Connect with us

Hiburan

Wahyudi dulu Pedagang Kaki Lima, Kini YouTuber Terkenal

Published

on

Bang Sobat alias Wahyudi

Jakarta– Di tengah menjamurnya kelas entrepreneur berbayar, saluran YouTube Sobat Dapur merupakan jawaban dan keinginan para calon wirausahawan zaman kini, yaitu kelas bisnis sekaligus kelas masak gratis.

Masyarakat hanya perlu menyediakan data kuota internet dan smartphone, serta waktu untuk mempraktekan resep-resep masakan dan berbagai kudapan dari saluran Sobat Dapur agar dapat dijadikan peluang bisnis.

Wahyudi (43) bersama istrinya, Endang Kurniati (40) merintis karir menjadi konten kreator di YouTube sejak Januari 2018 (namun sudah memiliki akun sejak 7 Desember 2017).

Ketika ditemui, Wahyudi baru saja pulang menjemput anak bungsunya dari sekolah. Dengan tampilan sederhana dan tidak neko-neko, ia membawa kami masuk ke dalam studio mini yang dulunya merupakan teras rumah.

Dari sana, dengan dialek aksen Betawi yang kental, Wahyudi yang merupakan keturunan Jawa tulen ini menceritakan awal mula sebelum ia dan istri terjun ke dunia konten kreator di YouTube.

Sebelumnya, Wahyudi yang lahir dari keluarga pedagang ini sudah mulai berdagang sejak usia 5 tahun karena ajaran dan tuntutan dari orang tuanya untuk bisa mandiri dan berwirausaha sendiri.

“Waktu itu saya mulai berjualan es mambo. Kita ambil dari jualan tetangga, dan keliling jualan itu ke teman-teman. Bahkan sampai sekolah pun, saya pernah bawa termos es untuk jualan itu. Sekolah sambil dapat duit gitu,” ujar Wahyudi seperti dilansir CNBCIndonesia.

Dari hasil berjualan, menurut Wahyudi, sebagian besar biaya hidup mulai dari jajan dan biaya sekolah itu bisa ditutupi dari uang hasil berjualan.

Namun ketika duduk di bangku SMA, pria kelahiran 11 Juni 1976 ini jenuh dan malah ingin bekerja di kantoran seperti kebanyakan orang. “Pas lulus SMA, saya terpikir untuk kuliah,” ungkapnya.

Maka pada tahun 1999, bapak tiga anak ini mulai kuliah dengan jurusan teknik elektro di Universitas Budi Luhur di Jakarta Selatan. “Saya kuliah ambil jurusan yang bertentangan dengan dunia bisnis dan berjualan,” lanjutnya.

Dari mengenyam pendidikan di sana, Wahyudi lulus dengan belajar banyak mengenai pemrograman, ilmu komputer, hingga editing. “Cuma lucunya, ketika lulus dan dapat pekerjaan, saya hanya bertahan 6 bulan di sana. Tiba-tiba jadi tidak tertarik menjadi karyawan yang bekerja di perusahaan,” akunya sambil tertawa.

“Yah, setelah dipikir-pikir, lebih menyenangkan berjualan. Memang sih bekerja di kantoran pasti lebih bersih, tapi jiwa saya seperti berontak gitu. Saya merasa ini bukan tempat saya, saya harus keluar lagi untuk berjualan,” ungkapnya kembali.

Setelahnya ia kembali ke akarnya, yaitu berjualan. Wahyudi menuturkan ia mulai berjualan mie dan nasi goreng ala Chinese food. Ia juga mencoba berjualan martabak Bangka, serta penganan kue lainnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hiburan

Dorce : Demi Allah ini Bukan Rekayasa

Published

on

Artis Senior Dorce Gamalama

Jakarta-Keinginan artis senior Dorce Gamalama untuk menjadi sopir Raffi Ahmad akhirnya kesampaian, setelah mendatangi rumah Raffi dan Nagita.

Mulai besok, Rabu (10/6/2020), Dorce akan mulai bekerja. “Sudah tadi malam (ketemuan). Mulai besok gue sudah kerja,” jelasnya di acara Brownis, Selasa (9/6/2020).

Dorce mengatakan bukan karena materi ingin menjadi sopir Raffi. “Saya enggak menargetkan uang selama kerja sama Raffi,” tegasnya.

Artis 57 tahun ini menjelaskan keinginannya jadi sopir Raffi karena dimimpiin seseorang. “Puasa ke 10, aku tahajud aku bangun, lalu tidur kembali dimimpiin bawa ‘ini’ ke rumah Raffi, bawa mobilnya. Bukan jadi sopir. Sudah aku sampaikan ke Raffi. Raffi pertama enggak terima, akhirnya aku bilang, Raffi agak berat hati memang,” ungkapnya.

Dorce tak peduli orang menyebutnya apapun, namun dia memastikan bahwa ini bukan settingan. “Demi Allah mimpi saya ini benar, bukan rekayasa,” bebernya.

Dorce sendiri mengatakan Raffi telah menyiapkan satu kamar untuknya. “Gue ke rumah Raffi Ahmad kayak lapangan bola, kamarnya bagus ala stage,” urainya.

Sementara itu, Raffi Ahmad yang dihubungi lewat sambungan video call di acara yang sama membenarkan telah menyiapkan kamar atau rumah buat Dorce selama jadi sopirnya. “Rabu malam atau Kamis pagi suah bisa mulai. Bukan jadi sopir, jadi keluarga. Mimpinya bunda sudah tersampaikan,” ujarnya.

Raffi mengakui sulit sebenarnya menerima Dorce sebagai sopir, karena sudah dianggapnya sebagai keluarga. “Aku anggap bunda (Dorce) seperti keluarga, aku ada masalah bunda selalu support. Tapi jangan panggil bapak,” serunya ke Dorce.

“Demi Allah gue itu canggung. Apapun itu gue anggap keluarga,” lanjutnya.

Dorce sendiri telah menunjukkan skill-nya menyetirnya di hadapan Raffi dan Nagita, kemarin. “Semalam gue deg-degan, benar-benaran bisa bawa mobil,” aku Raffi seperti dilansir pojoksatu.id.

“Karena bunda semalam datangm gue demi Allah kaku. Aku tanya bun bayar berapa (gajinya). 24 Jam satu kamar gue siapin untuk Bunda Dorce. Terserah bunda (mau berapa lama jadi sopirnya),” pungkasnya.

Continue Reading

Hiburan

Ini Fakta Trending Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

Published

on

Nissa Sabyan

JAKARTA-Lagu berjudul “Aisyah Istri Rasulullah” mendadak menjadi perbincangan di dunia maya dan berhasil mengalahkan topik soal virus corona atau Covid-19.

Tak hanya itu, lagu yang dibuat oleh band asal Malaysia bernama Projector Band ini berhasil menguasai trending YouTube Indonesia selama sepekan.

Lantas, apa yang unik dari lagu tersebut? Berikut sederet fakta seputar lagu tersebut yang telah dirangkum.

1. Pertama kali muncul tahun 2017

Lagu “Aisyah Istri Rasulullah” pertama kali muncul pada 2017 oleh band asal Malaysia bernama Projector dengan judul aslinya adalah Aisyah A.K.A Satu Dua Tiga Cinta Kamu.

Aisyah Istri Rasulullah ini berkisah tentang kecintaan istri Rasulullah bernama Aisyah kepada Nabi Muhammad SAW. Ternyata lagu versi aslinya ini berkisah tentang cinta yang suka putus-nyambung, loh.

2. Dicover Sabyan Gambus dan Syakoir Daulay

Sebelum dipopulerkan oleh Sabyan Gambus, lagu tersebut telah populer lebih dulu dengan judul yang sama. Namun, lagu itu dilantunkan oleh penyanyi bernama Muallimah pada Juli 2019.

Saat dicover Sabyan, lagu itu telah disaksikan sebanyak 19 juta kali. Sedangkan cover Syakir Daulay sendiri mencapai 26 juta penonton di YouTube.

3. Liriknya gubahan

Sedikit yang tau bahwa lirik pada lagu ini bukanlah yang asli. Yang menggubah lirik lagu ini menjadi berbeda adalah seorang YouTuber asal Malaysia bernama Vitaminbie atau lebih dikenal dengan nama Mr Bie.

Dalam akun Instagram miliknya, Mr Bie kerap menggubah beberapa lagu dengan lirik yang ia aranseme sendiri. Selain lagu Aisyah Istri Rasullulah, Mr Bie telah merubah lagu milik Siti Nurhaliza dengan lirik bernada edukasi tentang corona.

Kemudian dalam akun Instagramnya juga, Mr Bie memposting Nisa Sabyan yang sedang berlatih melantunkan lagu tersebut. Selain menggubah lagu, diketahui Mr Bie acap kali membuat konten sosial di YouTubenya.

4. Liriknya bikin baper

Banyak yang memprediksi kalau lagu ini mencuat jadi trending topic di YouTube adalah liriknya yang super bikin baper. Seperti dilansir suara.com, Jika tidak percaya, coba intip sedikit lirik dari lagu tersebut:

Mulia indah cantik berseri

Kulit putih bersih merah di pipimu

Dia Aisyah putri Abu Bakar

Istri Rasullallah

Sungguh sweet Nabi mencintamu

Hingga Nabi minum di bekas bibirmu

Bila dia marah, Nabi kan bermanja

Mencubit hidungnya.

Continue Reading

Hiburan

Peneliti Temukan ‘Obat’ Tidak Sakit Hati saat Mengingat Mantan

Published

on

Ilustrasi

JAKARTA-Seorang peneliti asal Montreal, Kanada, mengatakan telah menemukan cara untuk mengurangi sengatan emosi yang terjadi akibat putus hubungan, dengan cara “menyunting” ingatan lewat terapi dan pil pengatur ritme jantung.

Dr Alain Brunet menghabiskan 15 tahun mempelajari gangguan stres pasca trauma (PTSD) dan menangani veteran perang dan korban serangan teror dan kriminalitas.

Risetnya selama ini berpusat pada yang ia namakan sebagai “terapi rekonsolidasi”, sebuah pendekatan inovatif yang bisa membantu menghilangan rasa sakit emosional dari ingatan yang traumatis.

Intisari kegiatannya ini adalah obat bernama propranolol, sebuah pil pengatur ritme jantung yang dipakai untuk merawat sakit fisik seperti darah tinggi dan migren.

Obat ini sedang dalam penelitian untuk digunakan lebih luas.

Dalam metode rekonsolidasi, pasien diminta minum propanolol satu jam sebelum terapi dan menuliskan secara rinci hal-hal yang membuat mereka trauma, lalu menuliskannya.

“Kadang ketika kita mengingat-ingat, ada sesuatu yang baru yang dipelajari. Ingatan ini bisa dibuka kuncinya, diperbaharui, lalu dikunci lagi,” kata psikolog klinis ini seperti dilansir BBC.

Proses rekonsolidasi ini menciptakan peluang untuk mengarah pada bagian ingatan yang sangat emosional.

“Pada dasarnya kami menggunakan pengetahuan dari neurosains dalam merawat pasien,” kata Dr Brunet.

Risetnya ini dibandingkan dengan film fiksi ilmiah Eternal Sunshine of a Spotless Mind, ketika sepasang kekasih menghapuskan ingatan masing-masing.

Dr Brunet mengingatkan bahwa kenangan tidak akan hilang sesudah terapi rekonsolidasi, hanya saja kenangan itu tidak akan lagi terasa menyakitkan.

Ingatan, dalam pengertian sebagai fakta yang netral disimpan di bagian otak bernama hippocampus.

Namun sisi emosional dari ingatan tersimpan di amygdala.

“Bayangkan seperti syuting film dengan cara kuno, kita punya gambar dan suara dalam jalur yang terpisah,” katanya.

Ketika seseorang mengenang ingatan yang traumatis, ia menjalani kedua jalur ini.

Propanolol mengarah pada satu jalur – jalur emosional – menghalangi rekonsolidasi dengan jalur satunya lagi sehingga bisa menekan rasa sakit akibat kenangan itu.

Ingatan yang dipanggil melalui jalur pengobatan ini kemudian “disimpan” lagi oleh otak dalam bentuk baru yang tidak terlalu emosional.

Riset Dr Brunet memperlihatkan 70% pasiennya lega setelah menjalani beberapa sesi terapi rekonsolidasi ini.

Dr Brunet bekerja sama dengan peneliti PTSD lain, termasuk ahli dari Harvard University Dr Roger Pitman mempelajari metode ini.

Baru-baru ini, ia menjalankan program di Prancis seiring serangan teror di Paris dan Nice, melatih 200 dokter menjalankan terapi untuk membantu korban, saksi dan orang-orang yang pertamakali merespon kejadian.

Sejauh ini, 400 orang telah menjalani terapi ini.

Sesudah sukses dengan PTSD, Dr Brunet menyatakan ingin menerapkan metode ini untuk perawatan lain.

Tahun 2015 bersama bekas mahasiswanya, Michelle Lonergan, di McGill University di Montreal, ia mengalihkan perhatian ke orang yang patah hati akibat “pengkhianatan cinta”.

“Coba lihat kisah tragedi Yunani. Pada dasarnya itu adalah pengkhianatan,” katanya. “Pengkhianatan adalah intisari kehidupan manusia.”

Putus cinta yang buruk juga bisa sangat menyakitkan, dan orang bisa merasakan reaksi emosional serupa dengan para penyintas trauma.

Pasien yang direkrut untuk penelitian ini adalah yang kasusnya berat, umumnya berupa perselingkuhan.

Beberapa di antaranya tiba-tiba diabaikan sesudah berhubungan lama dengan pasangan yang dianggap cinta sejati.

Mereka sulit untuk menerima kenyataan itu, “tak bisa membuka lembaran baru,” kata Dr Brunet.

“Itu yang orang-orang katakan kepada mereka, dan ini sama sekali tak membantu. Tapi memang itu masalahnya.”

Temuan Dr Brunet dan Dr Lonergan adalah, seperti halnya PTSD, banyak penderita patah hati merasa lega.

Beberapa di antaranya sesudah satu kali saja menjalani sesi terapi rekonsolidasi.

Sesudah lima sesi, ketika mereka membaca keras-keras ingatan mereka tentang pengkhianatan, mereka merasa “seperti sedang membaca novel yang ditulis oleh orang lain”.

“Perawatan ini memperkirakan ingatan yang bekerja normal, bagaimana kita pelan-pelan melupakan dan membuka halaman baru,” katanya.

Laboratoriumnya di Montreal kini merekrut 60 orang yang mengalami perselingkuhan atau bentuk pengkhianatan lain untuk studi terapi rekonsolidasi baru.

Dr Brunet juga berharap terapi rekonsolidasi bisa dikembangkan lebih jauh untuk merawat fobia dan rasa duka yang kompleks.

“Segala macam tekanan yang muncul dari peristiwa yang emosional,” katanya.

Continue Reading
Advertisement

Trending