Connect with us

Pendidikan

Ini Kiat Sukses Uswatun Hasanah, Mahasiswi Berprestasi UIN Raden Fatah Palembang

Published

on

Uswatun Hasanah

Orator.id,PALEMBANG-Menjadi mahasiswa berprestasi tentu sangat istimewa. Namun impian itu bukanlah untuk segelintir orang saja. Karena pada dasarnya semua mahasiswa bisa berprestasi, asalkan ia mau mencoba dan tekun berusaha.

Itulah yang disampaikan Uswatun Hasanah Mahasiswi Berprestasi yang masih kuliah di semester 2 jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) Palembang. Pada tahun 2019 lalu ia mendapatkan anugerah “STUDENT AWARD” dari pihak UIN RF Palembang.

Apa prestasi Uswatun Hasanah? ternyata
Uswatun Hasanah atau yang biasa dipanggil dengan Uswah mendapatkan banyak penghargaan. Pada saat mau Ospek dulu seluruh Mahasiswa baru disuruh mengumpulkan piagam prestasi yg pernah didapat. Uswah ternyata memiliki piagam-piagam penghargaan dari MI ( madrasah Ibtidaiyah ) sampai masuk UIN kurang lebih 100 piagam/penghargaan.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang,Prof Sirozi (kanan) saat memberikan penghargaan kepada Uswatun Hasanah atas prestasinya.

Atas prestasinya itu, Uswah dipanggil Bapak Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dan memintanya untuk membawa piagam asli prestasi-prestasi itu.

“Uswah juga selalu diikutkan di setiap event perlombaan dan Alhamdulillah selalu di Ridhoi Allah SWT, untuk menjadi pemenang” ujar Uswah saat diwawancarai baru-baru ini.

Pada semester 1 di UIN lalu, Uswah sudah berhasil mendapatkan 12 piagam prestasi. Diantaranya :
1. Juara 1 lomba Tausiah yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatab 14 November 2019
2. Juara 1 Syarhil Quran tanggal 23-24 November 2019 di Graha pendidikan POLSRI
3. Juara 1 lomba ceramah tingat Mahasiswa gebyar syiar ar risalah 14-19 Oktober 2019
4. Juara 1 lomba Dai/Daiyah se -sumatera selatan 13 Oktober 2019
5. Juara 1 lomba MTQ Semarak 22th Milad LDK BIDAR 19 Oktober 2019
6. Juara 1 lomba Dakwah tingkat umum 09 November 2019
7. Juara 1 lomba Tahfids kategori 5 juz dalam kompetensi seni Islam Melayu se Sumbagsel ke- II 14 Mei- 1 Juni 2019
8. Peringkat terbaik 1 cabang Hifzil Quran golongan 5 Juz putri pada MTQ ke-5 04-08 Februari 2019.

Dan masih banyak prestasi yang pernah diraih Uswah. Dan saat ini Uswah juga sedang proses menghafal Alquran. Dia mengaku masih menghafal di bawah 10 Juz.

“Aku mulai belajar menghapal Alquran ketika masih kelas 3 SD ( MI ). Dan Uswah bukan anak pondok pesantren, tapi Uswah cuma belajar Alquran di rumah dengan Ayah dan Ummi Uswah sendiri,” ujarnya.

Seperti diketahui, Uswah sendiri bukan saja berprestasi di bidang Dai dan Tahfidz namun Uswah juga sering menjadi MC di acara-acara Islam (Hari Besar Islam,dll) ataupun resmi (Acara Yudisium,Rapat,dll). Uswah juga bisa mengaji Tilawah, dan sering mengisi di acara Resepsi Pernikahan, akad Nikah, Hari-hari Besar Islam, Acara Resmi, dan lainnya.

Sekarang ini, selain menjadi Mahasiswa, Uswah juga berprofesi sebagai guru Tahfidz di MAN 3 Palembang, SMK Kesehatan Aisyiyah Palembang, MTs Negeri 2 Model Palembang, dan Guru Eskul Tilawah di MTs Negeri 2 Model Palembang.

“Setelah tamat MAN 1 Palembang, Uswah dipanggil oleh Kepala Sekolah MTs Negeri 2 Model Palembang untuk mengajar Tahfidz dan Tilawah, karena dulu Uswah adalah alumni sekolah itu, ” ucapnya.

Di bangku kuliah, dengan kegiatan yang padat ternyata Uswah juga tetap mempertahankan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dengan nilai sempurna yakni 4.00.

” Alhamdulillah nilai kuliah tidak terganggu sama sekali, sebab Dosen-dosen Uswah pun sangat mendukung kegiatan lomba yg Uswah ikuti” ujarnya.

“Cara Uswah memupuk semangat dalam belajar dan terus mengikuti lomba adalah Uswah selalu melihat keatas di bidang Ilmu pengetahuan, karena semakin kita belajar, kita akan merasa betapa sedikitnya ilmu yg kita miliki, karena Ilmu adalah sarana untuk mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana Hadist Rasulullah SAW yg berbunyi :

ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻷَﺧِﺮَﺓَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ

Artinya : Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia wajib baginya mempunyai ilmu, barang siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat wajib baginya mempunyai ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat wajib baginya mempunyai ilmu. (H.R.Tarmidzi).

Mahasiswi kelahiran 3 Desember 2001 ini memiliki kiat-kiat dari prestasinya.Tips nya adalah jawaban dari sebuah keberhasilan yaitu terus belajar dan tak kenal putus asa. Sesungguhnya orang yang sukses adalah orang yang paling banyak merasakan kegagalan. Dan ketika mereka mengalami 1 kali gagal mereka membalas gagal itu dengan 10 kali kebangkitan. Sehingga gagal itu menjadi bosan dengan sendirinya karena gigihnya mereka untuk bangkit dan terus bangkit.

“Maka jangan pernah putus asa, teruslah berusaha dan berdoa. Sukses tidaklah selalu dimiliki oleh orang pandai, tapi sukses akan dimiliki oleh orang yang selalu berusaha menjadikan diri nya lebih baik.”

Uswah juga berpesan agar terus berusaha untuk menjadi lebih baik.

“Jangan katakan “AKU TIDAK BISA”, karena itu adalah doa yang tidak baik untuk kita. Katakanlah : “AKU BISA” atau “AKU BELUM BISA”, karena dengan itu kamu akan senantiasa mencoba untuk menemukan sebuah alasan untuk berhasil,”ujarnya.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
” Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya”
( Q.S.Al-Baqarah/2:286 )

“Tiga hal yang tidak boleh hilang dalam perjuangan hidup : (1) Harapan
(2) Keikhlasan
(3) Semangat” tutupnya.

(cw-mey)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Kerjasama dengan Bank SumselBabel dan Alfamart, SMKN 1 Palembang Miliki Bank Mini dan Mini Market

Published

on

Launching Bank Mini di SMK Negeri 1 Palembang,Rabu (5/2/2020).

Orator.id,Palembang– SMK Negeri 1 Palembang melaunching Bank Mini dan One Mart atau mini market di lingkungan sekolah, Rabu (5/1/2020).

Kedua bisnis yang dikelola siswa sebagai pelaksana tersebut langsung dilaunching Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Reza Fahlevi MM dan dihadiri Manager Pemasaran BSB Oktaviandi, Rabu (5/1/2020).

“Kita langsung kerjasama dengan Bank Sumsel Babel untuk Bank Mini dan Alfamart untuk One Mart. Dan ini kita lakukan agar siswa nanti benar siap masuk Dudi dan bahkan kemarin siswa yang belum lulus sudah ditarik perusahaan-perusahaan,”jelasnya.

Hijrah menambahkan bahwa Bank Mini dan One Mart yang terletak di Kompleks Sekolah di belakang Pasar Cinde ini bisa melayani masyarakat baik berbelanja, menabung, bayar pajak, dan lain-lain.

Senada dengan itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Reza Fahlevi MM mengaku apresiasi dengan Kepala SMKN 1 Palembang dimasa-masa penghujung purnaakti tapi terus melakukan terobosan.

“Dan ini harus dicontoh kepala sekolah lain. Karena jadi kepala sekolah itu harus 4G yaitu Gagasan, Gerakan, Gaul dan Gila. Nah Gila ini adalah gerakan dan terobosan,”jelasnya.

Sementara itu dikatakan Direktur Operasional Bank Sumsel Babel (BSB( Oktiandi mengatakan ini merupakan Bank Mini pertama yang launching di sekolah. Ia berharap mereka pelajar yang di bawah binaan BSB nanti bisa terserap dan bekerja di BSB.

“Tapi tetap mereka juga akan melalui seleksi. Karena BSB juga konsen di pendidikan dalam mendukung literasi,”jelasnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Dana BOS Bagi Guru Honorer Ditambah

Published

on

Orator.id,Palembang-Jika sebelumnya sering terdengar gaji guru honorer yang kerap telat, bahkan hingga tiga bulan, di tahun 2020 di pastikan tak terjadi.

Pasalnya, dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk poin pembayaran gaji guru honorer akan ditambah dari 15 persen menjadi 50 persen.

“Karena dengan 15 persen sering telat, kadang kepala sekolah harus cari dana talangan, kadang pakai uang pribadi dulu itu yang terjadi. Sehingga turunlah kebijakan ini dari Pemerintah Pusat,”ujar Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya, Senin (3/2/2020).

Ia mengatakan berdasarkan hasil rakor di Jakarta pada 28 Januari lalu, bahwa bakal ada perubahan juklak dan juknis dana bos di tahun 2020.

“Berdasarkan hasil rakor beberapa waktu lalu, Mendikbud akan melakukan perubahan terkait dana bos ditahun 2020 ini,” jelasnya.

Terutama untuk anggaran dana pembiayaan atau pembayaran guru honor yang melalui dana BOS akan diperbesar lagi porsinya.

Rencananya, kata Herman dana untuk pembayaran guru honor akan diperbesar menjadi 50 persen alokasinya dari dana bos.

“Selama ini kan hanya 15 persen untuk sekolah negeri dan 13 persen untuk sekolah swasta. Kedepan berdasarkan wacana dari kementrian akan disamakan 50 persen porsinya dari dana bos,” jelasnya.

Sehingga, kata dia akan ada keleluasaan untuk pembayaran guru honorer sehingga tidak lagi menunggak atau pun kepala sekolah harus nombok terlebih dahulu.

“Selama ini kan kendalanya karena porsinya kecil jadi banyak yang kekurangan. Jadi porsinya tetap diperbesar sehingga pembayaran guru honorer ini tidak lagi terkendala,” ungkap Herman.

Sedangkan untuk peruntukan lainnya seperti pembelian alat-alat sarana dan prasarana, rehab dan lain sebagainya tidak diatur secara persentase melainkan digunakan sesuai kebutuhan.

“Misal sekolah butuh lima komputer silakan beli tapi sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Namun, kata dia untuk pengawasan dan laporan akan tetap dipantau.

“Nantinya juga dana ini akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah dari pusat tidak lagi melalui pemerintah daerah. Begitu juga pengawasannya dan laporan setiap sekolah juga melalui online e-laporan dan kita hanya menerima tembusannya saja,” pungkasnya.

Herman menambahkan wacana ini akan diberlakukan tahun 2020 ini sesuai dengan intruksi atau kebijakan pemerintah pusat.

“Kita belum tahu kapan pastinya sesuai rakor kemarin ini akan diberlakukan pada tahun ini, kita tunggu saja,” tegas Herman.

Ia pun berharap dengan adanya perubahan ini dapat lebih efisien dan lebih baik lagi.

“Tentu kita sangat mendukung dan hal ini sangat baik sehingga pembayaran guru honorer dapat berjalan lancar,”pungkasnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Mahasiswa Keguruan Diminta Pahami Budaya Sekolah, Tak Hanya Paham Mengajar

Published

on

Orator.id,Palembang-Pihak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) mewajibkan mahasiswa memahami budaya sekolah sebelum melakukan praktek mengajar atau kerap disebut Program Pengalaman Lapangan (PPL).

Pola itu diterapkan FKIP Unsri agar, seorang calon guru tak hanya paham bagaimana mengajar tapi juga menguasai standar capaian yang harus dilakukan sekolah.

“Untuk itu hari ini sekitar 200an mahasiswa kita lepas secara resmi untuk mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan atau PLP. Pelepasan ini juga sekaligus diisi dengan pembinaan dengan mengundang dari Dinas Pendidikan,” ujar Wakil Dekan 1 FKIP Unsri Dr Hartono MA usai membuka pelepasan PLP di Aula FKIP Unsri, Kamis (30/1/2020).

Ia menambahkan bahwa dari 200an mahasiswa tersebut terdiri dari enam program studi yang tengah menempuh studi di Unsri. Keenam program studi tersebut adalah ekonomi, sejarah, PKN, bimbingan konseling, PGSD dan PG PAUD.

“Mereka akan melakukan observasi di sekolah yang dituju dari SD sampai SMA selama satu bulan,”jelasnya.

Sementara itu dikatakan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya bahwa seorang mahasiswa dan calon guru memang harus memahami culture atau budaya di sekolah sebelum nantinya mengajar. Sehingga setelah mengikuti PLP di sekolah, mereka nanti akan PPL mengajar.

“Nah, dalam PLP ini mahasiswa wajib mengetahui mengenai 8 standar pendidikan nasional,”jelasnya.

Delapan standar pendidikan nasional yang harus dicapai sekolah tersebut adalah standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending