei terkait pandangan masyarakat soal kebebasan mengeluarkan pendapat. Mayoritas responden mengatakan ada ketakutan mengeluarkan pendapat saat ini.

Survei ini dilakukan pada 24-30 September 2020. Dengan total responden 1.200 orang yang dipilih secara acak. Metode survei dilakukan dengan wawancara via telepon dengan margin of error sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%. Seluruh responden terdistribusi secara acak dan proporsional.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan survei ini diawali berdasarkan pertanyaan ‘setuju atau tidak warga makin takut menyatakan pendapat?’. Sebanyak 21,9 persen menyatakan sangat setuju dan 47,7 persen menjawab agak setuju.

Burhanuddin mengatakan masyarakat cenderung takut mengeluarkan pendapat saat ini.

“Sangat setuju 21,9 persen, yang menyatakan agak cenderung dengan pernyataan ini 47,7 persen, yang kurang setuju 22,0 persen dan yang tidak setuju sama sekali 3,6 persen,” katanya dalam rilis survei terbaru bertajuk ‘Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi’, Sabtu (25/10/2020).

Burhanuddin mengatakan ini menjadi peringatan. Dia meminta pemerintah harus lebih memperhatikan suara masyarakat yang tidak pro apa pun pendapatnya.

“Ini alarming, lagi-lagi kita ingatkan, ada situasi yang di bawah alam sadar masyarakat mulai takut ngomong, padahal dalam konteks demokrasi partisipatoris, warga itu justru harus di-encourage berbicara apapun isinya, terlepas berkualitas atau tidak berkualitas apapun pendapat mereka pro atau kontra dalam demokrasi harus didapatkan tempat yang sama dengan mereka yang propemerintah,” ujarnya.

“Tertinggi 53 persen responden menyatakan agak setuju, dan 20,8 persen sangat setuju dan 19,6 persen kurang setuju,” ucapnya.Responden juga ditanya terkait sulit atau tidaknya berdemonstrasi saat ini. Lagi-lagi hasil menyatakan masyarakat cenderung sulit berdemonstrasi.

Lebih lanjut, Indikator juga mengaitkan sikap aparat keamanan saat warga berdemonstrasi. Pertanyaan yang diberikan yakni ‘setuju atau tidaknya dengan pendapat kalau aparat makin semena-mena dengan massa demonstrasi?’.

“Yang menyatakan agak setuju yakni 37,9 persen, kemudian yang sangat setuju 19,8 persen, dan kurang setuju 31,8 persen. Jadi variabel kebebasan sipil belnya berbunyi, hati-hati jangan sampai kekecewaan ditimbulkan masyarakat. Karena bagaimanapun ada ekspektasi kepada Presiden Jokowi menjaga warisan paling mahal reformasi, yaitu kebebasan,” ungkap Burhanuddin seperti dilansir detik.com.

Continue Reading

Berita

Tukang Ojek Ditipu Oknum Polisi Gadungan. Uang Jutaan Rupiah Dibawa Kabur

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,PALEMBANG-Khairul Amar (58) seorang tukang ojek yang biasa mangkal Monpera Palembang melaporkan peristiwa pencurian dan penipuan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes palembang, Senin (26/10/2020).

Di hadapan polisi, korban mengaku peristiwa pencurian dan penipuan terjadi Minggu (25/10/202) sekitar 07.00 WIB, tepatnya di Jalan Dr Ak Gani, belakang Monpera, 19 ilir, bukit kecil,Palembang.

Dimana kejadian bermula ketika korban sedang mengendarai motor untuk menuju ke sebuah bengkel motor. Lalu tiba – tiba di perjalanan Tempat Kejadian Perkara (TKP), motor korban didekati pelaku seraya meminta menghentikan kendaran korban dengan paksa.

Untuk menekan korban, pelaku mengaku sebagai anggota Polri. Dan langsung menanyai korban bahwa korban membawa narkoba.

” Dia mengaku dari anggota polri, saya langsung menuruti perintahnya. Dan pelaku mencurigai saya membawa narkoba, lalu memeriksa tas saya dan mengambil uang saya terus melarikan diri. Saya baru sadar bahwa saya ditipu,” ujar korban warga Lorong Cahaya Bulan, RT 012, RW 005, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 2, Palembang.

Lebih lanjut ungkapnya uang korban yang dicuri merupakan uang dari hasil ngojek sejak lama.

“Niatnya mau saya gunakan untuk memperbaiki motor saya yang rusak,” ujarnya.

Adapun ciri-ciri korban, jelasnya, berbadan gemuk dan menggunakan motor Yamaha Aerox.

” Pelaku satu orang, untuk nomor BG nya saya tidak terlalu memperhatikan,” tutupnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Palembang AKP Irene membenarkan laporan tersebut. Pihaknya masih akan menyelidikinya. (edp)

Continue Reading

Berita

Dinilai Banyak Manfaat, Pengolahan Aspal Karet Dikembangkan di Muba

Published

on

Orator.id,SEKAYU – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru (HD) mengapresiasi langkah Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melakukan inovasi dengan mengoperasikan pabrik aspal karet berbasis lateks pravulkanisasi. Sebab, hal itu dinilai mampu sedikit mendongrak nilai jual komoditi karet di tingkat petani.

“Kita apresiasi inovasi ini. Dengan pabrik pengolahan aspal campur karet ini tentu akan menyerap produksi karet kita,” kata HD, saat menghadiri Peresmian Instalasi Pengolahan Aspal Karet Berbasis Lateks Tervulkanisasi di Kabupaten Muba, Senin (26/10).

Hadirnya pabrik pengolahan aspal karet tersebut diyakininya akan memberi keuntungan bagi para petani karet di Sumsel yang luasannya mencapai 1,3 juta hektar dengan jumlah produksi karet di Sumsel pada tahun ini diprediksi mencapai 978.611 ton karet kering. Dimana aspal akan dicampur dengan kandungan karet alam sebesar 7 persen. Dalam satu ton campuran aspal panas dapat dimanfaatkan kurang lebih sebanyak 60 kilogram karet.

“Memang hanya 7 persen, namun kita jangan melihat dari satu segmen saja. Karena ini salah satu alternatif membuka peluang bagi petani. Artinya kita menginginkan, karet untuk bahan baku aspal ini tidak bergantung pada harga internasional,” tuturnya.

Karena itu, Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba akan membuat hal itu menjadi sebuah e-Katalog. Dengan kata lain, harga karet tersebut tidak akan berubah.

“Kita sepakat akan membuatnya menjadi e-Katalog. Jadi karet ini kita buat memiliki harga tetap,” terangnya.

Disisi lain, guna mendorong keberlangsungan pabrik pengolahan aspal karet tersebut, dia meminta, ada sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov dan Pemkab atau Pemkot lainnya.

“Sinergitas itu harus ada. Aspal harus digunakan untuk jalan-jalan di Sumsel khususnya, karena ini berorientasi pada perekonomian para petani karet kita,” paparnya.

Bahkan, dia menegaskan akan membuat regulasi agar aspal karet tersebut digunakan juga oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi.

“Termasuk juga saya akan mengajak Bupati dan Wali kota lain untuk turut menggunakannya,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Muba, H Dodi Reza Alex mengatakan, inovasi pengolahan aspal tersebut sudah dilakukan sejak dua tahun belakangan.

“Setelah itu kami bergerak cepat untuk menerapkan inovasi itu. Pengolahan yang selama ini ada di Bogor dan Lampung, kita pindahkan ke Muba, apalagi Muba ini memiliki 300 ribu hektar lahan karet,” tuturnya.

Menurutnya, ada empat keuntungan dari aspal karet ini. Dimana aspal karet ini dapat bermanfaat berbagai aspek ekonomi masyarakat. Karena bahan baku diambil dari petani langsung. Tidak hanya itu, harga karet juga akan semakin baik.

“Dari sisi teknis, walaupun harganya mahal tapi umur jalannya dua kali lipat lebih awet. Kedap air. Tingkat kelenturannya bagus untuk daerah rawa seperti di Sumsel. Dari sisi bisnis pun demikian. Para pengembang mendapatkan harga kepastian dan bahan baku melimpah,” pungkasnya. (riz/rel)

Continue Reading
Advertisement

Trending