Connect with us

Berita

60 Pegawai BPPD Palembang Manipulasi Absensi Finger Print

Published

on

Orator.id,Palembang-Sebanyak 60 pegawai Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Non PNS terbukti memalsukan data absensi. Akibat pelanggaran tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang langsung memberikan sanksi Surat Peringatan (SP) 1.

Hal ini diketahui dari hasil laporan data absensi ke Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang pada evalusi 2019 lalu dan ditemukan hasil print out absensi yang digandakan. Bahkan yang paling mencolok terjadi di BPPD yang sampai 60 orang PNS dan non PNS.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa langsung menindak laporan ini dan melakukan sidak ke BPPD. Lantaran terbukti salah, ia langsung memberikan sanksi SP 1.

Sekda Ratu Dewa saat Sidak ke BPPD Palembang,Senin (13/1/2020).

“Langsung kita berikan peringatan pertama (SP 1) bagi yang memanipulasi ini,” katanya, Senin (13/1/2020).

Dewa mengatakan, dari hasil temuan ini diketahui bahwa modus pegawai memanipulasi data absensi ini mulai 2 sampai 6 kali, dan bahkan ada yang bisa titip absen, meski absensi sudah menggunakan sistem finger print.

“Mereka mengakali absensi, jadi waktu absen pagi titip dengan teman, nanti absen lagi dan modus ini bisa dilakukan dengan menggunakan jari teman (pegawai lainnya) waktu di awal memasukan data ke operator,” katanya.

Dari beberapa alasan yang dikemukakan pegawai, diketahui bahwa titip absen ini dilakukan untuk menghindari telat absen, karena jika telat dari jadwal masuk 07.30 WIB, maka akan langsung dipotong tunjangan kinerja. Ini juga tidak ada pengeculian dan harus dipatuhi semua pegawai.

“Kalau ada dinas keluar kota juga jelas ada surat tugas yang diketahui atasan,” ujarnya.

Dewa mengatakan, semua pegawai ini sudah diberikan Tunjangan kinerja (Tukin). Bahkan untuk BPPD itu ada tambahan lagi dari hasil tagih (pajak) dan termasuk OPD yang masuk zona integritas, serta memiliki kewajiban memberikan kinerja maksimal, agar capaian pajak daerah dapat optimal.

“Hasil data ini, selain diberikan SP 1, kemudian di rekomendasi BKPSDM untuk ditindak lanjut serta evalusi selama 1 bulan kedepan. Jika masih mengulangi akan kita mutasi ke tempat yang jauh (kalau pulang ke Sematang Borang kita Mutasi ke Gandus, intinya biar jadi pelajaran, sedangkan bagi non PNS kita putus kontrak di bulan berikutnya,” jelasnya. (kar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kisah Mengharukan Remaja Jadi Mualaf di Meja Operasi

Published

on

Kisah remaja bernama Graciella Victoria Safira menjadi mualaf viral di media sosial. Pasalnya, Graciella memutuskan masuk islam saat di meja operasi. (Foto/YouTube Ngaji Cerdas.)

JAKARTA – Kisah remaja bernama Graciella Victoria Safira menjadi mualaf viral di media sosial. Pasalnya, Graciella memutuskan masuk islamsaat di meja operasi .

Graciella yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa komunikasi penyiaran islam di Institut Ilmu Al Quran Jakarta, berbeda keyakinan dengan sang ibunda Elisabeth Janita Ruru. Elisabeth sudah memeluk islam lebih dahulu.

Meski demikian, Elisabeth tak pernah memaksa putrinya masuk islam atau sekedar membahas islam. Diakui Graciella, baik sang ibu maupun dirinya tetap menjalani agama masing-maisng.

“Sebelum-sebelumnya umi tetap anterin ke gereja. pokoknya tetep menjalankan masing-masing,” kata Graciella dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Selasa (26/10/2021).

Ketika Graciella duduk di bangku kelas 3 SMP, ia mengalami skoliosis dengan kemiringan hampir 90 derajat. Kondisi ini membuat perempuan yang akrab disapa Ceila itu harus menjalani operasi.

Selama sakit, Ceila sempat meminta kepada sang ibunda untuk ikut sholat tarawih. Meski tidak tahu soal sholat, Ceila tetap melakukannya. Ini menjadi pertama kalinya, ia sholat.

“Itu pertama kalinya sholat dalam hidup aku 23 rakaat. Rasanya Masya Allah banget. Benar-benar sampai malem,” ujar Ceila.

Saat mendekati hari operasi, Ceila mengaku ada kendala terkait penyakitnya sehingga sang ibu membuatkan pengajian untuk mendoakan Ceila. Dari pengajian tersebut, Ceila bertemu dengan Ustad Doddy Al Jambary.

Awalnya Ustad Doddy mengungkapkan bahwa berkat pengajian yang digelar untuk mendoakan Ceila, dirinya bisa bertemu seorang jamaah yang sudah lama tidak ditemui. Percakapan tersebut berlanjut pada tukar pikiran antara Ceila dan Ustaz Doddy mengenai islam.

“Dijelasin kalau di islam tetap percaya sama Nabi Isa tapi bukan sebagai Tuhan tapi sebagai nabi. Dijelasin runtutannya sama Ustad Doddy,” ungkap Ceila.

Mengenai percapakannya dengan Ustad Doddy, Ceila ternyata tidak pernah menceritakan hal ini kepada ibunya. Bagi Ceila, ini adalah hal yang sensitif. Ibu Ceila mengetahui percakapan anaknya dengan Ustad Doddy melalui handphone Ceila.

Ceila akhirnya berniat untuk masuk islam. Namun belum sempat terlaksana, Ceila sudah harus dioperasi. Sang ibu diizinkan untuk ikut masuk ke dalam ruang operasi karena Ceila terus menangis ketakutan.

“Karena aku nangis nggak bisa dimasukin obat bius, akhirnya umi masuk ke kamar operasi. Di mana umi bilang kita mau berdoa. Ikutin umi ya, mau baca Al Fatihah nggak? Dituntun dzikir, berdoa dan lain-lain,” papar Ceila.

Berdasarkan pengakuan sang ibu, dilansir Sindonews.com, Ceila saat itu meminta untuk bersyahadat. Padahal, Ceila sudah berada di meja operasi dengan penuh dokter dan suster.

“Dia bisikan ke aku, ‘aku kayaknya mau syahadat’. Dia aku peluk nangis gitu. Dia bilang mau syahadat, aku tanya yakin? Ya kalau mau syahadat kita baca sekarang,” beber Elisabeth.

Sudah 5 tahun lamanya Ceila memeluk islam. Ceila menegaskan keluarganya tidak pernah mempengaruhinya dalam keputusannya ini. Semua murni karena keinginannya. Ceila bahkan tidak mencari tahu islam melalui keluarganya, melainkan bertanya pada seorang ustaz.

Continue Reading

Berita

Ikutan Tagih Utang Bersama Istri, Pria di Banyuasin Malah Dibakar

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,Banyuasin – Temani istri menagih utang, Debi Apriyadi Latunda (25), warga Kelurahan Air Batu Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin malah dianiaya. Debi disiram Pertalite dan dibakar pelaku sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Palembang.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi Sik melalui Kapolsek Talang Kelapa Kompol Haris Munandar Sik mengatakan aksi pembakaran terhadap korban terjadi Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kondisi korban di rumah sakit usai dibakar pelaku karena ikutan tagih utang Rp500 ribu.

Kejadian itu berawal saat istri korban bernama Rina, menagih hutang sebesar Rp 500 ribu kepada istri pelaku pada Sabtu malam.

“Rina istri korban datangi kediaman pelaku, untuk menemui istri pelaku dengan tujuan menagih utang, ” kata Kapolsek didampingi Kanit reskrim Iptu Panji Nugroho SH, Senin (25/10/2021).

Rupanya saat ditagih utang tersebut, istri pelaku tidak senang sehingga terjadilah adu mulut dan saling dorong pada Sabtu malam itu yang didengar suami pelaku.

“Saat itu, Deka suami pelaku terbangun dari tidur dan langsung keluar,” jelasnya.

Akan tetapi korban Debi yang ikut mendampingi istrinya menagih utang, meminta kepada pelaku untuk tidak ikut urusan perempuan.

“Tak usah melok urusan betino, ” kata Panji menirukan perkataan Debi.

Rupanya pelaku merasa kurang senang, dan langsung mengambil pertalite yang ada dikediaman tetangganya yang menjual pertalite dan membakar korban.

“Pertalite itu disiram ke tubuh korban dan disulut pakai korek api. Pelaku sendiri sudah siap dengan melepas baju, antisipasi terkena percikan api, ” tukasnya.

Melihat korban tersulut api, pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan korban langsung dilarikan oleh istri dan tetangga ke rumah sakit di Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Informasinya korban alami luka bakar 13 persen di bagian leher. Akibatnya korban belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” ucapnya.

Anggota Polsek Talang Kelapa yang mendapatkan informasi itu langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku Deka dan dua rekannya.

“Identitas pelaku sudah diketahui, untuk peran dua rekan pelaku masih kita dalami,” imbuhnya.

“Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap, ” tegasnya. Pihaknya sendiri sudah menghubungi keluarga pelaku, agar yang bersangkutan untuk menyerahkan diri. (sen)

Continue Reading

Berita

Kena Covid-19, 144 Orang Ikut Ujian Susulan SKD CPNS

Published

on

Kepala Kantor Regional VII Badan Kepegawain Negara (BKN) Palembang, Margi Prayitno

Orator.id,Palembang-Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sudah berakhir 18 Oktober lalu. Namun masih ada 144 orang yang harus melakukan tes susulan dikarena terkena Covid-19.

Kepala Kantor Regional VII Badan Kepegawain Negara (BKN) Palembang, Margi Prayitno mengatakan, mereka yang melakukan penundaan tes karena positif Covid-19 dinyatakan dengan surat hasil swab PCR.

“Para pelamar wajib melaporkan kepada panitia instansi tempatnya melamar agar dapat dijadwalkan lagi,” katanya, Senin (25/10/2021).

Ia mengatakan, pelaksanaan tes susulan bagi pelamar CPNS akan ditempatkan di kantor BKN Regional VII Palembang, Jakabaring. Untuk tanggalnya disesuaikan setelah peserta sembuh dan dinyatakan dengan hasil tes swab PCR.

“Ada 144 orang, kemarin beberapa orang ada juga yang sudah sembuh, dia bisa langsung gabung tes bersama yang lain,” katanya.

Saat ini para pelamar CPNS dan P3K sedang menunggu pengumuman hasil SKD CPNS yang akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap 1 akan diumumkan tanggal 29 sampai 30 Oktober. Sementara tahap II diumumkan tanggal 13 sampai 14 November 2021.

Perlu diketahui, jadwal seleksi tahap 1 diperuntukkan bagi instansi yang menerima undangan Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Nomor: 1671/B-KS.04.03/UE/D/2021 tanggal 19 Oktober 2021.

Untuk tahap 2, diperkirakan jadwal tersebut diperuntukkan bagi instansi yang hingga kini masih belum menyelesaikan tahapan ujian SKD.

Dengan demikian, jadwal pengumuman hasil SKD bisa saja berbeda antar instansi, oleh karenanya pelamar mesti mengetahui instansi yang didaftar apakah menerima undangan tersebut.

“Untuk hasil SKD akan diumumkan melalui laman SSCASN serta laman resmi masing-masing instansi yang dilamar,” katanya. (kar)

Continue Reading
Advertisement

Trending