Connect with us

Berita

Rentetan Perampokan Disertai Pembunuhan Sopir Taksi Online di Palembang. Terbaru, Korban Ruslan Tewas

Published

on

Orator.id,Palembang -Upaya perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online di Kota Palembang menjadi momok yang kian menakutkan. Buktinya saja sejak 2018 hingga 2019 sedikitnya enam kejadian yang membuat bulu kuduk merinding. Dan umumnya motifnya karena ingin menguasai harta korban.

Dari aksi kejahatan itu , tak sedikit sopir taksi online tewas mengenaskan dan banyak juga sopir mendapatkan kekerasan benda tajam dan tumpul. Para sopir pun nyaris tewas dengan luka tusukan dan pukulan.

Tahun 2018 ada tiga kasus menghebohkan dengan tiga korban sopir taksi online tewas mengenaskan. Seperti sopir taksi online, Try Widyantoro (44) tewas dengan luka tusuk dan mayatnya dibuang di Banyuasin. Mayat korban baru ditemukan sudah menjadi tulang belulang. Korban Keduanya, Aji Saputra (25) juga tewas dengan luka tusuk dan mayatnya dibuang di daerah Musi Banyuasin. Ketiga, Sofyan (43) tewas mengenaskan dan ketiga kasus itu berhasil ungkap polisi.

Rupanya kawanan perampok tidak juga jera, tahun 2019, upaya perampokan masih saja terjadi. Dua korban berikutnya, nyaris tewas ditangan perampok. Mereka Heriyanto, sopir taksi online ini sempat ditusuk pakai obeng oleh penumpangnya pada 22 Maret 2019 namun sopir masih selamat.

Kemudian aksi terjadi pada bulan November 2019, korbannya Nova (37) yang menderita luka tusukan hingga puluhan kali. Ia berhasil selamat setelah keluar dari mobil dan teriak minta tolong.

Dan baru ini kejadian terjadi pada Sabtu (28/12/2019), sopir taksi online bernama
Ruslan Sani (43) tewas mengenaskan dengan luka tusuk hingga belasan kali. Korban warga Jalan Sematang Borang, Komplek RSC Blok 3E, Sako tewas di dalam mobil oleh pembunuhan sadis tersebut.

Dua pelaku pun perampokan disertai pembunuhan berhasil dibekuk polisi dipimpin langsung Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji.

Pelakunya yakni Sulaiman (37) warga Jalan Untung Suropati Rt 47, Jelutung Kota Jambi dan Abib Samudra (36) Jalan KH Azhari, Lorong Amal, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

“Alhamdulillah kita berhasil mengamankan kedua pelaku usai aksi yang mereka lakukan terhadap korban hingga meninggal dunia,” ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Reskrim Kompol Nuryono,Minggu (29/12/2019).

Menurut dia, kronologis peristiwa perampokan itu yakni kedua pelaku memesan taksi online dengan menggunakan akun Antoni, dengan tujuan ke Komp Perum Griya Asri Kel Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang. Dengan Titik jemput di Simp Kol Atmo Sekitar SMA Xaverius, Sabtu (28/12/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kemudian kedua pelaku dijemput oleh Korban dengan mengendarai Toyota Avanza Warna Hitam  No Pol BG 1442 RP. Setelah berhasil di jemput, ditengah jalan tersangka menjerat korban pada bagian leher dan menusuknya di bagian dada empat tusukan. Juga terdapat dua luka tusuk di perut sebelah kiri di leher sebelah kiri bagian belakang satu luka tusukan, di bagian kepala sebelah kiri enam luka tusukan sehingga korban meninggal dunia.

“Kita mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut dari warga yang memergoki kedua pelaku sedang membuang mayat korban, sehingga kita melakukan gerak cepat dan berhasil mengamankan kedua pelaku serta satu unit mobil korban, satu bila sajam stainless gagang kayu, satu buah gagang Senpi jenis Softgun warna hitam dan satu helai tali tambang warna Orange,” katanya.

Hingga kini, kedua pelaku sedang diinterogasi lebih lanjut oleh aparat kepolisian Polrestabes Palembang. (den)

Berita

Korban Virus Corona Tewas di China Naik Jadi 106, Jerman Umumkan Kasus Pertama

Published

on

WUHAN-Para pejabat di China mengatakan, Selasa (28/1/2020), Beijing, Ibu Kota China, mencatat korban pertama yang meninggal akibat infeksi virus corona jenis baru. Sementara itu, jumlah total korban meninggal akibat virus corona di negara itu bertambah menjadi 106 orang.

Kantor berita Reuters melaporkan di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak virus corona terhadap perekonomian terbesar di dunia, otoritas kesehatan melapokan kenaikan baru kasus penyakit tersebut. Dari jumlah tersebut enam kasus kematian berasal dari luar Kota Wuhan.

Meski kasus virus yang seperti flu itu sudah menyebar di banyak negara, termasuk yang terbaru di Sri Lanka dan Kamboja, belum ada kematian akibat virus corona yang dilaporkan terjadi di luar China.

Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa di Provinsi Hubei, di mana virus itu muncul akhir tahun lalu sudah dikarantina. Pemerintah menutup semua transportasi dan tempat-tempat umum. Virus corono jenis baru itu tampaknya merebak dari sebuah pasar yang menjual satwa liar.

Puluhan juta warga lainnya di Hubei juga terkena pembatasan perjalanan untuk membasmi virus itu sebelum menyebar ke seluruh China dan keluar negara itu.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, seperti dilansir Reuters, angka kematian akibat virus corona tercata 106 orang pada Selasa (28/1/2020), naik dari 81 orang pada sehari sebelumnya. Total kasus yang terkonfirmasi di China naik menjadi 4.515 kasus pada Senin (27/1/2020), dari 2.835 kasus pada Minggu (26/1/2020).

Pakar China: Virus Corona Jenis Baru Bisa Jadi Semakin Kuat

Sementara itu, Jerman menyatakan telah mengkonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona.

Kementerian Kesehatan Bavaria mengatakan, Senin (27/1/2020), seorang pria di Kota Starnberg, sekitar 30 kilometer barat daya Kota Munich, dipastikan positif terjangkit virus tersebut.

Kementerian dalam pernyataannya yang diunggah di situs web mengatakan pasien “dalam keadaan baik” dan diisolasi untuk observasi medis. Kementerian tidak memberikan rincian usia atau kewarganegaraan pasien, tetapi akan menggelar konferensi pers pada pukul 10.00 pagi waktu setempat hari ini, Selasa.

Continue Reading

Berita

Tim Jatanras Polda Sumsel Bekuk Pemalak dan Penusuk Anggota Polisi

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,Palembang – Roni (19), pelaku pemalakan sopir truk dan penusuk anggota polisi Aiptu EL ditangkap Tim Jatanras Polda Sumsel.

“Pelaku Roni ini pemain lama dan memalak di Macan Lindungan. Ia ternyata masih keluarga dengan pemalak-pemalak yang telah ditangkap lebih dulu,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Kasubdit Jatanras) Polda Sumsel, Kompol Suryadi, Selasa (28/1/2020).

Dikatakan Suryadi, para pelaku seperti Roni, April, dan Muslim Hermanto tinggal tidak jauh dari lokasi pemalakan. Muslim ditangkap tim Subdit Jatanras setelah aksi pemalakan viral pada akhir September 2019.

“Ada beberapa kejadian pemalakan sopir truk di lokasi sehingga dianggap neraka bagi sopir truk. Setelah kami telusuri ternyata mereka ini masih keluarga, masih dalam satu kartu keluarga,” imbuh Suryadi.

Muslim ditangkap pada akhir September tahun lalu bersama rekannya Fadly. Sementara April dan Roni kembali beraksi pada 17 Desember 2019 dan menyebabkan Aiptu EL mengalami luka tusuk di perut. (den)

Continue Reading

Pendidikan

Sekolah Gratis Terkesan Dihapuskan, Ini Tanggapan Kadisdik Reza Fahlevi

Published

on

Kadisdik Provinsi Sumsel, Reza Fahlevi

Orator.id,Palembang-Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan bahwa Program Sekolah Gratis (PSG) yang sudah berjalan selama ini dibuat menjadi Program Sekolah Gratis Berkeadilan.

Pasalnya, sekolah gratis hanya diberikan kepada yang benar-benar tidak mampu.
Bahkan, bagi siswa yang tidak mampu bukan hanya diberikan gratis masuk sekolah tapi juga diberikan pakaian dan juga sepatu.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel Drs H Reza Fahlevi MM, Selasa (28/1/2020)

“Kalau bicara sekolah gratis, maka sangat menarik, Gubernur Sumsel Bapak Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya sangat care. Siswa yang tak berkemampuan, bila perlu bukan hanya gratis, termasuk pakaian dan sepatu,”ujarnya.

Namun bagi yang berkemampuan dan kaya menurutnya banyak juga yang tak mau gratis dan ingin bayar. Sehingga kualitas pendidikan juga tidak baik kalau semua digratiskan.

“Jadi kita ganti menjadi gratis berkeadilan, namun kadang ada individu atau kelompok salah mengartikan, dan jangan dibuat politis,”tegasnya.

Pihaknya memastikan bagi siswa yang tidak mampu tidak akan ada ancaman dikeluarkan seperti ada informasi yang telah didapatkan. Menurutnya pihaknya memastikan jika ada siswa yang dikeluarkan gara-gara tak punya uang, maka pihaknya meminta siappun untuk melaporkan langsung ke Dinas Pendidikan Sumsel.

“Jadi kalau ada anak dikeluarkan hanya karena tak mampu bayar laporkan kami. Jangan kadang ada yang keluar, memang keinginan siswanya,”jelasnya.

Terkait program sekolah gratis berkeadilan yang berjalan saat ini pihaknya meminta komite jangan hanya mengelola dana wali murid saja tapi lebih luas dengan menjalin kerjasama.

“Jadi komite ke depan jangan hanya mengelola, cari akses, dari CSR misalnya,”tegasnya.

Jadi, dikatakan Riza, komite harus benar mendata detail mana yang harus dibantuk sekolah gratis dan mana yang bayar akan tetapi harus rapat semua wali murid.

“Misal, ada 300 siswa 50 siswa yang tak mampu, maka sisanya itulah yang diajak kompromi, bagaimana mengelola BOS, PSG, dan kalau kurang cari dukungan kerjasama,”pungkasnya. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending