Connect with us

Berita

Virus Corona Sudah Tembus 10 Juta Kasus

Published

on

JAKARTA-Jumlah total kasus virus corona telah mencapai 10 juta di seluruh dunia, pada Minggu (28/6/2020) malam WIB.

Amerika Serikat dan Amerika Latin menjadi dua wilayah yang mengalami lonjakan kasus tertinggi belakangan ini.

Data dari Worldometers menyebutkan, ada 10.169.656 kasus Covid-19 yang tercatat di seluruh dunia sejak kemunculan pertamanya Desember tahun lalu.

Sementara itu jumlah kematian mencapai 502.808 di seluruh dunia, dengan pasien sembuh sebanyak 5.508.693.

Eropa tetap menjadi benua dengan dampak terparah akibat virus corona. Kantor berita AFP pada Minggu mencatat total 2.637.546 kasus terjadi di sana.

Angka kematian di Benua Biru juga cukup tinggi, mencapai 195.975.

Kemudian di Amerika Serikat total ada 2.510.323 kasus, dengan 125.539 korban meninggal.

Tingkat infeksi di seluruh dunia meningkat dua kali lipat sejak 21 Mei, dan 1 juta kasus baru tercatat dalam 6 hari terakhir.

Di Amerika Latin saja ada lebih dari 400.000 kasus baru sepekan terakhir, lalu kasus corona di India mencapai 500.000 pada Sabtu (27/6/2020) usai penambahan 18.500 kasus sehari, yang merupakan angka tertinggi dalam 24 jam.

Namun AFP menerangkan, data yang mereka kumpulkan dari otoritas nasional dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mungkin hanya menampilkan sebagian kecil dari jumlah kasus yang sebenarnya.

Banyak negara hanya menguji orang-orang yang sudah bergejala atau dengan kondisi serius, sedangkan ada juga beberapa negara yang tidak memiliki kapasitas untuk melakukan pengujian skala besar.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi di AS 10 kali lipat dari angka resmi, atau lebih dari 20 juta orang.

Penyakit pernapasan ini mulai merebak di 30 dari 50 negara bagian, terutama yang terbesar dan terpadat seperti California, Texas, dan Florida.

Di Amerika Latin dan Karibia virus bernama resmi SARS-CoV-2 ini juga menyebar cepat.

Pada 21-27 Juni Amerika Latin mencatatkan 408.401 kasus baru, berbanding 253.624 di AS dan Kanada, serta 121.824 di Eropa.

Secara total, Amerika Latin memiliki 2.432.558 kasus dengan 110.695 kematian hingga Minggu (28/6/2020) malam WIB.

Brasil menjadi negara dengan dampak terparah yakni 1.313.667 kasus, menyusul kenaikan 246.088 kasus dalam 7 hari terakhir.

Di bawahnya ada Peru (total 275.989 dengan 24.651 kasus baru pekan lalu), Chile (total 267.766 dengam 31.018 kasus baru), Meksiko (total 212.802 dengan 37.600 kasus baru), dan Kolombia (total 88.592 dengan 22.959 kasus baru).

Asia juga mengalami lonjakan kasus baru, terutama di India yang memiliki total 528.859 kasus termasuk 118.398 kasus baru dalam 7 hari terakhir.

Di bawah India ada Pakistan (total 202.955 dengan 26.338 kasus baru), dan Bangladesh (total 137.787 dengan 25.481 kasus baru).

Di Eropa jumlah kasus harian mulai stabil dalam sebulan terakhir, dengan penambahan kurang dari 20.000.

Meski begitu seperti dilansir kompas.com, WHO mewanti-wanti adanya “kebangkitan besar” virus corona di benua tersebut.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pengamat : Kasus Bupati Kutai Timur Bukti Politik Dinasti Koruptif

Published

on

JAKARTA-Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kutai Timur disebut sebagai bukti bahwa politik dinasti memberi jalan lapang pada korupsi.

Diketahui, KPK menetapkan Bupati Kutai Timur dan Istrinya, yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kutai Timur, beserta tiga orang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak swasta, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.

“Kejadian ini menandakan politik dinasti telah memberikan jalan yang lapang bagi perampokan keuangan negara. Politik dinasti telah melumpuhkan check and balance system antara Pemerintah dan DPRD,” kata Sekretaris Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, Herdiansyah Hamzah.

“Sebab kendali pengawasan berada di tangan satu keluarga. Jadi mustahil akan ada kontrol yang kuat dan memadai di bawah kuasa politik dinasti,” imbuhnya.

Dugaan korupsi dalam kasus ini, ditengarai berhubungan erat dengan kepentingan Pilkada di Kutai Timur, yang sedianya akan digelar tahun 2020 ini.

Menurut pria yang akrab disapa Castro itu, politik berbiaya tinggi (high cost politic) memang bukan satu-satunya faktor yang mendorong perilaku koruptif kepala daerah.

“Tapi biaya politik yang tinggi inilah, alasan yang memaksa para kandidat calon, khususnya petahana, untuk menghalalkan segala cara,” timpalnya.

Berdasarkan hasil kajian Litbang Kemendagri, biaya untuk menjadi Walikota/Bupati mencapai Rp20-30 miliar, sementara untuk menjadi Gubernur berkisar RP20-100 miliar.

“Ongkos yang harus mereka keluarkan ini, tentu saja tidak sepadan dengan gaji yang bakal diterima oleh seorang kepala daerah,” kata Castro.

“Ini semacam jatah preman atau upeti yang diberikan sebagai tiket untuk memenangkan tender barang dan jasa. Tradisi macam ini jelas akan melanggengkan tindakan korup dalam pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.Dia juga mengatakan OTT ini merupakan pertanda masih kuatnya politik transaksional dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Kepala daerah cenderung menggunakan pengaruhnya (trading in influence) untuk mengatur lalu lintas pemenang tender barang dan jasa, demi mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompoknya,” dia menambahkan.

Castro berpendapat keterlibatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD), dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam kasus ini menandakan OPD-OPD itu telah menjadi sapi perah kepala daerah.

“Tentu saja ada proses tawar menawar atau transaksi saling menguntungkan di antara keduanya, termasuk dalam proses seleksi atau keterpilihan kepala-kepala OPD tersebut,” katanya.

“Hal ini tentu saja merusak desain merit system manajemen lembaga pemerintahan kita, sebab telah terjadi spoil system yang memberikan dampak merugikan terhadap kualitas layanan publik,” jelas Castro seperti dilansir CNNIndonesia.

Continue Reading

Berita

Pasien Sembuh dan Positif Corona Bertambah

Published

on

Orator.id, Palembang-Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Virus Corona (Covid-19) Provinsi Sumsel yang juga Ahli Epidemiologi Sumsel, dr Iche Andriani Liberty mengatakan berdasarkan data yang masuk dipihaknya Sabtu (4/7/2020) jumlah total orang atau kasus pasien yang positif Virus Corona (Covid19) di Provinsi Sumsel mencapai angka 2000 keatas.

“Ya, per hari ini jumlah total pasien yang positif virus Corona di Provinsi Sumsel sebanyak 2.205 orang atau kasus,” katanya saat memberikan keterangan melalui aplikasi zoom di Command Center Pemprov Sumsel, Sabtu (4/7/2020)

Untuk hari ini saja terdapat penambahan sebanyak 49 orang atau kasus pasien yang Positif Virus Corona se-Sumsel.

“Dari 49 penambahan orang atau kasus pasien yang positif Virus Corona (Covid19) yakni 26 orang dari Palembang, 3 orang dari Banyuasin, 2 orang dari Lahat dan 1 orang dari Ogan Ilir (OI). Untuk pasien yang meninggal akibat virus Corona (Covid19) pada hari ini tidak ada penambahan atau masih tetap berjumlah 104 orang atau kasus,” jelasnya.

Sementara untuk kasus pasien yang sembuh dari Virus Corona (Covid-19) terdapat penambahan sebanyak 34 orang atau kasus.

“34 orang atau kasus sembuh, untuk Palembang sebanyak 16 orang, Banyuasin sebanyak 10 orang, Muara Enim sebanyak 5 orang dan Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 3 orang. Dengan penambahan ini maka jumlah total pasien yang sembuh sebanyak 1.147 orang atau kasus,” ungkap Iche

Iche menambahkan, total Orang Dalam Pemantauan (ODP) 8.797, yang selesai pemantauan 7.202 dan masih dalam pemantauan 1.590.

“Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total 1.036, selesai pengawasan 714 orang dan masih dalam pengawasan 322 orang,” katanya. (mna)

Continue Reading

Berita

Satres Narkoba Polrestabes Palembang Gelar Tes Urine Mendadak. Ini Hasilnya

Published

on

Orator.id,Palembang – Secara mendadak, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes (Kepolisian Resor Kota Besar) Palembang melakukan tes urine kepada seluruh anggota polisi di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (4/7/2020).

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Siswandi mengatakan seluruh anggota Sat Narkoba berjumlah 59 orang sudah dilakukan tes urine.

Tes urine tersebut sebagai implementasi dari instruksi Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri agar personil Polda Sumsel harus bersih dari narkoba.

“Instruksi Pak Kapolda, anggota harus bersih dulu dari dalam. Sebagai aparat penegak hukum, anggota Polri juga harus memberikan contoh pada masyarakat,” jelas Siswandi.

Siswandi bersyukur hasilnya seluruh anggota Sat Narkoba dinyatakan negatif narkoba.

Menurutnya, tes urine ini akan dilakukan secara berkala dan waktunya tidak ditentukan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, tes urine terus dilaksanakan. Selain memberantas peredaran narkotika khususnya di Palembang, kami juga terus mengecek anggota,” tukas Siswandi. (den)

Continue Reading
Advertisement

Trending