Connect with us

Pendidikan

Ini Tanggapan Guru Besar Universitas Terbuka terkait Pemanfaatan Teknologi Informasi di Era Siber

Published

on

Seminar Akademik dengan tema "Pemanfaatan Teknologi Informasi di Era Siber Menuju Indonesia Unggul" di Sultan Convention Center Palembang,Rabu (11/9/2019). Seminar tersebut menghadirkan Guru Besar Universitas Terbuka (UT) Prof Dr Atwi Suparman MSc dan Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Refly Harun, SH, MH, LL.M.

Orator.id,PALEMBANG-Guru Besar Universitas Terbuka (UT) Prof Dr Atwi Suparman MSc mengatakan penggunaan teknologi Informasi di era siber tidak serta mengalihkan segalanya. Namun penguasaannya hendaknya tidak meninggalkan jati diri bangsa berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Teknologi itu alat jadi harus tepat guna penggunaannya, “ujar Prof Atwi dalam Seminar Akademik dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Informasi di Era Siber Menuju Indonesia Unggul” di Sultan Convention Center Palembang,Rabu (11/9/2019). Adapun seminar tersebut sebagai apresiasi terhadap lulusan UT yang akan mengikuti Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) tahun 2019 tahap II.

Menurut Rektor UT Periode 2001-2009 ini, penggunaan teknologi informasi hanya hebat untuk kemampuan berpikir. Tetapi tidak untuk praktek sehingga perlu dilengkapi. “Seperti belajar menerbangkan pesawat yah harus praktek. Harus ada tatap muka untuk pembelajaran praktek ini” ujar Prof Atwi.

Namun hal penting lagi, Prof Atwi menekankan bagaimana penempaan sikap dan prilaku dalam pemanfaatan teknologi informasi berbasis internet. Baginya, kecanggihan teknologi belum bisa menggantikan bagaimana membentuk sikap dan prilaku.

“Supaya prilaku ini bagus tentu harus melalui pendekatan. Ada kontak langsung dan hal ini saya pikir tidak tergantikan dengan teknologi. Tidak cukup melalui internet karena ada keterbatasan,” jelasnya.

Dalam hal penguasaan teknologi internet Prof Atwi menegaskan boleh saja sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu bersaing dan memiliki keterampilan sama bahkan lebih dengan negara lain. Namun satu hal pokok ditekankannya bahwa jati diri bangsa dapat menjadi pembedanya.

“SDM bangsa kita harus dibentuk sesuai ideologi bangsa yakni Pancasila. Sehingga pemanfaatan teknologi internet memiliki jati diri. Itu baru manusia unggul, jadi ada pembedanya. Seperti di Jepang, mereka jago-jago dan pintar-pintar. Namun jika ketemu senior atau yang lebih tua mereka begitu hormatnya. Jadi saya pikir kita Indonesia harus memiliki kepribadian yang unggul yang sesuai Pancasila, “ucapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, narasumber lainnya Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Refly Harun, SH, MH, LL.M menegaskan pemanfaatan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Ada nilai positif dan ada nilai negatif.

“Perlu diingat dalam penggunaan teknologi informasi harus ada insting hukum yakni bagaimana dampak hukumnya,” ujarnya. (riz)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Lowongan CPNS Dibuka, Bimbel pun Marak. Begini Tipsnya

Published

on

Jakarta – Ikut bimbingan belajar alias bimbel menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi tes CPNS. Beragam fasilitas bimbel bisa membantu pelamar untuk siap menghadapi tes CPNS.

Namun, dalam memilih bimbel pun harus hati-hati, bimbel CPNS pun banyak yang kualitasnya buruk, bahkan melakukan penipuan. Lantas bagaimana cara memilihnya?

Chief Financial Officer Bimbel Akses CPNS, Yustamar K. Hatmanto mengatakan yang paling pertama harus diperhatikan adalah bimbel tidak pernah memberi jaminan dalam bentuk apapun untuk kelulusan pelamar dalam seleksi CPNS. Menurutnya, apabila ada yang memberi jaminan, kemungkinan itu penipuan.

“Namanya bimbel itu tidak ada jaminan, jaminan lulus itu nggak ada aturannya, apalagi pada bimbingan belajar, itu jelas penipuan. Bimbel itu tidak pernah menjaminkan ‘anda masuk sini anda pasti lolos’,” kata Yustamar.

Selanjutnya, harus diperhatikan juga pengajarnya kompeten atau tidak. Bimbel yang berkualitas menurut Yustamar adalah yang pengajarnya merupakan orang yang berpengalaman lulus tes seleksi CPNS.

“Sisi pengajarnya juga harus dilihat, kayak di kita pengajarnya kebanyakan yang sudah pernah lolos tes CPNS, jadi pengajarnya juga harus berpengalaman,” kata Yustamar.

Tidak lupa, fasilitas yang diberikan juga harus jelas dan lengkap. Seperti dilansir detik.com, Simulasi lengkap dengan metode teranyar pun harus didapatkan dari layanan bimbel.

“Kemudian fasilitasnya, bagus atau tidak, lengkap atau tidak. Ada simulasi CAT-nya nggak, soalnya pakai metode terbaru nggak yang diajarkan,” jelas Yustamar.

Continue Reading

Pendidikan

Link and Match, Teknik Kimia Unsri Gandeng Pertamina

Published

on

Suasana Sharing Knowledge dari Pertamina untuk Mahasiswa Fakultas Teknik Kimia Unsri. (foto: ist)

Orator.id,Palembang-Meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa agar dapat terserap di dunia usaha dan industri menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi. Tak terkecuali bagi Universitas Sriwijaya (Unsri). Melalui Fakultas Teknik Kimia menjalin kerjasama dengan Pertamina RU III Plaju, Palembang.

Para praktisi dunia kerja dari Pertamina RU III Plaju Palembang ini melakukan sharing knowledge bagaimana pola konsep kinerja yang baik yang tak hanya bermodalkan skill.

Ketua Jurusan Fakultas Teknik Kimia Unsri DR Ir Syaiful, DEA mengatakan bahwa lulusan Teknik Kimia Unsri saat ini terus ditingkatkan secara kualitas. Apalagi menghadapi era revolusi Industri 4.0 ini.

Menurutnya, era sekarang kompetisi persaingan kerja sangat ketat. Sehingga kita sudah mulai menyesuaikan pola pembelajaran yang saat ini menggunakan konsep Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Sehingga mereka yang lulus harus masuk kompetensi CPL.

“Termasuk kegiatan sharing knowladge ini, dan kegiatan lain yang menunjang mahasiswa untuk membuka wawasan agar benar-benar siap ketika mereka lulus kuliah”ujarnya disela-sela menghadiri Pembukaan Shating Knowladge Pertamina RU III Plaju Palembang di Fakultas Teknik Kimia Unsri, Selasa (12/11/2019).

Bahkan, pihaknya mendorong kegiatan seminar, talkshow maupun sharing knowledge karena membuka cakrawala berpikir dari berbagai pengalaman praktisi.

“Kita sampai 4 kali dalam satu semester, jadi 8 kali dalam setahun dengan mengundang berbagai perusahaan,”jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Tim Pertamina RU III Plaju, Frans Jonathan AMd menambahkan bahwa Sharing Knowledge kali ini diisi oleh Antoni R Doloksaribu MT selaku Secretaris Head CD&GP production mewakili Samsudin selaku Manager Produksi, Iyang Suyanto MSi selaku Secretaris Head Quality Management dan juga tim Pertamina RU III Plaju Palembang.

“Jadi hari ini kami Sharing Knowledge selaku praktisi. Kita ingin kasih tahu bahwa selain skill banyak yang dibutuhkan di dunia kerja,”terang Frans Jonathan.

Menurutnya, ada banyak keterampilan yang dibutuhkan dan perlu diketahui seorang mahasiswa yang pada gilirannya nanti masuk ke dunia usaha maupun dunia industri.

Peran Attitude juga menjadi hal yang urgent bagi sebuah perusahaan termasuk Pertamina yang menjadi penunjang kualitas kinerja seseorang.

“Selain itu juga tadi di share tentang budaya Ampera 24/7 yang artinya adalah Amanat Prilaku dan Etika Tujuh Hari,”pungkasnya. (abl)

Continue Reading

Pendidikan

Self Defense Terhadap Bullying

Published

on

Ilustrasi

Orator.id-APAKAH kamu pernah menjadi salah satu korban bullying? Bullying sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kejadian bullying sudah terjadi sejak lama dan sedikit yang terekam dan dilaporkan itupun kalau sudah melewati batas wajar.

Kebanyakan korban bullying akan merasa takut untuk melaporkan apa yang terjadi pada mereka karena sudah merasa tertekan oleh si pelaku bullying. Bahkan korban bullying dapat berubah menjadi prilaku bullying. Lalu bagaimana cara kamu mengatasi bullying?

Dalam kamus Oxford, bullying yang memiliki kata dasar bully memiliki arti seseorang yang terbiasa berusaha untuk menyakiti atau mengintimidasi seseorang yang dianggap lemah. Dikutip oleh doktersehat.com dari bullying.co.uk, bullying merupakan perilaku berulang yang dimaksudkan untuk melukai orang lain baik secara fisik maupun mental yang dapat didasari oleh perbedaan ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual hingga kondisi fisik seseorang dimana pelaku akan lebih mendominasi dan korban menjadi pihak yang lemah.

Berbicara tentang bullying dari sisi si pelaku, seseorang yang pernah menjadi korban kekerasan dapat berubah menjadi pelaku. Hal ini lah yang banyak mendasari para pelaku bullying. Seseorang dengan latar belakang memiliki masalah pribadi juga berisiko menjadi pelaku bullying. Dia memiliki anggapan bahwa lingkungannya tidak menginginkannya sehingga dia berusaha mencoba mencari pelarian di tempat lain dimana dia merasa diterima dan berkuasa.

Perasaan iri pada korban bullying merupakan salah satu alasan terkuat kenapa kekerasan biasa terjadi terutama di kalangan anak sekolah. Kekerasan yang terjadi bisa berupa kekerasan fisik, mental maupun verbal.

Dampak buruk dari kejadian bullying kepada korban juga sangat merugikan. Tak jarang seseorang yang menjadi korban kekerasan memilihi bunuh diri sebagai jalan pintas untuk mengakhiri pem-bully-annya. Dampak lain yang dapat diberikan oleh kegiatan bullying ini berupa gangguan mental dan psikis seseorang yang dapat mempengaruhi diri dan lingkungan sosialnya.

Korban bullying akan merasa takut untuk keluar rumah bahkan sampai menutup diri. Walaupun hal yang dilakukan ini menurut saya kurang tepat, tetapi para korban bullying beranggapan bahwa hal ini merupakan satu-satunya cara untuk menghindari si pelaku bullying.

Hal ini dapat berdampak pada kognitif dan prestasi seseorang apabila proses bullying terjadi di sekolah maka anak merasa takut untuk pergi ke sekolah. Ketergantungan obat yang diderita oleh korban didapatkan akibat konsumsi obat untuk menangani stress dan depresi yang dideritanya akibat proses bullying.

Dilansir dari CNN Indonesia dan Popbela.com, kekerasan atau bullying di bedakan menjadi 4 yaitu :

1. Kekerasan fisik dimana kekerasan atau intimidasi yang dilakukan melibatkan anggota tubuh atau fisik seseorang yang dapat menyebabkan efek jangka pendek dan jangka panjang bahkan dapat mengakibatkan trauma pada korban. Kekerasan fisik dapat berupa memukul, menendang, mencubit dan menghancurkan barang orang lain.

2. Kekerasan Verbal yaitu kekerasan atau intimidasi yang dilakukan kepada korban melalui kata-kata dan perkataan yang disampaikan langsung kepada korban. Kekerasan verbl dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis.

3.Cyber-bullying yaitu kekerasan atau intimidasi kepada seseoarang yang dilakukan melalui jejaring internet berupa media sosial. Ujaran kebencian pada media sosial dilakukan oleh seseorang yang tidak senang kepada korban dan berusaha untuk mengintimidasi korbannya melalui kometar-komentar negatif tentang si korban.

4. Bulllying Rellasional yaitu bullying yang terjadi pada lingkungan pertemanan dan memiliki banyak pelaku untuk malakukannya. Penghindaran, pengucilan dan cara pengabaian kepada korban yang dilakukan oleh pelaku cenderung mengakibatkan perlemahan harga diri dari si korban. Kekerasan ini mencaku cara pandangan sinis, lirikan mata, tawa yang mengejek, dan bahas tubuh.

Bagaimana cara kita mempertahankan diri kita dari bullying maupun mencegah bullying itu terjadi? Dikutip dari kidshealth.org, sebagai korban bullying kita dapat melakukan hal berikut untuk mengatasi bullying yaitu

1.Menceritakannya kepada orang dewasa yang terpercaya dan bisa memberikan saran dan menyelesaikan pem-bully-an tersebut.

2. Mengabaikan sikap pelaku dan berusaha untuk tidak peduli terhadap apa yang dilakukan oleh pelaku.

3. Berjalan dengan tegap dan angkat kepala dengan memberikan bahasa tubuh dan postur seperti ini menunjukkan bahwa kita ialah seseoarang yang tidak lemah.

4. Lampiaskan kekesalan terhadap bully kepada hal lain yang tidak berdampak pada psikis, karena jika kita melawan si pembuli maka hanya akan membuat kita lebih tersakiti dan si pembuli merasa bangga karena dia berhasil menyakiti korbannya.

5. Mencoba berbicara kepada si pembuli bahwa kelakuaan yang ia lakukan sungguh tidak baik dan dapat melukai seseoarang.

6.Berlatih kepercayaan diri untuk mencoba merespon si pembuli dengan verbal ataupun sikap.

7.Bersikap selalu positif thinking terhadap diri sendiri dan jangan pedulikan komentar negatif dari orang lain.

Dikutip dari dream.co. Yeni Sovia menuturkan bahwa orang tua juga dapat membantu proses pencegahan bullying kepada anak, yaitu :

1. Ajarkan anak tentang nilai-nilai moral

2. Mengembangkan kepercayaan diri dan kognitif anak

3. Mendidik anak agar menjadi pribadi yang kuat contohnya belajar bela diri

4. Ajarkan anak untuk dapat membedakan orang yang memukul sengaja maupun tidak sengaja

5. Mengajarkan kepada anak bilamana menghormati dan menghargai seseorang

Artikel ini ditulis oleh : Rindu Ade Mika Afrilia (Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang)

Continue Reading
Advertisement

Trending