Connect with us

Olahraga

Pelatih Teco Sukses Bawa Bali United Juara Liga 1

Published

on

Orator.id,Jakarta — Bali United hanya membutuhkan waktu lima tahun untuk jadi juara Liga 1, kompetisi sepak bola paling elite di Indonesia, pada 2019.

Setengah dekade yang dibutuhkan klub berjuluk Serdadu Tridatu ini dimulai dari pengambilalihan Putra Samarinda oleh pengusaha Pieter Tanuri.

Putra Samarinda yang ketika itu mengalami kesulitan finansial menjadi milik Pieter Tanuri pada 2014 dan berganti nama menjadi Bali United Pusam, sebelum akhirnya berubah Bali United FC seperti dikutip dari situs resmi klub.

Pada awal-awal menggunakan nama Bali United, klub asal Pulau Dewata itu kerap berada di papan atas beberapa turnamen.

Prestasi itu sejalan ketika kompetisi resmi kembali digulirkan usai sanksi FIFA. Pada Liga 1 edisi pertama di tahun 2019, Bali United langsung menempati posisi runner-up.

Sempat memiliki peluang juara, tetapi tim yang ketika itu dilatih Widodo Cahyono Putro justru tersandung menjelang kompetisi berakhir.

Di turnamen pra musim Piala Presiden 2018, Bali United kembali membuat gebrakan dengan berada di posisi runner-up setelah kalah dari Persija Jakarta.

Tetapi, di Liga 1 2018 prestasi klub kebanggaan Semeton Dewata ini justru anjlok. Usai jadi runner-up di Liga 1 2017, Bali United justru tercecer di posisi ke-11 klasemen akhir Liga 2018.

Seperti dilansir CNNIndonesia, Perombakan skuat dilakukan Bali United di awal musim ini guna kembali jadi penantang kuat juara Liga 1 2019. Stefano ‘Teco’ Cugurra yang membawa Persija juara Liga 1 2018 diboyong manajemen Bali United.

Di sektor tengah klub berjuluk Jalak Bali ini juga mendatangkan Paulo Sergio, gelandang yang mengantarkan Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.

Perbaikan tim itu membuahkan hasil maksimal. Bali United memenangi empat laga awal secara beruntun di Liga 1 2019 sebelum dilanjutkan dengan kemenangan di delapan pertandingan berturut-turut sejak akhir Juli hingga akhir Agustus.

Selain tampil apik di musim ini, Bali United juga melakukan gebrakan lain dengan jadi tim Asia Tenggara pertama atau yang kedua di Asia yang melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada Juni 2019.

Memasuki akhir kompetisi Liga 1 2019, Bali United mengalami penurunan dan berpeluang terancam kehilangan gelar juara usai gagal menang dalam lima pertandingan beruntun sejak akhir Oktober.

Performa buruk itu dimulai dengan diimbangi Persela Lamongan 1-1 di kandang sendiri. Berlanjut dengan hasil imbang lawan PSS Sleman 0-0 dan Persipura Jayapura 2-2.

Di pertengahan November Bali United menelan dua kekalahan berturut-turut, 0-1 dari PSIS Semarang dan 0-1 dari PSM Makassar.

Borneo FC yang menjadi rival terkuat Bali United saat ini secara perlahan mendekat dengan menjaga jarak jadi 12 poin di pekan ke-28.

Beruntung bagi Bali United bisa menang 3-2 atas Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta di pekan ke-29 Liga 1 2019. Sementara itu, Borneo FC justru kalah 1-2 dari Persela yang membuat jarak kedua tim menjadi 15 poin.

Dengan Liga 1 2019 menyisakan tiga pertandingan, Ilija Spasojevic dan kawan-kawan hanya butuh hasil imbang lawan Semen Padang di pekan ke-30 pada Senin (2/12).

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Jelang Final, Pelatih Vietnam Tunjukan Kesombongan

Published

on

Foto kiri : Pelatih Timnas Vietnam U-22, Park Hang-seo, kanan: Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri

MANILA-Final ideal tercipta di cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2019. Timnas Vietnam U-22 akan menantang Timnas Indonesia U-22 dalam final yang akan dimainkan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (10/12/2019).

Timnas Indonesia U-22 menyudahi perlawanan Myanmar 4-2 pada Sabtu sore (7/12/2019), sementara Vietnam menghantam Kamboja 4-0 pada Sabtu malam. Duel semifinal itu dimainkan di Stadion Rizal Memorial.

Setelah pertandingan kontra Kamboja, pelatih Timnas Vietnam U-22, Park Hang-seo, angkat bicara. Seperti dilansir dari Zing, ia mengirim pesan buat Indonesia.

“Vietnam dan Indonesia tinggal di hotel yang sama selama SEA Games ini, kami saling bertemu setiap hari, kami ini rekan. Kami sudah mengenal satu sama lain, dan kini bertemu di partai final. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia, kami sudah sama-sama bisa ke final. Pada akhirnya, saya berharap mereka juga bisa bersiap untuk laga terakhir nanti,” ujar Park Hang-seo.

“Timnas Indonesia U-22 itu tim paling seimbang, pemain mereka punya kualitas setara. Mereka layak ke final sebagai satu di antara tim terkuat di turnamen ini,” imbuhnya.

Meski begitu, Park Hang-seo enggan membicarakan perihal Indra Sjafri, nakhoda Timnas Indonesia U-22.

“Sebagai pelatih, tak ada komentar mengenai pelatih tim lawan. Namun, sebagai tim, saya pernah mengalahkan Indonesia di Bali, di penyisihan grup dan di Hanoi, saya juga ingin mengalahkan mereka lagi,” ucapnya, mengacu pada laga penyisihan Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Ketika itu, Indonesia kalah 1-3 dari Vietnam di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. Dan duel di Hanoi, baru berlangsung pada 4 Juni 2020.

Di sisi lain, ini akan jadi laga final pertama Vietnam di SEA Games sejak 2009. Lebih dari itu, Vietnam sudah menanti 60 tahun lamanya untuk bisa menggenggam medali emas dari ajang SEA Games.

Vietnam sejauh ini baru meraih satu medali emas SEA Games, itu pun saat pesta olahraga bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini masih bernama Peninsular Games, tepatnya pada edisi 1959.

Tak heran, duel kontra Indonesia di final SEA Games 2019 bak impian yang jadi kenyataan dan tinggal satu dorongan terakhir buat Timnas Vietnam U-22 untuk keluar sebagai pemenang serta menyabet emas pertama di era SEA Games.

“Terima kasih buat seluruh pemain. Saya dan pemain tahu suporter sudah menunggu 60 tahun untuk memenangi medali emas, kami punya satu laga tersisa. Saya akan mencoba memberikan yang terbaik untuk mewujudkan impian pendukung Vietnam,” kata pelatih asal Korea Selatan itu setelah laga kontra Kamboja.

Sementara, ada yang terlihat berbeda dari Park Hang-seo. Kalangan jurnalis Vietnam memperhatikan mata sebelah kanan sang pelatih yang memerah dan terlihat seperti bintitan.

Seperti dilansir bola.com, Park Hang-seo mengakui ia memang sedang mengalami sakit mata, namun belum mengetahui kondisi mata kanannya. Pelatih berusia 60 tahun itu berjanji segera menemui tim dokter.

“Tak ada yang serius dengan mata saya, tapi saya menang tak mau dekat-dekat dengan pemain dulu,” kata pelatih yang mengantar Vietnam menjuarai Piala AFF 2018 itu, bisa jadi karena khawatir menulari pemainnya.

Continue Reading

Olahraga

Timnya Tersingkir Lebih Awal, Pelatih Thailand Salahkan Timnas Indonesia

Published

on

Pelatih Thailand Akira Nishino (Foto: Bangkok Post)

JAKARTA-Hasil imbang 2-2 melawan Vietnam membuat Thailand gagal lolos ke babak semifinal SEA Games 2019.

Thailand kalah bersaing dengan Vietnam dan Indonesia di grup B dan harus mengakhiri dominasi mereka di ajang SEA Games dalam tiga edisi terakhir.

Pencapaian ini jadi kali pertama sejak 2009, Thailand tak lolos dari fase penyisihan grup.

Tersingkirnya Thailand membuat sang pelatih Akira Nishino mendapat banyak kritik. Pelatih asal Jepang itu mengatakan bahwa kekalahan dari Timnas Indonesia U-22 di laga perdana menjadi biang keladinya.

“Thailand memulai pertarungan di grup sangat buruk tapi perlahan kami makin baik, sayangnya kekuatan tim ini tak cukup untuk meraih hasil maksimal,” ungkap Akira Nishino dikutip dari The Thao.halaman 2 dari 2

Nishino juga menyesalkan pertandingan melawan Vietnam. Pasukannya sempat unggul dua gol cepat dalam kurun 15 menit pertama. Tapi Nguyen Tien Linh mengemas dua gol yang membuyarkan impian Thailand.

“Laga melawan Vietnam sangat berat bagi kedua tim, kerasnya pertandingan terlihat dari hasil. Tapi, saya siap bertanggung jawab,” tutup dia.

Mantan pelatih Timnas Jepang ini berharap para pemainnya membawa banyak pelajaran berharga untuk dipakai di masa mendatang.

“Saya berharap hasil di sini bisa membantu para pemain mendapat pengalaman untuk turnamen ke depannya,” ujar Akira Nishino.

Thailand sendiri merupakan peraih medali emas SEA Games dalam tiga edisi beruntun (2013, 2015, dan 2017). Akan ada juara baru di ajang SEA Games kali ini.

Continue Reading

Olahraga

Lima Srikandi Lolos di PON Papua September 2020

Published

on

Kontingen Atlet Catur Sumsel yang baru saja pulang dari Brastagi Sumut usai mengikuti ajang Kejurnas Pra PON.

Orator.id,Palembang-Sebanyak lima srikandi catur putri lolos di ajang Single Event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Prakualifikasi PON di Brastagi, Sumatera Utara pada 20-27 November 2019.

Kelima atlet catur putri andalan Sumsel tersebut adalah Alivia Novyansari WNM, Nyimas Sonya Nafa WNM, Nyimas Shieta Prima WNM, Alicia Fitri Wahida dan juga Xena Lorens.

Mereka pun akan tampil pada ajang multievent terbesar Tanah Air yakni PON Papua pada September 2020 mendatang.

“Ya, anak-anak baru saja pulang dari Kejurnas Pra PON di Brastagi, Sumut. Meski belum ada bantuan KONI Sumsel sampai kepulangan mereka namun berkat perjuangan atlet mereka bisa lolos ke PON Papua,”ujar Sekretaris Umum Percasi Sumsel, Mursili Tjik Aman, S.Sos, Jumat (29/11/2019).

Ia menambahkan jelang keberangkatan menuju Kejurnas Pra PON kemarin atlet catur Sumsel nyaris tak bisa berangkat karena KONI Sumsel belum bisa support pendanaan.

“Akhirnya kami mengupayakan mencari pinjaman dana ke Pengda Percasi Pali dan Pengda Percasi Muba. Kanapa kita pinjam dua Pengda tersebut karena atlet catur yang berangkat dari Muba dan Pali,”jelasnya.

“Kita ingin KONI Sumsel selaku induk semua cabang olahraga lebih maksimal lagi dalam mempersiapkan atletnya ke PON Papua. Karena perjuangan mereka untuk lolos PON sangat luar biasa,”tambahnya lagi.

Menurutnya, program Training Center (TC) atau pemusatan bagi atlet PON seharusnya mulai dipetakan. Terutama dukungan ke pengurus cabang olahraga yang secara teknis lebih paham kondisi atlet-atletnya.

“Sehingga persiapan maksimal dan tepat sasaran. Baru kemudian bicara harapan dan hasil PON Papua nanti,”urainya. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending