Connect with us

Pendidikan

Imbas Virus Corona, Dinas Pendidikan Perpanjang Libur Sekolah

Published

on

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto. (foto:ist)

Orator.id,Palembang-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang memperpanjang waktu libur atau belajar tanpa tatap muka bagi PAUD-SMP hingga 4 April 2020. Hal ini menyikapi penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 yang kian masif.

“Bagi guru- guru agar berperan aktif memberikan tugas-tugas lanjutan kepada peserta didik baik melalui media dalam jaringan (Daring), WhatsApp(WA) group dan sebagainya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto, Rabu (25/3/2020).

Zulinto menjelaskan bahwa pihaknya juga meminta kpada orang tua agar dapat membimbing anak-anaknya belajar di rumah serta membatasi ruang gerak anak-anak untuk beraktifitas di luar rumah sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebaran virus Covid-19.

Meski diliburkan, peserta didik diminta untuk tetap efektif belajar di rumah melalui kelas jauh, dengan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru atau kelas maya yang dikembangkan oleh Pustekom Pusdatin Kemendikbud, di bawah pemantauan guru dan orang tua.

Zulinto juga mengimbau, waktu libur yang diberikan ini tidak dimanfaatkan orang tua siswa untuk mengajak anak mereka berpergian di tempat umum. Dan Zulinto juga mengingatkan agar para orang tua untuk menjaga pola hidup sehat di lingkungan rumah mereka.

“Selain itu dia juga meminta agar membiasakan mencuci tangan. Untuk sementara waktu menghindari kebiasaan berpelukan dan mencium tangan,” pungkasnya.

Selain itu ia meminta siswa agar tetap tidak panik dan terus belajar mengembangkan potensinya baik bidang akademik maupun non-akademik. (abl)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Rektor UIN Raden Fatah Palembang Bikin Surat Terbuka Mengharukan

Published

on

Orator.id,Palembang – Penyebaran virus Corona atau Covid 19 yang ada di Indonesia berdampak pada lingkungan pendidikan, salah satunya ditundanya Wisuda Sarjana ke – 73 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Padahal, semestinya jadwal wisuda digelar pada hari Sabtu (28/3/2020). Kondisi ini, membuat Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr Muhammad Sirozi Phd membuat surat terbuka kepada seluruh peserta wisuda yang ke-73. Dan ternyata isinya bikin terharu.

“Ada 870 peserta wisuda yang telah terdaftar untuk merayakan wisuda bersama keluarga tercinta. Saya atas nama seluruh pimpinan UIN Rafah memohon maaf atas penundaan acara wisuda yang telah disiapkan dan dinantikan bersama,”katanya.

Dalam suratnya tersebut, ia menyampaikan ‘man proposes, god disposes’ kita yang berencana Allah yang memutuskan.

“Tentulah kita semua terutama orang tua dan peserta sangat kecewa atas penundaan ini, tapi hendak dikata apa. Demi kemaslahatan bersama,” katanya dalam akun media sosial Instagram @muhammadsirozi.

Untuk tidak menghambat perjalanan karir, Sirozi menyampaikan bagi alumni yang telah mendaftar wisuda agar dapat mengambil Ijazah di BAAK sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Mari kita berdoa, berikhtiar agar Covid-19 yang sangat kejam dan jahat ini menjauh dari kita semua. Menjauh dari bumi Indonesia agar semua program yang telah direncanakan dapat berjalan lancar kembali” Tutupnya. (tji)

Continue Reading

Pendidikan

UN 2020 Resmi Dihapus, Anggaran Dialihkan untuk Pencegahan Virus Corona

Published

on

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi)telah menyetujui peniadaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan sebagian anggaran Ujian Nasional digunakan untuk penanganan pandemi virus corona (COVID-19). Pemerintah memutuskan menghapus Ujian Nasional 2020 untuk melindungi peserta didik dari penularan virus corona.

“Kami melakukan berbagai re-alokasi anggaran. Ada beberapa yang kita tahu seperti program relawan manusia yang turut membantu penanganan COVID-19,” ujar Nadiem dalam konferensi pers dilansir Antara, baru-baru ini.

Saat ini, sudah ada sekitar 20.000 mahasiswa yang mendaftar untuk menjadi relawan kemanusiaan tersebut. Relawan itu terbagi dua medis dan nonmedis. Nadiem menambahkan saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan DPR terkait perubahan alokasi anggaran tersebut.

“Dana dari UN tentunya masih ada sisa yang tidak digunakan. Itu bisa kita gunakan untuk membantu penanganan bencana COVID-19 atau mendukung pembelajaran daring,” tambah dia.

Selain itu, sebagian dari dana UN akan digunakan untuk Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang akan diselenggarakan mulai tahun depan.

Continue Reading

Pendidikan

Belum Terbiasa, Ini Suka Duka Belajar Daring 

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,Palembang-Sudah sepekan lebih baik pelajar maupun mahasiswa di Kota Palembang dirumahkan untuk belajar melalui metode daring atau dalam jaringan.

Metode belajar tersebut diambil sebagai langkah awal pencegahan wabah virus Corona Virus Disease-19 (Covid-19) usai Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan status waspada.

Kecuali bagi yang tengah menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK/SMA, semua pelajar dan mahasiswa dirumahkan dan belajar daring, dari tugas biasa hingga teleconference, email, whatsAap atau menggunakan media sosial lainnya.

Lantas bagaimana evaluasi selama sepekan lebih menjalani daring? Ternyata tak sedikit yang mengeluhkan baik pelajar maupun mahasiswa, dari tak ada tugas hingga numpuk PR, bahkan asa yang pilih belajar tatap muka.

Alhasil, guru dan dosen pun harus berupaya menjelaskan agar tugas dan PR tersebut adalah selain sebagai pencegahan Covid-19 juga sebagai bentuk proses belajar meskipun di rumah.

Belum Ada Tugas dari Guru

Keluhan belajar dalam jaringan atau daring diungkapkan oleh Alika, salah satu siswa SMP Negeri 47 Palembang. Menurutnya, tak ada tugas dari guru karena pengumuman libur ketika itu Senin (16/3/2020) sore hari. Sehingga guru tak sempat lagi memberikan tugas kepada siswa-siswinya.

“Tidak ada tugas karena waktu itu kami sekolah Senin dan saat itu ada pengumuman dari sekolah libur karena dadakan jadi guru belum sempat memberi tugas. Hanya tugas dari guru yang mengejar hari Senin saja,” ujarnya.

Dikatakan Alika bahwa tugas itu pun hanya tugas menjawab soal dan dikumpul pada saat masuk ke sekolah. Sehingga tak ada proses belajar dalam jaringan sebagaimana mengumpul lewat email, WhatsAapp dan sebagainya.

Menurutnya, belajar daring tak efektif karena tak bisa langsung tatap mata muka, apalagi yang belum paham mengenai IT.

“Kalau tatap muka bisa dijelasi langsung oleh gurunya, jadi pelajaran Insya Allah bisa masuk tapi kalau belajar daring kan dari jarak jauh gimana kita mau ngisinya,” terangnya.

Mahasiswa: Kuliah Daring Sulit

Jika siswa mengeluhkan tak ada tugas dalam proses belajar dating, berbeda dengan Nofri, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Menurut Nofri, belajar daring mempersulit mahasiswa, apalagi bagi mahasiswa yang memiliki kendala internet yang susah. Sehingga proses belajar daring tak akan berjalan sesuai yang diinginkan.

“Setiap dosen kan kasih tugas, dan numpuk. Belum lagi yang belajar secara live, kalau internet lelet ya susah,” tegasnya.

Apalagi waktu belajar daring kan dua minggu, sementara setiap dosen kasih tugas. Mulai dari elearning dan tugas-tugas lain.

“Tapi kalau ini untuk pencegahan virus covid-19 bagus, hanya saja dosen kasih tugas yang proporsional jangan malah jadi beban mahasiswa karena semua dosen kasih tugas diwaktu yang sama dengan beban tugas yang banyak,” jelasnya.

Guru: Minta Siswa Kreatif Dengan Vidio Pendek

Guna melatih inovasi dan kreatifitas siswa di waktu belajar daring di rumah, Suprihatin, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang meminta siswa membuat vidio pendek yang bisa dikirim lewat email.

Pola tersebut diterapkan dan tak ada keluhan dari siswa. Malahan menurutnya belum ada keluhan siswa, baik merasa sulit, jenuh atau pun merasa terbebani banyak tugas.

“Jadi siswa kita beri tugas buat vidio pendek tetang materi koloid, mereka bebas memilih bahas apa, boleh cara pembuatan, boleh contohnya,” ujarnya.

Menurutnya, materi tentang koloid adalah campuran dua zat atau lebih yang heterogen, ukuran partikelnya berkisar 1 sampai 1000 nm yang tersebar dalam medium yang lain, contoh koloid misalnya susu, santan, tinta, darah.

Ia menilai metode daring dengan membuat vidio selain mengajarkan kreatif juga membuat siswa inovatif dengan proses belajar dengan suasana baru apalagi dengan memakai gawai atau gadgetnya. Selain itu materi lebih tersampaikan dan terkenang karena lewat pembuatan vidio.

Dosen : Ada Mahasiswa Minta Pilih Tatap Muka

Keluhan proses belajar daring disampaikan oleh Indri Aryanti MT, salah satu dosen Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Tak sedikit ia menerima keluhan dari banyak mahasiswa yang lebih memilih belajar tatap muka saja, jika diminta memilih.

Pasalnya, kuliah daring membuat mahasiswa dibebankan dengan tugas yang banyak dan numpuk harus dikerjakan semua dari semua dosen yang mengajar selama dua pekan libur.

“Iya memang banyak pilih tatap muka karena banyak tugas dari dosen-dosen. Seharusnya memang diberi tugas jangan terlalu banyak dalam waktu yang mepet. Karena dalam satu hari mata kuliah di Polsri tidak hanya 1 mata kuliah bahkan bisa 2 atau 3 mata kuliah,” urainya.

Tapi menurutnya, kebijakan sudah berjalan dan melalui sistem. Jadi mahasiswa wajib mengerjakan soal
menggunakan sistem pembelajaran online atau dikenal di Polsri menggunakan media LMS (Learning Management System).

“Dimana materi dan tugas untuk mahasiswa bisa di download dan di upload ke dalam system tersebut. Unt tatap muka bisa menggunakan video call melalui handphone,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending