Connect with us

Berita

Perbaikan Jalan Rusak Belum Tuntas, Palembang Keluhkan Anggaran

Published

on

Orator.id,Palembang-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Ahmad Bastari Yusak mengatakan perbaikan jalan yang ditargetkan tahun ini tinggal 20 persen lagi dan belum seluruhnya tuntas. Untuk tahun 2020 pihaknya punya PR besar dalam memperbaiki jalan yang rusak parah sementara anggarannya sama dengan tahun ini Rp98 miliar.

“Kategori jalan mantap yakni dalam kondisi baik dan sedang sebanyak 81 persen dan tidak mantap yakni rusak parah ada 19 persen. Jalan rusak parah ini seperti diantaranya Jalan HBR Motik, Tanjung Barangan,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Bastari mengatakan, idealnya anggaran untuk memperbaiki jalan ini setidaknya Rp400 miliar. Dengan anggaran yang tidak sampai seratus miliar itu pihaknya sudah memprogramkan jalan yang akan diperbaiki namun dipastikan tidak maksimal.

“Usulan perbaikan jalan saja saat ini sudah overload. Belum lagi memperbaiki jalan rusak parah 19 persen,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sudah mengusulkan agar anggaran perbaikan lebih tinggi. Namun keterbatasan anggaran dan yang disetujui hanya sejumlah itu. Dengan anggaran saat ini Dinas PUPR bisa saja melakukan perbaikan sampai tuntas, namun, tidak dibarengi dengan kualitas jalan yang baik.

“Tidak apa volumenya pendek-pendek, namun sesuai dengan standar PU sehingga umurnya panjang. Kita jamin, jalan yang kita perbaiki sekarang ini, umurnya bisa mencapai lima tahun kedepan,” jelasnya.

Perbaikan jalan 2019 ini sudah selesai 80 persen dan masih berlanjut perbaikan di Jalan Hasan Kasim, RS Bari, Musyawarah, Sako Baru, Gandus.

“Kendalanya kemarin beton dan semen terbatas karena pengerjaannya serentak. Sisa 20 persen ini Desember selesai,” jelasnya. (kar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Rekor Manusia Menyelam Paling Dalam di Dunia Tembus Kedalaman 253 Meter Tanpa Tanki Oksigen

Published

on

Herbert Nitsch nyaris meninggal saat berusaha mencatat rekor dunia. (foto: Herbertnitsch.com)

JAKARTA-Herbert Nitsch, dikenal sebagai “pria paling dalam di dunia karena pernah menyelam sejauh 253 meter tanpa oksigen.

Pada 2012 ia mencatat rekor terdalam, tanpa bernafas selama sembilan menit, langkah yang membuatnya hampir meninggal.

Herbert dibesarkan di Austria yang tidak memiliki lautan, tetapi dia begitu tertarik dengan air..

Orang bertanya kepada saya, “Apakah Anda bisa membayangkan kehidupan tanpa menyelam?’ Saya jawab, “Dapatkah Anda membayangkan kehidupan tanpa makan?'”

Dia sekarang adalah penyelam yang memecahkan rekor terdalam dengan menahan nafas selama sembilan menit dan rekor selamnya sedalam 253 meter.

Herbert Nitsch mengembangkan metodenya sendiri agar dapat menyimpan lebih banyak udara di paru-parunya.

Tanpa batas

Jenis selam bebas yang paling dalam dan ekstrem adalah ‘No Limit’ atau ‘Tanpa Batas’, dengan penyelam turun dengan pemberat dan kembali ke permukaan dengan menggunakan pengapung.

Metode ini dipandang sangat berbahaya, bahkan bagi penyelam profesional dan telah membunuh beberapa orang penyelam.

Menyelam seperti ini adalah tes ketahanan dan keberanian bagi penyelam seperti Nitsch.

Ini adalah tantangan yang disukainya dan karena itulah dia berlatih dan ikut perlombaan selama bertahun-tahun.

Dengan melakukan berbagai teknik, Nitsch dilaporkan dapat meningkatkan kapasitas paru-parunya menjadi 14 liter – padahal kapasitas paru-paru orang pada umumnya adalah hanya sekitar enam liter.

Pada bulan Juni 2007, Nitsch menyelam sampai ke kedalaman 214 m sehingga dia mencatat rekor baru dunia.

Tahun 2012, dia menyelam lebih dalam lagi, sampai 253 meter di dekat Santorini, Yunani. Ini sama dengan ketinggian gedung pencakar langit 70 lantai.

Penyelaman penting

Saat menyelam ia mengatakan ia “menutup mata dan tidak memperhatikan hal-hal lain di sekitar. Dunia luar sudah tidak ada lagi.”

Pada kedalaman 15 meter dia berhenti untuk mengeluarkan semua udaranya ke EQUEX, sebuah alat mirip botol plastik coca cola dengan tube di bagian atas dan lubang di bagian bawah,

Dia menciptakan alat ini untuk menyeimbangkan tekanan tubuhnya saat melakukan penyelaman dalam. Jika gagal melakukan ini, gendang telinganya bisa pecah.

“Saat saya terus bergerak ke bawah, saya menghirup udara sedikit demi sedikit. Masalah yang dihadapi saat menyelam adalah Anda tidak lagi bisa mendapatkan udara dari paru-paru. Anda tidak lagi bisa menghembuskan nafas. Tetapi ketika saya melakukannya ke botol ini, saya masih bisa mendapatkan udara di laut dalam. Menghembuskan seluruh udara ke EQUEX memerlukan waktu setengah menit. Kemudian, penyelaman dilanjutkan dengan paru-paru dalam keadaan kosong.”

Tekanan terhadap tubuh manusia di kedalaman 250 meter sangatlah besar. Paru-paru Anda akan mengecil menjadi sebesar jeruk. Darah terambil dari bagian lengan dan kaki, agar terkonsentrasi di dada guna mencegah kerusakan rongga dada.

Nitsch tetap berhasil memecahkan rekornya. Dia berhasil menyelam sampai kedalaman 253 meter.

Tetapi gerakannya ke permukaan ternyata bermasalah. Dia mengalami nitrogen narcosis, kehilangan kesadaran karena terpapar tekanan tinggi.

Narcosis kadang-kadang disebut sebagai “pengaruh martini” (minuman keras) karena semakin dalam seseorang menyelam, semakin ‘mabuk’ orang tersebut.

Mabuk

“Ketika Anda melakukan penyelaman skuba atau penyelaman bebas ke kedalaman tertentu, Anda mengalami nitrogen narcosis. Anda sepertinya mabuk. Semakin dalam, Anda semakin mabuk. Kombinasi perasaan relaks dan narcosis yang membuat saya tertidur pada kedalaman 80 meter.”

“Di kedalaman 26 meter, penyelam penyelamat menemukan saya.”

Karena khawatir Nitsch pingsan akibat kekurangan udara, tim penyelamat membawanya ke permukaan secepat mungkin, bukannya membiarkannya berhenti satu menit untuk mengurangi tekanan udara atau dekompresi.

Nitsch menjadi sadar dalam perjalanan ke atas dan setelah di permukaan air dia mengetahui apa yang perlu dilakukan.

Dekompresi

“Saya meminta oksigen dan sebuah masker dan segera turun kembali ke air secepatnya untuk melakukan dekompresi.”

Masalah dekompresi atau ‘the bends’ dapat terjadi pada penyelam jika mereka terlalu cepat muncul ke permukaan.

Jika penyelam naik terlalu cepat, nitrogen menggelembung di aliran darah dan jaringan tubuh. Gejala yang umum dirasakan adalah sakit persendian. Ini membuat penderitanya membungkuk. Jika tidak ditangani keadaan ini dapat berakibat fatal.

“Tubuh saya mulai mati rasa dan saya mulai merasa sangat pusing.”

Berada di dalam air selama 25 menit bahkan tidak membantu.

Koma

Nitsch diangkut lewat udara ke sebuah rumah sakit di Athena. Dia mengalami koma dan para dokter segera bertindak, tetapi mereka mengatakan kepada teman dan keluarga bahwa Nitsch dalam keadaan sangat parah.

“Saya tidak mengetahui apa yang terjadi. Pada tujuh hari pertama, saya dalam keadaan koma. Pada mulanya ingatan jangka pendek dan panjang saya terhapus. Saya bahkan tidak mengetahui nama-nama teman-teman dekatku.”

Salah satu sahabat menenangkannya bahwa rekornya tetap bertahan.

“Karena masalah dekompresi, saya mengalami gejala mirip stroke pada otak. Saya tidak begitu menyadari keadaan. Mirip dengan situasi dimana Anda terbangun dan Anda tidak mengenal diri Anda sendiri.”

Dia tidak bisa berjalan dan harus berjuang agar dapat duduk. Dia harus menggunakan kursi roda. Kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak jelas.

Dokter mengatakan kemungkinan Nitsch tidak lagi bisa berjalan dan sudah pasti tidak mungkin lagi melakukan penyelaman bebas.

Perjuangan

Tetapi Herbert tidak menyerah begitu saja. Dia mulai melakukan fisioterapi dan berenang untuk membangun kekuatan dan koordinasi sampai dirinya kemudian dapat melangkah.

Kemajuan ini membuatnya bersemangat. Dua tahun setelah dirinya memecahkan rekor dunianya sendiri dan nyaris meninggal, pria ini menyelam kembali.

Meskipun dia tidak lagi ikut serta perlombaan penyelaman, seperti dilansir BBCIndonesia, dia tetap memegang 33 rekor penyelaman bebas termasuk menjadi ‘orang dapat menyelam paling dalam di dunia’.

Sekarang, tujuh tahun kemudian, Nitsch bisa dikatakan telah pulih. Meskipun dia masih mengalami masalah koordinasi dan gerakan. Dia masih menyelam karena menyukai olahraga ini. Nitsch mengatakan menyelam membuatnya merasa bebas.

“Di dalam air semua hal berjalan lancar. Di dalam air saya merasa seperti anak-anak.”

Continue Reading

Berita

Camat SU II Jadi Sekwan DPRD Kota Palembang

Published

on

Sekwan DPRD Kota Palembang, M Ichsanul Akmal (kiri) berfoto bersama Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa

Orator.id,Palembang–Pentingnya sinergitas antara Pemerintah Kota Palembang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang menjadi pesan untuk Sekretaris Dewan (Sekwan). Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa usai melantik Sekwan DPRD Kota Palembang, di ruang kerjanya, Senin (18/11/2019).

Ratu Dewa mengatakan, Sekwan yang baru, M Ichsanul Akmal diminta komitmen atas apa yang disampaikan saat seleksi untuk segera dijalankan, agar tercipta sinergitas antara DPRD dan Pemkot.

“Kebetulan saya memang jadi Pansel dalam proses sebelumnya. Maka saya meminta Pak Ichsan untuk segera merealisasikan komitmen dan janji sebelumnya. Antara DPRD dan Pemkot merupakan mitra sejajar yang harus sinergi,” ungkapnya.

Selain itu, Dewan juga meminta Ichsan yang sebelumnya Camat SU II ini, untuk segera berkonsolidasi, secara internal dan eksternal. Melibatkan semua stakeholder terkait. Mulai dari staf, unsur fraksi, pimpinan dan yang paling penting adalah dengan lingkungan dan masyarakat.

“Pembenahan semua sumber daya, sarana dan prasarana, tentunya dilakukan manajemen dengan pendekatan kekeluargaan dan kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, Sekwan DPRD Kota Palembang M Ichsanul Akmal mengatakan, ia akan berkomitmen jalankan tugas sesuai dengan komitmen awal. Menurutnya, tidak ada pesan khusus dari Wali Kota Palembang untuk Sekawan. Hanya saja, pihaknya akan melakukan pendekatan baik secara kedinasan dan kekeluargaan karena itu hal penting.

“Saya bertugas sebagaimana tupoksinya, saya sebagai penengah dan penyelaras antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya. (kar)

Continue Reading

Berita

Kampanye Open Source Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Era Disrupsi

Published

on

Suasana Kampanye Edukasi kepada mahasiswa yang digelar oleh PT Equnix Business Solutions,Senin (18/11/2019).

Orator.id,Palembang–PT Equnix Business Solutions menghadirkan inisiatif kampanye edukasi kepada mahasiswa di kota Palembang tentang solusi software Open Source sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa di era disrupsi.

PT. Equnix Business Solutions, penyedia teknologi software database Open Source berbasis PostgreSQL, menggelar kampanye edukasi software Open Source dengan tema “Sosialisasi Implementasi Open Source di Perbankan dan Bisnis” di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (18/11/2019).

Kampanye edukasi dengan konsep seminar tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan dosen dari Universitas Sriwijaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Bina Darma, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Indo Global.

Kampanye edukasi tersebut merupakan inisiatif PT Equnix Business Solutions untuk memberikan edukasi kepada para mahasiswa tentang peran penting solusi software Open Source sebagai alternatif terkini di lingkungan bisnis dan turut serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta mendorong para mahasiswa menjadi seorang technopreneur.

“Di era disrupsi dan Revolusi Industri 4.0 saat ini, lingkungan bisnis menghadapi banyak perubahan yang membutuhkan kecepatan dalam merespon, menyikapi maupun menjawab perubahan tersebut,” kata Julyanto Sutandang, CEO PT Equnix Business Solutions.

Ia menambahkan bahwa para mahasiswa, terutama yang terkait dengan teknologi, perlu mengembangkan diri untuk menghadapi tantangan yang dinamis.

Hal senada diungkapkan pula oleh Dekan Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Prof. Ir. Subriyer Nasir, M.S., Ph.D bahwa kegiatan kampanye edukasi merupakan kegiatan yang menambah wawasan.

“Kami menyambut baik penyelenggaraan seminar ini yang diharapkan mampu membuat para mahasiswa lebih gesit mengembangkan diri dan menjawab tantangan tren masa depan yang dinamis, terutama di dunia bisnis dan perbankan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara seminar edukasi software Open Source.

Ia juga menyampaikan bahwa seminar edukasi ini bisa memberikan bekal persiapan dini bagi para mahasiswa untuk memahami kebutuhan sumber daya TI di dunia bisnis dan perbankan serta memberikan gambaran alternatif bisnis yang dapat dikembangkan oleh para mahasiswa teknik, khususnya TI, untuk menjadi seorang technopreneur.

Kian pesatnya pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) teknologi yang didorong oleh program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital oleh pemerintah telah meningkatkan kebutuhan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi (TI).

Menurut 1000startupdigital.id, Indonesia memiliki 2.079 perusahaan rintisan yang menempatkan Indonesia di posisi ke-5 dunia setelah Kanada. Namun terjadi kesenjangan karena tingginya kebutuhan tenaga ahli TI tersebut tidak dapat seluruhnya dipenuhi sehingga banyak perusahaan teknologi yang merekrut tenaga ahli dari luar negeri.

Kampanye edukasi software Open Source kali ini menjadi yang pertama diselenggarakan di pulau Sumatera. Penyelenggaraan kampanye edukasi software Open Source di pulau Sumatera ini penting karena menjadi domisili perusahaan rintisan terbanyak kedua setelah pulau Jawa dengan porsi 11,53 persen dari 2.079 perusahaan rintisan di Indonesia menurut data dari 1000startupdigital.id.

Pengetahuan tentang software Open Source tentunya akan berguna bagi para mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan rintisan.

Tidak dimungkiri bahwa software Open Source kian populer terutama di organisasi bisnis. Menurut temuan Open Source Program Survey, perusahaan-perusahaan besar menjadi motor pengadopsian software Open Source.

Disebutkan pula bahwa perusahaan besar memiliki kecenderungan hingga dua kali lebih besar untuk menggunakan software Open Source dibandingkan dengan perusahaan kecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa software Open Source mampu memberikan dampak positif terhadap jalannya operasional bisnis.

Memiliki sifat yang terbuka, software Open Source digerakkan oleh banyak profesional TI di seluruh dunia yang memungkinkan metode produksi dan distribusi software mampu lebih unggul daripada metode komersial biasanya.

Model software Open Source yang memungkinkan kode software diakses publik juga mampu meningkatkan keamanannya secara signifikan karena setiap rongga keamanan bisa ditemukan dan diperbaiki dengan cepat. Namun, keunggulan paling mendasar dari software Open Source adalah keandalannya yang tinggi sehingga ideal digunakan pada organisasi bisnis.

Meskipun tidak semua software Open Source bisa dibilang sama karena dikembangkan oleh kelompok berbeda dengan beragam tingkat keahlian, namun sifatnya yang terbuka memungkinkan banyak orang menemukan kekurangan dan melakukan perbaikan.

Di bawah pengamatan ribuan programmer yang berkontribusi di dalam komunitas Open Source maka memungkinkan munculnya cara baru untuk memperbaiki software dan meningkatkan keandalannya. Hal tersebut membuat software Open Source relatif lebih andal dibandingkan software Closed Source.

Software Open Source telah menunjukkan keandalannya saat digunakan pada kondisi dengan perubahan cepat di era internet.

Banyak layanan umum internet seperti server web dan e-mail menggunakan software Open Source. Lebih dari 85 persen server web di internet menjalankan software Open Source, Apache, dan NGINX.

Kemudian ada Linux untuk sistem operasi, PostgreSQL untuk database, dan PHP untuk bahasa pemrograman. Itu menunjukkan bahwa software berkualitas tidak hanya berasal dari perusahaan software berbayar dan bisa dibuat secara kolaboratif. (abl)

Continue Reading
Advertisement

Trending