Connect with us

Pendidikan

Tiga Kunci ini Pesan Dekan FISIP UIN Raden Fatah kepada Alumni

Published

on

Orator.id,Palembang -Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (Rafah) Palembang menggelar Yudisium ke V di lantai I Gedung Rafah Tower UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (26/12/2019)

Dekan FISIP UIN Raden Fatah, Prof Dr Izomiddin berpesan kepada para alumni untuk memegang tiga kunci yaitu terus berzikir, berpikir dan berkarya.

“Berzikir menjadikan kita orang yang tidak lupa terhadap Allah, orang tua dan almamater. Selanjutnya diiringi dengan berfikir yang menghasilkan karya,” katanya

Ke depannya, alumni akan bertambah kewajiban yang harus diimplementasikan. Kecerdasan intelektual yang diperoleh tetap harus berdiri pada kejujuran. Adapun yudisium ini merupakan awal untuk meningkatkan intelektual dan akhlak ke depannya.

Dekan menambahkan, dalam hidup ini ada tiga golongan manusia, yaitu orang yang tau bahwa ia tau, orang yang tidak tau bahwa ia tidak tau dan orang yang tidak tau tetapi seolah tau.

“Jangan menjadi orang ketiga yaitu orang yang tidak tau tetapi seolah tau. Hal itu merupakan kebobrokan intelektual,”ujarnya saat memberikan kata sambutan.

Izomiddin mengutarakan akan terus meningkatkan kualitas semakin baik lagi dengan bantuan doa dan kinerja untuk mencapai tantangan kedepan yakni visi FISIP di tahun 2025 untuk merumuskan GO ASIAN.

“Kita akan berupaya bagaimana caranya agar bisa Go Asia . Tidak gampang, harus melewati Go Nasional terlebih dahulu seperti akreditasi A, dosen harus meningkatkan diri dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ade Samutera, lulusan terbaik Fakultas FISIP UIN Rafah Palembang mengatakan yudisium bukanlah puncak prestasi yang digapai, namun yudisium dijadikan hadiah kecil yang dapat dipersembahkan kepada orang tua tercinta,teman-teman dan semua orang yang ada di sekitar.

Menurut Ade, dengan yudisium ini, bertambah juga tanggung jawab atas ilmu dan gelar yang didapatkan agar dapat terus berada di pundak.

“Semoga saja kami menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Mental didikan fakultas sedemikian rupa lah agar kami berjuang tak gentar untuk bersaing dengan ribuan orang di luar sana,” kata Ade yang meraih cumlaude dengan IPK 3.88. (tji)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Kepala Sekolah di Palembang Kritik Program Indonesia Pintar

Published

on

Orator.id,Palembang-Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah mendapatkan kritik keras dari kepala sekolah. Misalkan Kepala SD Negeri 57 Palembang M Fazkurullah SPd. Ia menilai program PIP yang dijalankan oleh Pemerintah tidak memiliki sistem yang profesional.

Mengapa ia bisa mengatakan seperti itu? Hal ini dijelaskannya karena banyak data-data yang tidak sesuai dengan permintaan sekolah sehingga hasilnya pun berbeda. Mulai dari data penerima PIP yang sudah masuk SMP tapi masih dapat dari sekolah asal yakni SD bersangkutan.

” Tahun lalu siswa yang diusulkan 350 siswa hanya 300 yang terealisasi, dan tahun ini dari 350 siswa yang di usulkan hanya 271 yang terealisasi,” ujar M Fazkurullah SPd, Jumat (15/1/2021).

Ia menambahkan bahwa bantuan PIP adalah untuk anak-anak yang pintar, anak-anak yang berprestasi dan anak-anak yang kurang mampu.

” Jadi pemerintah seharusnya, sesuaikan dengan permintaan data yang diberikan oleh pihak sekolah, karena data yang diberikan oleh pihak sekolah itu adalah data yang akurat, yang betul-betul dibutuhkan oleh siswa,” jelas Fazkur.

Selain itu kata Fazkur, pemerintah juga harus mengupdate setiap tahun data-data yang diberikan oleh pihak sekolah. Ia mencontohkan ada 5 siswanya yang tidak bisa mengurus PIP di SMP mereka bersekolah sekarang.

” Mereka tetap dapat uang PIP tersebut tapi mengurusnya harus tetap dari SD yang mana tempat mereka berasal dapat, artinya kan mempersulit siswa, ia kalau SMP mereka dekat dengan SD, kalau jauh kan susah,” terang Fazkur.

Nah mereka-mereka yang sudah lulus ini, lanjut Fazkur, terdaftar di SD sebagai siswa kelas 6.

” Jadi harapannya ke depan sistem dari pusat diupdate setiap tahun data-data yang diberikan oleh pihak sekolah, supaya tidak ada lagi data-data yang diusulkan tahun lalu muncul kembali,” harap Fazkur.

Untuk diketahui besaran PIP sendiri berjumlah Rp.450.000, untuk setiap siswa pertahunnya, PIP bukan hanya diperuntukkan bagi SD, tetapi juga SMP, SMA, SMK atau MA. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Siswa Tak Sabar Lagi Ingin Sekolah Tatap Muka

Published

on

Orator.id,Palembang-Imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka 1 Januari 2021 disambut gembira oleh siswa dan sekolah.

Pasalnya, selama delapan bulan lebih mereka harus melakukan KBM secara daring dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

“Senang sekali, karena bosan belajar lewat daring terus,” ujar Najwa, siswa SD Negeri 47 Palembang, Kamis (26/11/2020).

Selain bosan belajar daring, Najwa juga merasa kangen dengan teman-temannya serta para guru di sekolah untuk belajar tatap muka. Mendengarkan penjelasan secara langsung dan bisa bertanya secara jelas.

Menurutnya, belajar secara daring sulit dipahami karena selain faktor kebosanan juga media daring yang monoton.

“Semoga secepatnya kami bisa belajar seperti biasa, ketemu bu guru, ketemu teman dan lainya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 47 Palembang Hj Hana Rustina, S.Pd SD menyambut baik kebijakan KBM tatap muka.

Namun, pihaknya masih menunggu keputusan dan arahan dari Pemerintah Kota Palembang dan Dinas Pendidikan Kota Palembang terkait mekanismenya.

“Kita belum tahu bagaimana mekanismenya karena itu kita masih menunggu,” ungkapnya.

Sembari menunggu, pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan yakni menyediakan tempat cuci tangan, handsanitizer dan masker.

“Kita juga menyiapkan tempat duduk di kelas yang akan diberi jarak. Selain juga tempat cuci tangan yang sudah lama disiapkan di setiap ruang kelas lengkap dengan sabun cair,” tuturnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Guru Honorer yang Sudah Lama Bekerja Berharap Diangkat Tanpa Tes

Published

on

Orator.id,Palembang-Di tengah arus media sosial dan teknologi yang sangat cepat, momentum Hari Guru Nasional (HGN) menjadi penghargaan tersendiri bagi seluruh guru di dunia. Tak sedikit, yang mengucapkan HGN baik lewat media sosial maupun ucapan secara langsung.

Namun, di tengah banyak orang yang memuji guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, tentu banyak kisah guru yang pilu yang belasan tahun menanti sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seperti kisah, Dwi Apriani, seorang guru honorer yang sudah 19 tahun mengabdi hingga belum diangkat sebagai PNS. Ia sempat digaji Rp.50.000 per bulan. Bahkan untuk ongkos dan beli sepatu untuk mengajar saja tak cukup.

“Saya honorer sejak 2001 di SDN 112 Sako, dan tahun 2018 di SDN 47 Palembang sampai sekarang. Saya ingat sekali cerita pedih tapi berkesan,” tuturnya di sela-sela mengajar daring di SDN 47 Palembang, Rabu (25/11/2020).

Dwi menambahkan perjuangan untuk menjadi PNS sangat pedih dan pilu karena berbagai hal banyak ditempuh. Bahkan pada 2005 lalu sempat mendatangi Istana Negara dengan para guru honorer di Palembang untuk menggelar aksi. Hal yang sama diulang ke 2007 dan sempat diterima oleh Mensesneg.

Pasalnya, dulu Pemerintah menjanjikan guru K-2 akan diangkat sebagai PNS bahkan hingga 2020 tak ada kabarnya. Hingga saat ini para guru honorer pun masih menaruh harap.

“Tahun depan Mendikbud akan membuka PPPK, mudah-mudahan kami yang lama mengajar ini diprioritaskan. Kalau harus bersaing dengan yang guru-guru muda ini kami sulit,” jelasnya.

Menurutnya, perjuangan ikut lima kali tes PNS menjadi kisah yang cukup berat hingga berkali-kali tak menaruh hasil yang diharapkan. Ia berharap momen HGN ini ada kebijakan dan aturan pemerintah pusat bagaimana menghargai perjuangan guru honorer yang telah lama mengajar.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 47 Palembang Hj Hana Rustina SPd SD menyambut baik dengan adanya kebijakan baru Mendikbud RI Nadiem Makarim yang akan membuka PPPK bagi guru honorer tahun 2021.

Ia berharap 9 guru honor yang sudah lama mengajar di SDN 47 Palembang bisa ikut dan lolos di program PPPK.

“Pagi ini banyak balas WA yang mengucapkan hari guru. Kami bersyukur semoga guru-guru kita semua cepat PNS dan diangkat PPPK nanti,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending