Connect with us

Berita

120.347 Orang Daftar CPNS di Sumsel

Published

on

Orator.id,Palembang-Tingginya minat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat dari data pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Hingga berakhirnya masa pendaftaran terdapat 120.347 orang mengisi formulir untuk 4.020 formasi yang disediakan.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Wilayah VII, Agus Sutiadi mengatakan, minat masyarakat untuk daftar CPNS cukup antusias. Tetapi masih banyak yang kurang teliti dan mengakibatkan tidak memenuhi syarat saat verifikasi.

“Berdasarkan data terbaru ada 7.961 telah verifikasi tidak memenuhi syarat,” katanya, Senin (2/12/2019).

Dari 4.020 formasi di Wilayah Sumsel, ada 120.347 yang mengisi formulir. Diantaranya melakukan submit 112.768, telah verifikasi memenuhi syarat 54.770, verifikasi tidak memenuhi syarat 7.961 dan belum diverifikasi 50.037.

“Setelah ini direncanakan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Februari 2020. Tetapi untuk tempatnya masih dikoordinasikan,” jelasnya.

Tingginya minat pendaftaran CPNS ini juga terlihat dari empat instansi di Sumsel yang paling diminati. Yakni, Palembang, Lahat, OKU dan Muara Enim. Di Palembang yang mengisi formulir ada 21.162, Lahat 13.242, OKU 11.591 dan Muara Enim 10.602.

“Banyak pelamar tidak berhati-hati, terburu-buru sehingga terjadi kesalahan. Seperti, pembatasan ukuran upload foto yang tidak sesuai, ketidaktepatan yang harusnya upload foto malah ijazah,” katanya.

Pelamar tahun ini akan dihadapkan dengan soal ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang lebih sulit tetapi beberapa nilainya diturunkan. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 65 dari sebelumnya 75, Tes Intelegensia Umum (TIU) tetap 80, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dari 143 menjadi 126.

“Total sebelumnya 296 jadi 271, tapi soalnya lebih sulit,” katanya. (kar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Covid-19 Menggila Lagi, Spanyol Kembali Lakukan Lockdown

Published

on

Spanyol-Ratusan ribu penduduk Catalonia di timur laut Spanyol diperintahkan kembali lakukan lockdown.

Hal ini dilakukan setelah kasus penularan virus corona kembali melonjak di Spanyol, Minggu (12/7). Sebanyak 140 ribu warga diminta hanya meninggalkan rumah untuk bekerja dan melakukan aktivitas penting saja.

Pemerintah wilayah Catalonia mengatakan kepada penduduk di dan sekitar kota Lerida di timur laut untuk kembali melakukan isolasi.

“Orang-orang harus tinggal di rumah,” kata pejabat kesehatan regional Alba Verges seperti dikutip AFP.

“Kita harus memutus rantai penularan,” lanjutnya seperti dikutip AP.

Seminggu sebelumnya, pemerintah Catalan telah membatasi warga utnuk bepergian dari dan ke negara bagian El Segria. Sebab, wilayah dengan populasi 210 ribu itu telah mengalami penambahan penularan Covid-19.

Wabah di daerah pedesaan terkait dengan dengan pekerjaan di lahan pertanian. Sebab, lahan pertanian ini kerap mempekerjakan pegawai harian musiman.

Spanyol baru membuka lockdown nasional pada pertengahan Juni lalu. Saat itu lockdown dilakukan selama tiga bulan untuk mengendalikan virus yang telah secara resmi merenggut sedikitnya 28.000 jiwa.Otoritas kesehatan Catalan juga terus memantau wabah di Hospitalet, sebuah kota padat penduduk di wilayah metropolitan Barcelona yang lebih besar. Secara total, timur laut Catalonia melaporkan lebih dari 800 kasus baru pada Minggu.

Laporan terbaru juga menunjukkan percepatan peningkatan infeksi di sebagian besar negara dunia. Sejak awal Juli, hampir 2,5 juta infeksi baru telah dilaporkan.

Ini adalah rekor baru sejak wabah penyakit itu dilaporkan di China tahun lalu. Berdasarkan angka resmi, hanya dalam satu setengah bulan jumlah kasus di seluruh dunia naik dua kali lipat.

Continue Reading

Berita

Kasih Perhatian, Gubernur Herman Deru Sambangi Perajin Kain Jumputan

Published

on

Orator.id,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru ditemani Istri Febrita Lustia Herman Deru
dan Anak bungsunya Ratu Tenny Leriva HD,
menghampiri perajin kain jumputan khas Palembang di kawasan Jalan Aiptu Wahab, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Minggu (12/7/2020).

Seisi kampung di wilayah tersebut, dihuni oleh para perajin jumputan, yang menjual berbagai jenis kain jumputan. Selain bisa membeli, masyarakat yang datang juga dapat melihat langsung bagaimana pembuatan kain jumputan yang sangat cantik oleh warnanya yang ragam menyerupai pelangi.

Sepanjang jalan menyusuri lorong-lorong kecil, dari kejauhan sudah terlihat jajaran jumputan yang bergantungan dijemur oleh para perajin.

Gubernur Provini Sumsel H. Herman Deru mengatakan, Ia sengaja datang langsung ke zona industri yang tumbuh murni dari masyarakat, yakni perajin jumputan yang merupakan kain kebanggaan masyarakat Provinsi Sumsel.

Menurutnya, meski saat ini teknologi pembuatan kain jumputan sudah maju, Ia masih membanggakan masyarakat yang membuat kain jumputan dengan cara tradisional atau tidak memakai mesin.

“Dari awal racikan pewarnaan sampai dengan finishing semua ditangani masyarakat disekitar sini secara langsung. Ini kita perlu perkenalkan bahwa di wilayah Sumsel ini masih sangat setia, mereka tidak goyah dengan tangan-tangan halus dan keluarga yang mmpertahankan kerarifan lokal,” ungkapnya

“Yok warga sumsel pertahankan produk asli Sumsel antara kain jumputan di kelurahan tuan kentang Jakabaring Palembang. Perajin Jumputan kebanyakan berada di Kawasan ini, oleh sebab itu dikenal sebagai sentra kerajinan Jumputan di Palembang,” tambahnya

Dalam kesempatan, Herman Deru memberikan angin segar untuk para Perajin di kawasan tersebut, karena dalam waktu dekat akan segera dibuatkan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Sehingga, air limbah hasil produksi kain jumputan aman saat dibuang ke sungai.

Kedepan, limbah hasil produksi rumahan akan diolah terlebih dahulu di IPAL sebelum dibuang ke sungai.

“Airnya dijernihkan terlebih dahulu sebelum keluar ke perumahan menuju sungai. Dengan begitu, produksi bisa tetap jalan tanpa harus merusak lingkungan, Tadi saya sudah minta Dinas Lingkungan Hidup dan Perkim untuk menyiapkan IPALnya,” pungkasnya. (riz/rel)

Continue Reading

Berita

UIN Raden Fatah Beri Keringanan UKT Imbas Covid-19

Published

on

Orator.id,Palembang – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang memberikan bantuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut juga sebelumnya menjadi tuntutan Organisasi Intra Kampus UIN Raden Fatah Palembang.

Presiden Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Satria mengaku sudah bertemu secara langsung dengan Rektor terkait tuntutan tersebut.

“Kamis kemarin tuntutan kami dipenuhi, soal keringanan UKT pada masa pandemi seperti sekarang dan akan diperpanjang hingga satu bulan kedepan, ” katanya melalui pesan Whatsapp (WA), Minggu (12/7/2020).

Dari hasil pertemuan bersama Rektor, hasilnya mahasiswa mendapatkan beberapa potongan pembayaran UKT dengan syarat tertentu.

“InsyaAllah mahasiswa mendapatkan potongan 20 persen, khusus untuk mahasiswa orang tuanya yang sudah meninggal dan terpapar Covid di masa pandemi untuk biaya UKT digratiskan,” ungkapnya.

Lanjut Satria, untuk mahasiswa yang mata kuliah tinggal 6 SKS potongan 60 persen dan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi mendapatkan potongan sebesar 80 persen.

“Kata Rektor, paling lambat SK nya keluar hari Senin nanti, dan untuk mulai berlaku tanggal pembayaran UKT pada bulan Agustus mendatang,” ungkapnya.

Ia menekankan, bahwa untuk bantuan tersebut sifatnya bersyarat yang tetap mengacu pada Kementrian Agama No 515 Tahun 2020 Tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Atas Dampak Bencana Wabah Covid-19.

Keringanan dalam bentuk pengurangan UKT dan perpanjangan waktu pembayaran UKT, serta syarat dipermudah tetap mengacu.

“Salah satunya mahasiswa menunjukkan keterangan bukti sah terkait status orangtua meninggal dunia atau kehilangan pekerjaan atau kerugian usaha dinyatakan pailit, yang mengalami penutupan usaha atau menurun pendapatannya secara signifikan,”katanya.

Sementara itu, Humas UIN Raden Fatah Palembang Dra Elisma Harfiani membenarkan adanya pertemuan mahasiswa dengan Rektor terkait gugatan kebijakan keringanan UKT mahasiswa pada masa pandemi Covid-19.

“Hasilnya, Senin nanti akan dikeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait bantuan UKT dan sudah diterima oleh Wakil rektor 1,2 dan 3,”katanya. (tji)

Continue Reading
Advertisement

Trending