Connect with us

Pendidikan

Pro Kontra Penghapusan Ujian Nasional

Published

on

Orator.id,Palembang—Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI yang akan menghapuskan Ujian Nasional (UN) disambut baik oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel Riza Pahlevi mengatakan pihaknya setuju wacana penghapusan UN.

Meski demikian setiap keputusan memang ada efek positif dan juga efek negatifnya.

“Apapun kebijakan dari pusat kita welcome, artinya kita siap. Kalau masih dijalankan ya kita jalankan dan jika tidak ya kita tidak kita jalankan,” ujar Riza, Kamis (28/11/2019).

Ia menambahkan bahwa wacana ini telah dinilai oleh pemerintah pusat terkait baik buruknya sehingga apapun hasilnya dijalankan saja.

“Selama ini UN kan tidak menjadi penentu kelulusan karena kembali ke pihak sekolah yang menentukan,” terangnya.

Menurutnya, sebaiknya tetap dilakukan tapi bukan UN melainkan sampel saja untuk mengetahui sejauh mana mutu pendidikan di Indonesia.

“Misal ada 35 ribu yang ikut UN ambil saja sampel 5000 untuk sampel dan dievaluasi,” tegas dia.

Namun ia mengatakan banyak dampak positif jika UN ini ditiadakan. Pertama penghematan anggaran juga bisa dilakukan dan bisa dialihkan untuk yang lain.

“Anggaran ini bisa dialihkan ke yang lain seperti peningkatan kualitas guru atau pun fasilitas pendidikan,” jelas Mantan Kadisdik Kota Palembang.

Tak hanya itu, dampak lainnya yakni memberikan dampak positif kepada siswa agar mereka tahu kalau dinilai oleh guru seutuhnya.

“Sehingga karakter siswa ini dapat lebih baik lagi karena penilaian bukan ditentukan UN melainkan karakter siswa yang dibentuk oleh guru,” kata dia.

Ditahun 2020, Riza mengatakan ada sebanyak kurang lebih 103 ribu siswa SMA/SMK /MA se Sumsel mengikuti ujian nasional ini.

“Ini datanya kita update terus dan persiapan terus kita lakukan. Sejauh ini rencana UN akan digelar sekitar bulan 3 atau 4,” jelasnya.

Sehingga semua aspek harus dipersiapkan baik itu kesiapan siswa maupun kesiapan sekolah.

Sementara itu, sebelumnya mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla tidak setuju dihapuskannya UN. Menurutnya, UN memberikan dampak positif yakni menumbuhkan semangat bersaing untuk maju.

“Kenapa saya membela ujian nasional? Bukan soal ujiannya tapi soal semangatnya hilang, semangat persaingan hilang kalau tidak ada aturan standar-standar yang diperjuangkan,” kata Jusuf Kalla

Ia mengatakan jika tidak ada ujian nasional maka semangat bersaing yang selama ini tumbuh akan pudar.

Persaingan yang naik, jelasnya, akan membuat mental generasi penerus yang mampu berdaya saing untuk mencapai kemajuan demi kemajuan untuk diri sendiri dan bangsa, apalagi di tengah tantangan global yang semakin beragam di berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti ekonomi dan politik.

“Harus dibiasakan kita bersaing, dibiasakan kita untuk mempunyai kemajuan terus menerus,” tutur Jusuf Kalla. (abl)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Dinas Pendidikan Tetapkan Syarat Sekolah Selenggarakan Study Tour

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,Palembang-Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan syarat ketat memperbolehkan sekolah menggelar study tour.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi mengatakan para siswa sebentar lagi akan menikmati libur pasca Ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil 2019/2020. Untuk itu diminta tidak terlena dan menjadikan agenda libur sekolah menjadi kegiatan positif serta tetap belajar.

Menurutnya, berdasarkan kalender pendidikan pasca pelaksanaan penilaian akhir sekolah (PAS), siswa akan menikmati libur sekolah sekaligus libur natal dan tahun baru 2020, yang dimulai 23 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

“Masuk kembali tanggal 6 Januari 2020. Jangan terlena dengan liburan, tetap belajar biar tidak lupa. Ilmu itu ibarat pisau atau pedang, jika tidak terus diasah maka tumpul. Waktu dua minggu itu adalah waktu yang cukup lama, gunakan untuk belajar sehingga saat masuk sekolah nanti, sudah siap menerima pelajaran dengan baik,” terangnya, Selasa (10/12/2019)

Mengenai study tour yang dikoordinir sekolah dalam mengisi liburan ini, Riza mengatakan pihaknya tak melarang sekolah untuk mengkoordinir study tour asalkan ada kesepakatan antara orang tua siswa dan sekolah.

“Untuk study tour kalau memang permintaan anak-anak dan orangtua dengan tak ada paksaan kita rekomended. Asal ada tanggung jawab penuh dari sekolahnya, dan jangan diwajibkan” jelasnya.

Pihaknya tak melarang jika memang keinginan study tour ini ada kesepakatan antara siswa, orang tua siswa dan sekolah.

“Silakan saja, asal study tournya tidak ada paksaan, tak memberatkan siswa serta yang mengedukasi,” tegasnya.

Riza menghimbau sebaiknya masa libur sekolah ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh siswa.

“Selain gunakan waktu berlibur untuk bersama dengan keluarga, gunakanlah untuk hal-hal yang bermanfaat lainnya. Jangan hanya nge-game, apalagi anak sekarang, nge-game biasanya sambil berkata kasar, itu namanya kemunduran,” ucapnya.

Riza juga meminta kepada orangtua untuk tidak lepas kontrol atau pengawasan kepada anak-anaknya sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Jika anak ijin bermain di luar, perhatikan, awasi jangan sampai lepas kontrol. Apalagi bagi orang tua yang sudah punya anak beranjak remaja. Sebisa mungkin habiskan waktu bersama dengan anak sehingga quality time dalam keluarga akan terus terjaga,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Skema Terbaru Penerimaan SNMPTN 2020

Published

on

Orator.id,Palembang-Pelaksanaan Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) merupakan jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berdasarkan nilai akademik dan prestasi sesuai yang ditetapkan pemerintah telah resmi dibuka.

Meski pola tes hampir sama, namun skema proses seleksi nasional ini baik sekolah dan pendaftar harus lebih aktif. Baik aktif administrasi dan juga aktif memberikan informasi ke siswa yang akan lulus.

Pasalnya, untuk proses SNMPTN 2020 ini sudah dimulai sejak pada 2 Desember hingga 7 Januari 2020 melalui registrasi akun LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yakni di laman https://portal.ltmpt.ac.id.

Koordinator Humas SNMPTN, UTBK, SBMPTN Unsri , Prof Dr H Zulkifli Dahlan mengatakan tahapan untuk proses SNMPTN sudah dibuka secara serentak.

“Kita sudah mulai menerima seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) untuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya, Jumat (6/12/2019).

Zulkifli menambahkam bahwa sekolah diingatkan untuk melakukan mengisi akun di LTMPT karena ini sangat penting bagi sekolah.

“Kalau tak mendaftar maka anak-anak ini tidak bisa mengikuti atau mendaftarkan untuk masuk perguruan tinggu negeri,” jelas dia.

Setelah mendaftarkan, maka sekolah wajib melakukan tahapan lainnya yakni mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS).

“Dari PDSS ini diberikan kesempatan bagi sekolah untuk melakukan pemeringkatan siswa-siswanya namun ada kuota berdasarkan akreditasi sekolah. Akreditas A sebanyak 40 persen, akreditasi B 25 persen dan akreditasi C 5 persen,”tegasnya.

Dari hasil pemeringkatan ini akan diumumkan bagi siswa atau calon mahasiswa yang layak untuk mendaftar SNMPTN.

“Bagi siswa atau calon mahasiswa yang memenuhi syarat maka akan mendapatkan pasword dari pusat yang akan dikirim ke sekolah masing-masing,” ujar dia.

Dia menjelaskan, setelah mendaftar calon mahasiswa ini bisa memilih dua PTN dengan masing-masing satu program studi.

“Jadi disarankan bagi siswa yang mendaftar SNMPTN ini harus yakin betul dengan PTN dan program studi yany dipilih karena prodi ini hanya bisa satu untuk satu PTN,” tegas Zulkifli.

Bagi yang memilih prodi bidang seni dan olahraga maka wajib mengunggah fortopolio.

“Untuk seleksi jalur SNMPTN ini sesuai dengan kriteria PTN masing- masing dan pengumuman hasilnya 4 April 2020 pukul 15.00 dan pendaftaran ulang peserta yang lulus dilihat dilaman PTN masing-masing,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Kepala Sekolah di Sumsel Galau Isu Perombakan Besar-Besaran

Published

on

Plt Kadisdik Sumsel Riza Pahlevi

Orator.id,Palembang-Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan proses evaluasi kinerja atau rotasi Kepala sekolah (Kepsek) tingkat SMA/SMK di Sumsel.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi bahwa proses evaluasi dan rotasi Kepsek bisa dilakukan setiap saat.

“Kepsek tak usah galau, bekerja saja. Evaluasi dan rotasi tentu dilakukan guna meningkatkan capaian positif sekolah masing-masing,” ungkapnya, Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, proses evaluasi dan rotasi bukan sesuatu yang harus ditakuti oleh seorang Kepsek.

“Evaluasi adalah hal yang biasa dan memang harus dilakukan agar tetap meningkatkan standar mutu pendidikan di Sumsel khususnya di jenjang pendidikan SMA/SMK,” pungkasnya. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending