Connect with us

Opini

GUNUNG PATAH, TEMPAT SUPREME BERKIPRAH

Published

on

Tampak Gunung Patah tanpa kerucut

Oleh : Muhammad Goeril (Pemerhati Lingkungan)

BAK SYAIR LAGU, kegunung engkau ikut dan kelembah engkau turut benar-benar menginspirasi penulis untuk membuat catatan dan menceritakan tentang kiprah Supreme Enegy Rantau Dedap (PT SERD) yang sejak Februari 2014 melakukan kegiatan pemboran di kawasan Bukit Jambul – Gunung Patah.

Dan kalau kita memandang dari arah Timur, dari dusun Rantau Dedap desa Segamit kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) kabupaten Muara Enim terlihatlah Gunung Patah yang gagah. Walau runcingnya gunung telah hilang sejak berabad lalu namun kecantikannya memaksa kita akan terus terusan memandangnya. Tentu berbeda jika gunung Patah ini dilihat dari arah Barat Bengkulu yang terkenal sebagai Bumi Raflesia.

Barangkali tak banyak yang tahu kalau Bengkulu memiliki gunung yang masih diliputi dengan banyak misteri. Kebanyakan mungkin lebih kenal Gunung Berapi Bukit Kaba yang terletak di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Gunung yang kerap menjadi wahana pendakian bagi pencinta alam tersebut memiliki ketinggian sekitar 1.938 meter di atas permukaan laut.

Namun, kita tidak boleh mengabaikan gunung tertinggi yang ada di Bumi Raflessia. Gunung tersebut adalah Gunung Patah dengan tinggi 2.817 meter di atas permukaan laut. Tak kalah dengan Bukit Kaba, gunung yang berada di garis perbatasan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan menarik untuk ditelusuri. Apalagi lokasinya tepat di dalam kawasan hutan lindung Raje Mendare yang merupakan sumber mata air bagi dua provinsi.

Dengan elevasi 2.852 m, pada kordinat 4. 27*S 103.30*E dijajaran Bukit Barisan Sumatera maka Gunung Patah ini berpotensi juga sebagai tujuan wisata terutama bagi para pencinta alam pendaki gunung. Namun bagi perusahaan geothermal seperti PT SERD maka gunung Patah ini menjadi salah satu daerah penghasil uap panas bumi yang kelak akan dikelola dengan baik untuk menghasilkan listrik yang telah ditarget sebesar 2 x 110 MW sebagai tahap awal.

Dan potensi tersebut telah dapat dibuktikan dengan telah selesainya pemboran 6 sumur uap tahap eksplorasi tahun 2014 – 2016 yang kemudian dilanjutkan lagi dengan pemboran lebih dari 10 sumur eksploitasi (pengembangan) pada 2018 – 2020.
Sejalan dengan pemboran sumur-sumur dimaksud, dilakukan pula kegiatan konstruksi Geothermal Power Plant (GPP) dengan mendatangkan peralatan GPP berupa turbin, seperator, pipa-pipa steam line dan generator listrik. Sementara itu pula PLN Sumsel melakukan pembuatan dan pemasangan tower transmisi dari lokasi GPP ke gardu induk pembantu di desa Tanah Abang Semende Darat Laut (SDL) kabupaten Muara Enim.

Kegiatan proyek yang melibatkan perusahaan besar dan berpengalaman seperti PT Plumpang Raya Anugerah (PT PRA) yang menangani pemboran, PT Rekayasa Industri (PT Rekind) yang menangani konstruksi GPP dengan para subkontraktornya yang telah mampu menyerap lebih dari 800 orang pekerja lokal dari 2035 orang pelamar. Hal ini memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan daerah kabupaten dan kota terdekat seperti Muara Enim, Lahat dan kota Pagar Alam.

Selanjutnya nanti proyek ini akan dikelola langsung oleh PT SERD selama 30 tahun yang tentu saja kegiatan ini akan menambah pasokan listrik nasional yang ditargetkan pemerintah sebesar 35.000 MW. Dan bagi daerah akan memperoleh bagian dari Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai aturan yang telah tercantum didalam UU Panas Bumi.

Dan saat ini PT SERD telah menyelesaikan tahap eksplorasi dan eksploitasi yang insyaAllah akan memasuki tahap pemanfaatan produksi pada tahun depan (2021) dengan tahap output awal sebesar 92 MW yang akan disusul dengan tahap-tahap berikutnya. Dengan demikian maka arus income perusahaan mulai mengalir sebagaimana arus listrik yang merambat dikabel-kabel listrik, ditower-tower milik PLN hingga keperalatan konsumen dikota dan desa-desa. Dengan demikian kewajiban perusahaan membayar PNBP kepada negara mulai dilakukan sehingga proses pembagiannya ke pemda kabupaten dan Kota terlaksana pula sesuai mekanisme yang ada.

Seperti yang kini telah diberikan oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) kepada pemda kabupaten Muara Enim ditahun anggaran 2020 sebesar 34 % PNBP adalah suatu contoh nyata. Dan tentu saja nilai tersebut akan dapat dipakai membiayai program pembangunan daerah. Kalau PGE telah berproduksi sejak 2019 maka mari kita dukung dan doakan PT SERD agar dapat berproduksi tahun depan. Amiiin yaa Rabbal alamiiin. (*)

Tak Pernah Patah Harapan (Puisi)

Gunung patah yang kehilangan runcingnya sejak jutaan tahun lalu, tiada penah gundahwalau kini ber predikat “gunung perawan” ia tetap menawan, dan selalu senyum dikejauhan

Adalah supreme energy yang jatuh cinta kemudian membalas senyumnya dengan gairah dan harapan dengan menancapkan besi-besi pemboran menembus lapisan demi lapisan, mencari mencari uap banyu bertekanan di celah-celah patahan yang merengkah oleh panasnya magma ciptaan Tuhan dan gunung patah yang gemar tersenyum di kejauhan bak gadis perawan yang tangguh bertahan mengundang perjaka tua yang kesepian
dalam angan dan harapan ……… !!. (Rantau Dedap Medio Agustus 2020)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Marhaban Ya Ramadhan..Bagaimana Persiapan Sambut Puasa?

Published

on

Oleh: Yoga Saputra (Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang)

SEBENTAR lagi kita akan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang, khususnya kaum muslimin, sebab di bulan ini diliputi oleh keberkahan, pahala kebaikan dll. Oleh karena itu, sepatutnya kita menyiapkan semaksimal mungkin untuk menyambutnya, karena para sahabat Nabi Muhammad SAW dan orang-orang sholeh terdahulu selalu membiasakan diri untuk menyiapkan segala sesuatu berkenaan dengan bulan suci Ramadhan. Jika orang sholeh tingkat tinggi seperti mereka masih menyiapkan diri, masa kita enggak.

Lalu pertanyaannya adalah persiapan apa saja yang harus kita lakukan untuk menghadapi Ramadhan secara optimal dan maksimal supaya Ramadhan kita berkualitas? Berikut saya sampaikan persiapan untuk menyambut Ramadhan sependek ilmu yang saya ketahui dari berbagai sumber dan yang pernah saya lakukan.

1. Fisik

Fisik sangat perlu dan penting untuk kita persiapkan, karena kalau fisik loyo, maka bisa mengakibatkan puasa kita di bulan Ramadhan terasa susah. Oleh karenanya, mari persiapkan fisik kita supaya lebih kuat menghadapi puasa dan ibadah di bulan Ramadhan. Caranya dengan melakukan latihan puasa sunnah sebelum Ramadhan, baik puasa Senin Kamis ataupun puasa Sunnah lainnya. Berolahraga semampunya juga bisa menjadi opsi untuk mempersiapkan fisik kita supaya kalau berpuasa tidak kaget dan biasa saja dengan rasa lapar dan haus.

2. Ilmu

Ilmu salah satu bagian terpenting untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan suci Ramadhan, karena bukankah orang yang beribadah disertai ilmu dengan orang yang beribadah atas dasar ikut-ikutan berbeda tingkatan amal dan derajat pahalanya. Jadi, mari mempersiapkan ilmu mengenai bulan suci Ramadhan baik itu mengenai amalan Sunnah di bulan Ramadhan, hal-hal yang membatalkan puasa di bulan Ramadhan dll.

3. Harta

Hal ini sebenarnya belum saya lakukan secara optimal, tapi bagi yang sudah memiliki kekuatan finansial yang memadai persiapan harta sangat penting, karena dengan mempersiapkan harta kita bersiap-siap untuk sedekah baik makanan takjil, infaq dan shodaqoh serta zakat fitrah. Tentunya berbagi di bulan suci Ramadhan kebaikannya berlipat-lipat ganda.

4. Hati dan Ruh

Jagalah hati dan ruh kita supaya di bulan suci Ramadhan tidak mengurangi pahala kebaikan, sebab dengan menjaga hati seperti ikhlas, menjauhi penyakit hati salah satunya iri dan dengki, menyambung silaturahmi serta saling memaafkan bisa membuat Ramadhan kita lebih berkualitas.

Semoga bermanfaat dan bisa kita terapkan sama-sama khususnya bagi diri saya sendiri. Akhir kata saya berharap bulan Ramadhan di Tahun ini bisa memberikan derajat taqwa kepada kita, seperti tujuan bulan Ramadhan yakni untuk menjadi pribadi-pribadi yang lebih bertaqwa setelah menyelesaikan ibadah sebulan penuh di bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

Continue Reading

Opini

Tren Aplikasi Tik Tok : Apakah Berdampak pada Konsep Diri Anak dan Remaja ?

Published

on

OLEH : M Hidayat (Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang)

KONSEP diri adalah salah satu aspek kepribadian yang mewarnai perilaku individu. Konsep diri merupakan bagian terpenting dalam kehidupan individu yang merupakan refleksi yang dipandang, dirasakan dan dialami individu mengenai dirinya sendiri. Adanya konsep diri akan menunjang individu menjalani hidup karena seseorang akan bertingkah laku sesuai dengan konsep dirinya.

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak dan masa dewasa, masa transisi ini seringkali membuat remaja bersangkutan dengan situasi yang membingungkan, satu pihak mereka masih kanak-kanak tetapi di lain pihak mereka sudah harus bertingkah laku seperti orang dewasa.

Remaja memiliki sikap, emosi dan pembawaan diri yang belum dapat dikatakan stabil karena mereka masih berada dalam tahap mencari jati diri dan konsep diri.

Sekarang ini kita hidup era globalisasi yang dimana perkembangan Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) semakin hari semakin berkembang, dan menjadikannya sebagai salah satu bagian terpenting bagi kehidupan manusia tidak terkecuali bagi remaja, karena remaja banyak dipengaruhi oleh adanya perkembangan Teknologi Infomasi dan Komunikasi tersebut.

Salah satu bagian dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah internet, kehadiran internet dalam kehidupan dianggap telah menjadi sebuah dunia digital yang menciptakan ruang kultur baru, hal ini semakin nyata dengan adanya media sosial.

Dengan hadirnya internet dan media sosial tentunya dapat memudahkan penggunanya dalam mendapatkan informasi sekaligus hiburan dari penjuru dunia tanpa harus terbatas oleh jarak dan waktu. Selain itu penggunaan media sosial oleh remaja dianggap sebagai salah satu wadah yang bisa membantu penemuan identitas diri.

Melalui media sosial remaja memiliki komunitas yang memberikan kesempatan untuk melakukan interaksi secara sosial dengan orang lain. Hal ini dilakukan agar remaja mendapatkan umpan balik tentang dirinya. Umpan balik ini lah yang dianggap penting untuk dijadikan pedoman dalam membentuk konsep diri remaja tersebut.

Di era komunikasi saat ini blog, wikipedia, dan jejaring sosial adalah bentuk media sosial yang paling umum dan sering digunakan oleh manusia di dunia ini dan jejaring sosial merupakan medium yang paling populer dalam kategori media sosial contoh media sosial diantaranya adalah Facebook, Twitter, WhatsApp, Skype, Instagram, Path, Tik Tok dan lain-lain.

Aplikasi Tik Tok berasal dari Cina, dan diluncurkan pada bulan September 2016 oleh Zhang Yiming. Aplikasi Tik Tok adalah platform video pendek yang dibuat dengan durasi 15 detik yang berbasis sosial dan didukung musik. Aplikasi Tik Tok digunakan untuk merekam, mengedit dan mengunggah ke beberapa media sosial sehingga dapat dilihat oleh teman-teman baik sesama pengguna aplikasi Tik Tok maupun yang bukan pengguna aplikasi Tik Tok, yang membedakannya dengan media sosial lain adalah aplikasi Tik Tok memiliki berbagai macam fitur yang bisa dinikmati penggunanya seperti adanya fitur spesial effects yang terdiri dari effects shaking dan shivering yang berfungsi untuk menciptakan sebuah video yang menarik, selain itu dilengkapi dengan fitur music backround dari berbagai artis terkenal dari berbagai penjuru dunia.

Untuk fitur wajah yang penggunanya dapat membuat video dengan berbagai rupa tampilan wajah unik mulai dari wajah lucu, seram, sedih, marah dan lain-lai.

Remaja sangat bergantung pada media sosial dan tidak bisa dilepaskan dari pandangan narsis dan kekinian, media sosial seakan sudah menjadi candu bagi mereka, segala hal yang berbentuk kegiatan ataupun aktivitas, pikiran dan perasaan seringkali di unggah oeh remaja melalui media sosialnya.

Selain itu remaja menggunakan media sosial tentunya dengan berbagai motivasi, bukan hanya untuk berbagi informasi dan inspirasi saja tetapi untuk menjadi salah satu ajang menunjukan kreativitas, pencitraan diri dan mengekspresikan diri baik dalam bentuk tulisan, foto, maupun video, selain itu penggunaan media sosial dapat digunakan untuk menunjukan eksistensi diri dikalangan lingkungan pergaulannya.

Apabila orang lain menganggap individu eksis, maka keberadaan individu tersebut sudah dianggap dan dapat diperhitungkan oleh orang-orang disekitarnya. Maka dari itu, eksistensi biasanya dijadikan acuan sebagai ajang pembuktian diri bahwa kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan dapat berguna dan mendapat nilai yang baik dimata orang lain.

Begitu juga yang rasakan oleh remaja pengguna aplikasi Tik Tok, mereka akan membentuk konsep diri yang sesuai dengan keingininnya untuk membentuk eksistensi diri kepada orang lain.

Dalam penggunaannya, aplikasi Tik Tok memiliki muatan positif, misalnya sebagai ajang hiburan, satu seni, mengimplementasikan dan mengeksistensi diri untuk memberikan kepuasan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Selain itu dengan menggunakan aplikasi Tik Tok penggunanya dapat mengeluarkan kreativitas dan bakat yang dimiliki misalnya seperti bernyanyi, dubbing, membuat konten-konten seru yang unik sampai dapat menjadikan seorang sebagai influencer seperti artis, selebgram, youtuber dan lainnya.

Sayangnya popularitas Tik Tok tidak hanya membawa dampak positif saja tetapi membawa dampak negatif juga, yang disebabkan oleh kurangnya konsep diri dari individu itu sendiri, misalnya dalam penggunaan baju yang sexy dan joget dengan goyangan yang erotis dan tidak pantas untuk dilakukan.

Ironisnya banyak penggunanya khususnya remaja yang mencoba untuk mengikuti hal tersebut, ini dilakukan untuk menjadi pusat perhatian kemudian menjadi viral. Banyak pengguna yang menggunggah video sejenis tanpa menyadari bahwa video yang ditiru bukanlah hal yang pantas untuk ditiru dan apabila tidak dikontrol dengan baik maka bisa menjadi kenakalan.

Berdasarkan kasus penggunaan aplikasi secara negatif dalam hal ini diperlukan peran dan dampingan dari keluarga dan orang tua dalam penggunaan smartphone dan memberikan pengarahan pada remaja agar dapat menggunakan media sosial, khusunya aplikasi Tik Tok dengan bijak dan positif.

Orangtua juga harus lebih aktif melihat aktivitas remaja di sosial medianya, dimulai dari teman-teman dunia mayanya, akun apa saja yang ia follow hingga postingan apa yang diunggah di sosial media.

Namun dalam suatu penelitian, penggunaan Tik Tok menilai bahwa konsep diri yang terbentuk oleh remaja masih berdasarkan ego salah satu contohnya ada satu statment yang menyebutkan bahwa tidak peduli terhadap perkataan orang lain, tentu saja hal ini perlu dipertimbangkan karena kita tetap harus memperhatikan kebutuhan atau kenyamanan orang lain khusunya yang berada di lingkungan sekitar.

Selain itu dalam pembentukan konsep diri perlu dilakukan tidak hanya sebagai ajang eksistensi diri tetapi juga harus dikolaborasikan dengan nilai lainnya seperti agama, budaya, dan lainnya. Untuk itu sejumlah pihak menilai bahwa kontrol dari orang tua untuk remaja pengguna aplikasi Tik Tok masih diperlukan karena seorang remaja adalah usia-usia masih mencari jati diri yang masih labil dan mudah terpengaruh oleh sekitarnya sehingga masih perlu pengontrolan dari berbagai sisi misalnya orang tua, keluarga atau teman dekat. (*)

Continue Reading

Opini

Artificial Intelligence & Intelligence In Leading

Published

on

Oleh :  Bambang Haryanto (Praktisi HR)

ADA sebuah cerita Cina kuno yang menggambarkan seorang pemimpin yang keras dan baik. “Suatu hari, seorang Kaisar menunjuk orang kedua dalam pemerintahan. Dia memanggil Perdana Menteri dan berkata kepadanya, “Bagaimana jika kita berbagi tugas? Bagaimana jika anda memberikan semua hukuman dan saya memberikan semua pujian? Perdana Menteri berkata, “baiklah. Saya akan memberikan semua hukuman dan anda memberikan semua pujian.”

“Tidak lama kemudian Kaisar menyadari ketika dia meminta seseorang melakukan sesuatu, mereka bisa mematuhinya bisa juga tidak. Akan tetapi setiap kali Perdana Menteri berbicara, semua orang bergerak.”
“Jadi Kaisar memanggil kembali Perdana Menteri dan berkata, Bagaimana kalau kita membagi tugas lagi? Sudah cukup lama anda memberikan semua hukuman di sini. Sekarang saya yang akan memberikan semua hukuman dan anda memberikan semua penghargaan. Jadi Perdana Menteri dan Kaisar bertukar peran.”

“Dalam beberapa bulan terjadi pemberontakan. Selama ini Kaisar seorang yang menyenangkan, memberikan penghargaan dan baik hati kepada semua orang, lalu dia mulai memberikan hukuman ke semua orang. mereka berkata,“Ada apa dengan orang tua aneh itu? Dan akhirnya mereka menyingkirkannya dari tahta.”
“Ketika mencari seorang pengganti, mereka berkata, “Kalian tahu siapa yang sekarang mulai berubah? Perdana Menteri. Lalu mereka menjadikannya Kaisar.” (End)

Sepenggal cerita yang disadur dari buku The New One Minute Manager, karangan Ken Blanchard & Spencer Johnson, M.D. Cukup menarik dan penuh arti yang mendalam, apa lagi di era saat ini tidak jarang Pemimpin lebih cenderung memilih untuk memberikan punishment dalam pembinaan atau bisa juga mencari keuntungan terhadap karyawan dari berupa sanksi tersirat maupun tersurat ketimbang rewarding people (Development, Career, maupun Compensation & Benefit), yang lebih parahnya lagi sanksi diberikan ketika organisasi atau perusahaan dan pekerja dalam keadaan baik-baik saja sehingga tanpa disadari atau tidak pemimpin tersebut telah merusak dan menghancurkan organisasi secara perlahan.

Agar sukses lebih cepat, pemimpin harus berorientasi kepada hasil maupun kepada manusia, dan bagaimana mungkin mendapatkan hasil jika tidak melalui manusia, karena manusialah yang menjalankan proses organisasi, dan didalam masa perubahan saat ini, Pemimpin yang paling efektif adalah Pemimpin yang mampu mengelola diri mereka sendiri serta orang-orang yang bekerja bersama mereka sehingga baik orang itu maupun organisasi mendapatkan keuntungan dari kehadiran mereka. Saat ini juga pelanggan menuntut pelayanan yang lebih cepat dan produk yang lebih baik. Kekuatan pikiran bukan hanya ditingkat eksekutif tetapi seluruh organisasi, karena kecepatan adalah kunci kesuksesan, memimpin dengan kolaborasi jauh lebih effektif daripada sistem kuno perintah dan kontrol tetapi harus di iringi juga dengan rewarding people sesuai tingkat pertumbuhan organisasi atau perusahaan sehingga akan terjalin engagement yang kuat antara karyawan dengan organisasi atau perusahaan.

Mereka yang merasa nyaman dengan dirinya sendiri membuahkan hasil yang baik, membantu orang lain merasa nyaman dengan dirinya sendiri adalah kunci produktivitas. Produktivitas lebih sekedar kuantitas pekerjaan yang diselesaikan. Tetapi juga kualitas.Tanpa memberikan produk berkualitas dan pelayanan yang diinginkan kepada pelanggan (eksternal maupun internal), kita tidak akan bertahan lama di dalam bisnis dan cara terbaik untuk mencapai hasil yang sukses adalah dengan manusia. Dan masalah hanya terjadi jika ada perbedaan di antara yang sebenarnya terjadi dan apa yang kita inginkan tidak terjadi.

Pemimpin menunjukkan cara melakukan sehingga tim dapat memahami dan melakukannya sendiri. Karena kepercayaan diri yang diusahakan membantu kita menghadapi semua perubahan yang terjadi. Kita diharapkan cukup percaya diri untuk berinovasi agar tetap berada di depan. Peraturan 80/20, yaitu 80% hasil yang benar-benar penting berasal dari 20% tujuan. Menit terbaik yang digunakan Pemimpin adalah menit yang diinvestasikan kepada orang lain. Diharapkan ada umpan balik karena umpan balik adalah sarapan sang juara, umpan baliklah yang membuat kita terus maju, dan membuat semua orang menjadi pemenang. Dan Jangan sampai terjadi sebagian orang disamarkan sebagai pecundang untuk mencapai tujuan.

Pemimpin tidak harus sering-sering mendapati seorang karyawan melakukan tugasnya dengan benar, karena karyawan yang baik mendapati diri mereka sendiri melakukan hal-hal yang benar. Tetapi berbeda untuk karyawan yang sedang belajar kerena kemajuan dan kemunduran serta untuk mendapatkan keuntungan berasal dari pujian dan dorongan orang lain. Hukuman tidak ada gunanya jika digunakan untuk karyawan yang masih belajar. Ketika memimpin orang lain, penting untuk diingat bahwa perilaku dan nilai adalah hal yang berbeda. Yang benar-benar berharga adalah orang yang mengelola perilaku mereka sendiri dan pemimpin akan menjadi lebih sukses ketika menghormati individu yang di arahkan.

Perilaku dan nilai merupakan cerminan seorang Pemimpin dalam setiap mengambil keputusan dan hal ini membutuhkan kecerdasan yang sangat mendasar yang harus dimiliki baik itu spiritual intelligence, emotional intelligence, intelectual intelligence maupun adversity intelligence, dalam membangun organisasi melalui orang-orang ini, tapi sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya dibahas terlebih dahulu berkenaan hak dan kewajiban karena hal ini adalah faktor pokok penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan organisasi dan perusahaan, yang paling sederhana bicara hak dan kewajiban adalah memenuhi dan menjalankan hak-hak normatif karyawan yang sudah diatur dalam undang-undang atau peraturan yang ada sehingga ketika membuat langkah strategis organisasi tidak lagi tersandung dengan ketentuan hukum yang berlaku sehingga bisa fokus dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Secara teknis pemimpin bisa menggunakan empat pendekatan pengambilan keputusan, dimana setiap keputusan memiliki dua parameter: sebandingkah dua pilihan tersebut, dan seberapa besarnya konsekuensi keputusan itu? Disusun dalam matriks, ada 4 pendekatan pengambilan keputusan. Diantaranya ialah:

1.Mudah dibandingkan, tanpa konsekuensi.
2.Susah dibandingkan konsekuensi kecil
3.Mudah dibandingkan, konsekuensi besar
4. Sulit dibandingkan, konsekuensi besar

Karyawan lebih setia dan produktif ketika mereka puas dan karyawan yang puas ini akan mempengaruhi kepuasan pelanggan (eksternal maupun internal) dan produktivitas organisasi. Kepuasan karyawan merupakan kombinasi reaksi afektif terhadap perbedaan persepsi tentang apa yang ingin diterima dibandingkan dengan apa yang sebenarnya diterima.

Oleh karena itu, organisasi harus berusaha memenuhi harapan karyawan untuk mendekati kepuasan karyawan dengan tetap melihat kondisi internal organisasi pada saat sebuah keputusan diambil. Selain itu, kondisi emosional karyawan juga dapat mempengaruhi kepuasannya dan ini memaksa Pemimpin untuk menciptakan, mempertahankan lingkungan kerja yang kondusif sesuai yang diinginkan organisasi.

Dalam dunia global yang berubah dengan cepat, orang-orang membutuhkan etika kepemimpinan lebih dari yang mereka butuhkan sebelumnya. Oleh karena itu, proses kepemimpinan akan menjadi sebuah pertanyaan bagi setiap karyawan. Konsep yang lebih sempit adalah kecerdasan dalam memimpin (Intelligence in Leading) yang akan menciptakan nilai bagi organisasi maupun diri pribadi pemimpin dan kecerdasan dalam memimpin ini setidaknya ada 4 kriteria yaitu; spiritual intelligence, emotional intelligence, intelectual intelligence, dan adversity intelligence yang harus ada di dalam diri seorang Pemimpin ketika mengambil sebuah keputusan baik berupa keputusan jangka pendek, menengah, dan panjang. Dibanyak organisasi yang telah bertumbuh dan berkembang menjadi sebuah organisasi yang besar pemimpin selalu berusaha untuk menjadikan karyawan adalah asset utama dan investasi jangka panjang sehingga dalam tata kelola organisasinya pemimpin selalu melibatkan karyawan yang ada didalamnya dan bahkan menyediakan tempat kerja dengan segala fasilitas disediakan didalamnya dan tidak berpikir lagi bagaimana organisasi mencari keuntungan sebanyak-banyaknya karena keuntungan akan datang dengan sendirinya serta tidak mengorbankan karyawan untuk mencapai tujuan karena pemimpin ini sadar bahwa maju mundur organisasi tergantung seberapa besar karyawan bisa menerima dari setiap keputusan yang diambil dari persepsi sesuai dengan fakta dan data yang ada.

Di Jumat Sore hari jam 17.00 di sebuah ruangan para karyawan bergegas untuk segera pulang tepat waktu karena week end telah tiba dan saatnya untuk beristirahat di rumah dan bersendau gurau dengan keluarga, dan ada percakapan singkat antara ketiga karyawan yang mereka duduk bersebelahan.

Petruk, “ Pak bro Sekalian, happy week end ya….ketemu di hari senin dengan semangat baru.” Dengan wajah berseri.

Baru datang ke tempat duduknya dari toilet, si bagong, “hati-hati dijalan ya Bro Petruk, salam buat keluarga” dengan lesung pipit sebagai pemanisnya.

Gareng yang lagi serius kerja, “iya ne bro petruk ninggalin kita berdua aja di kantor.” Sembari mengerjakan laporan yang sedang dia selesaikan.

Seketika itu juga si petruk mendekati kedua temannya ini, “bekerja itu adalah ibadah buat memenuhi kebutuhan keluarga di rumah terutama orang tua, istri dan anak-anak kita, jadi jangan sampai pekerjaan yang mengatur apa yang akan kita kerjakan.”imbuhnya kepada kedua temannya, dan langsung di jawab ketus oleh Gareng, “setuju, tapi pekerjaan saya saat ini intruksi dadakan dari Pak Bos Manajer kita, dan katanya harus diselesaikan segera karena laporan ini akan digunakan sebagai pengajuan tender puluhan triliun.”

Bagong yang baru duduk di kursinya langsung bergumam, “halah, emang tender menang apakah hasilnya terasa sampai ke karyawan, reng? Dan dirimu juga ne petruk kayaknya baru belajar agama bisa-bisanya mengatakan kerja adalah ibadah, jika ada pekerjaan seperti si Gareng ini apakah masih bisa dikatakan ibadah?,” dengan wajah yang sedikit serius dan meneruskan perkaataannya, “saya juga bakal pulang malam di week end ini, gara-gara tender ini juga saya diminta evaluasi 2 tender yang sedang berjalan dan intruksi ini barusan saja saya terima dari Pak Bos Manajer.”

“Ya inilah Pak Bos Manajer kita, maunya banyak sekali bahkan terkadang tidak ingat waktu, tempat dan perasaan kita tetapi tidak di iringi dengan kesejahteraan karyawan padahal perusahaan mengalami pertumbuhan, bahkan kebijakan yang dibuat masih ada yang bertentangan dengan perundang-undangan.” Kata Petruk.

Bagong, “sudah takdir, saya adalah Supervisor kalian tetapi mempunyai masalah yang sama soal perasaan, bekerja terpaksa diterima karena di tekan atasan yang tidak peduli terhadap bawahan, hehehehehe…..”

Gareng yang masih seriusan dengan pekerjaan, “saya malam ini ada janji sama istri mau berkunjung ke rumah ibu saya, akhirnya dibatalkan demi Pak Bos Manajer kita ini.”

“Saya pulang duluan ya….nikmati aja pekerjaan kita saat ini, semoga menjadi ladang ibadah buat kita nanti, apa yang bisa dikerjakan ya kerjakan dan jangan sampai merusak prestasi dan reputasi kita sebegai pekerja, sembari mencari rejeki di tempat lain.” Setelah itu petruk berjalan keluar ruangan dengan meninggalkan kedua temannya Bagong dan Gareng yang melanjutkan pekerjaannya. (end)

Cerita singkat diatas menggambarkan bahwa tempat kerja hanya sebagai tempat pelarian mencari aktifitas bukan tempat untuk aktualisasi diri karyawan jika dihadapkan pemimpin yang semaunya bukan pemimpin yang berusaha untuk mendesain organisasi demi kepentingan bersama dan kolaborasi pemimpin dengan semua anggota organisasi untuk maju bersama, secara waktu ini tidak baik karena kesejahteraan seorang karyawan ditentukan oleh kebijakan organisasi berkenaan karyawan yang seharusnya bersifat jangka panjang dan bukan sementara, jangan sampai tercipta iklim kerja seperti roda pedati yang bergerak jika hanya ditarik oleh sapi atas perintah yang mengendalikannya dan perlu di ingat, sesuatu yang terpaksa dilakukan akan menghasilkan sesuatu yang belum tentu biasa apa lagi luar biasa.

Nilai organisasi akan tercipta jika perilaku pemimpin mencerminkan seharusnya, karena kecerdasan yang dipunya bukan kecerdasaan buatan (artificial intelligence) yang kecerdasan ini dibuat untuk memenuhi ego dan nafsu manusia saat ini sehingga menghilangkan jati diri manusia sebenarnya yang kenapa manusia itu di ciptakan, kecerdasan yang ada pada diri manusia adalah karunia Tuhan yang digunakan dan agar bisa bermanfaat untuk sesama, bukan untuk dirinya semata sekaligus pembeda dengan makhluk lain yang telah diciptakan-Nya.

“Tujuan memulai perilaku kita. Konsekuensi memengaruhi perilaku selanjutnya.” (**)

Continue Reading
Advertisement

Trending