Connect with us

Olahraga

Gagal Latih Timnas, Pecat McMenemy !!

Published

on

Simon McMenemy

JAKARTA-Mantan manajer timnas Andi Darussalam Tabusalla (ADS), langsung menyerukan agar pelatih timnas Simon McMenemy segera dipecat. Hal ini menyusul kekalahan beruntun dengan Malaysia dan Thailand pada pra kualifikasi Piala Dunia. Main di kandang sendiri, Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. Kemudian dibantai Thailand 3-0.

“Saya kira PSSI harus segera memberhentikan Simon. Masih ada waktu bagi timnas Indonesia untuk memperbaiki diri dengan pelatih baru. Apa yang diperlihatkan oleh timnas tadi malam bukan permainan terbaik yang bisa dilakukan sepak bola Indonesia. Itu sangat buruk,” kata Andi Darussalam Tabusalla.

Pemecatan Simon menurut ADS, harus langsung diikuti penunjukkan pelatih baru. Pelatih itu harus yang sudah maklum dan kenal bahkan hafal dengan pemain Indonesia. “Dengan segela kerendahan hati, PS Tira sebaiknya merelakan Rahmad Darmawan untuk melatih timnas. Ini sudah SOS,” kata ADS.

Simon McMenemy mencoba untuk membela diri atas kekalahan itu. Pelatih asal Skotlandia ini menyebut jika pemain kelalahan akibat datang dari kompetisi. “Pemain kami kelelahan setelah bertanding di kompetisi,” kata Simion beralasan.

Namun alasan itu tak bisa diterima begitu saja. “Ini kekalahan terutama soal strategi. Pelatih tidak bisa menunjukkan strategi yang tepat menghadapi Malaysia,” ujar Muhammad Alhadad, mantan pelatih Persebaya dan striker timnas medio 80-an.

Mamak, sapaan akrabnya, melihat strategi timnas gampang terbaca. Kelemahan di sektor bek sayap mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Malaysia. “Koordinasi pertahanan sangat buruk. Pelatih tidak bisa menginstruksikan kepada pemain bagaimana cara bertahan menghadapi Malaysia,” kata Alhadad.

Simon Tanpa Strategi

Alhadad juga melihat pelatih tidak memiliki strategi baru atau perubahan pada babak kedua. Sebaliknya, saat sendiri banyak berubah. “Saat menghadapi serangan balik, Indonesia terlihat sangat kebingungan,” ujar Alhadad.

Kondisi ini diperparah dengan macetnya distribusi bola dari lini tengah. “Beto itu tipe striker yang lebih sering memanfaatkan bola umpan matang. Ia bukan striker petarung. Oleh karena itu lini tengah harus kuat dan aktif dalam distribusi bola. Tetapi saya tidak melihat strategi permainan seperti itu pada saat melawan Malaysia,” ujar Alhadad.

Sebagai pelatih, Alhadad tidak mau berkomentar tentang nasib Simon selanjutnya. Hanya Alhadad memberikan isyarat agar PSSI lebih banyak memberikan kesempatan pada pelatih lokal untuk menangani timnas. “Banyak pelatih nasional yang punya lisensi internasional dan jelas. Lha kok ini, PSSI malah memberi kesempatan pada pelatih yang lisensinya sempat dipertanyakan. Bagi saya aneh,” ucap Alhadad.

Sementara ADS lebih garang lagi. “Ini sudah waktunya PSSI berbenah. Sepak bola kita tidak bisa begini terus. Petinggi PSSI harus menyadari apa kesalahan yang selama ini telah mereka lakukan. Penunjukkan pelatih yang sertifikatnya tidak jelas atau dipertanyakan, itu salah,” kata ADS. Mantan manajer saat memimpin timnas Indonesia, tidak pernah membawa Garuda senior kalah dari Malaysia di Senayan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Stadion Jakabaring Palembang Bersaing Ketat Ikut Piala Dunia U-20 2021

Published

on

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) bersama jajaran saat berkunjung ke JSC Palembang guna kesiapan Piala Dunia U-20 2021, Selasa (11/2/2020). (Foto:ist)

Orator.id,Palembang-Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang harus bersaing ketat dengan stadion lainnya di Pulau Jawa demi mendapatkan satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

Hal ini terlihat saat kunjungan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam ke kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Selasa (11/2/2020).

Turut hadir Gubernur Sumsel H Herman Deru, Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainudin, Asprov PSSI Sumsel, Ucok Hidayat dan jajaran OPD beserta unsur terkait.

Dalam kesempatan itu, paparan langsung disampaikan berbagai pihak mulai dari kesiapan Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) oleh Direktur PT JSC Meina Paloh, persiapan kesehatan dari Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainiy, dan kesiapan keamanan oleh perwakilan Polrestabes Palembang dan juga kesiapan akomodasi dari Dinas Pariwisata Sumsel.

Gubernur Sumsel dalam kesempatan tersebut memastikan PSSI tak perlu ragu mengenai kesiapan Sumsel. Pasalnya, event dunia kerap menyambangi Palembang.

“Yang tak bisa ditiru di Sumsel adalah pengalamannya. Sejak PON, SEA Games, Asian Games dan berbagai kejuaraan dunia lain, sukses digelar,”ujar Herman Deru.

Ia menambahkan, jika Sumsel dipilih menjadi satu dari enam yang akan ditunjuk menjadi host city maka Pemerintah Pusat tak perlu banyak menambah fasilitas. Apalagi Sumsel dilengkapi dengan Light Rail Transit (LRT) dan standar stadion yang berlevel Internasional.

Menurutnya, Sumsel siap berkordinasi dengan FIFA dan PSSI manakala menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-21 tahun depan. Apalagi, JSC juga sudah dikenal di manca negara.

“Kami tak ingin JSC senasib dengan sport center lain, yang dikonversikan menjadi tempat bisnis. Yang saya ingin adalah JSC tetap jadi sport center, pusatnya olahraga kebanggaan Sumsel,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan kunjungan secara maraton di berbagai daerah di Indonesia untuk memilih beberapa stadion yang layak untuk menjadi tuan rumah baik stadion utama maupun pendamping.

“Awalnya ada 10 yang menjadi tuan rumah dan sekarang ada tambah satu Pekanbaru jadi 11. Dari 10 sampai 11 ada 4 akan jadi stadion world cup, tapi kita minta supaya ada 6 stadion,” jelasnya.

Pengajuan 6 stadion ini, PSSI berharap kejuaraan dunia ini bisa menjadi sejarah bagi beberapa stadion di Indonesia bahwa Indonesia pernah sukses menjadi tuan rumah piala dunia.

“Ini adalah Piala Dunia pertama di Indonesia, kita berharap persiapan kita terus matang,”pungkasnya.

Untuk diketahui lawatan Ketua Umum PSSI ini merupakan lawatan dalam rangka persiapan menyambut Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

Kemungkinan besar Maret 2020 bulan depan, FIFA akan mengumumkan enam ‘host city’ yang ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

Setelah pada 1 Februari 2020 berkunjung ke Bandung dan berlanjut ke DIY dan Jawa Tengah pada 8-9 Februari 2020, serta ke Jawa Timur pada 9-10 Februari 2020, hari ini, Selasa, 11 Februari 2020, Ketua Umum PSSI M. Iriawan dan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria datang ke Palembang.

Iriawan dan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menginspeksi stadion maupun lapangan di Jakabaring Sport City yang dinominasikan sebagai salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021. (abl)

Continue Reading

Olahraga

Dua Atlet Dunia Bulutangkis Meriahkan Gojek Badminton Palembang Cup II

Published

on

Orator.id,Palembang-Sebanyak 500 peserta mengikuti turnamen badminton dalam Gojek Badminton Palembang Cup II, di Gedung Olahraga (GOR) Pupuk Sriwijaya (Pusri), Senin (3/2/2020). Event yang diadakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Palembang itu menyiapkan total hadiah Rp100 juta.

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo saat membuka event tersebut mengatakan, Gojek Badminton Palembang Cup II menjadi momentum kebangkitan olahraga, khususnya bulutangkis di Palembang yang sempat terpuruk di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel.

“Kalau bisa apa yang dikatakan PBSI harus bergelora di Porprov Sumsel nanti kita harus lebih dari itu, kita harus juga menjadi juara umum bahkan di tingkat nasional,” katanya.

Event sekelas nasional yang dihelat PBSI Kota Palembang yang menggandeng Gojek ini, kata Harnojoyo sebagai tanda geloranya bulutangkis di Palembang akan mengakar di seluruh atlet muda.

Terlebih dua atlet dunia Chandra Wijaya peraih medali emas Olimpiade Sydney tahun 2000 dan Ricky Subagja, peraih medali emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996, turut hadir langsung di pembukaan tersebut.

“Ini bisa menjadi motivasi atlet kita, mengapa mereka bisa, kita tidak, harus bisa menjadi atlet kebanggaan Indonesia di kanca olahraga dunia,” katanya.

Harnojoyo menegaskan, atlet yang berprestasi haruslah memiliki jiwa dedikasi yang tinggi pada diri sendiri, disiplin dan berkeinginan keras meraih prestasi.

“Olahraga itu menunjukan insan yang sehat, sehat artinya memiliki jiwa yang bersih termasuk lingkungan yang bersih dari pembuangan sampah sembarangan,” katanya.

Kalau tahun 2019 menjadi prestasi terbilang buruk bagi Kota Palembang, Harnojoyo berkeinginan tahun 2020 menjadi prestasi yang membanggakan bagi Kota Palembang dengan event Gojek Badminton Palembang Cup II . “Tahun ini harus menjadi yang terbaik dunia olahraga di kota kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PBSI Palembang Ratu Dewa mengatakan, turnamen Gojek Badminton Palembang Cup II ini sebagai bentuk pencarian bakat dari anak usia dini hingga tingkat remaja, termasuk pencarian bakat di tingkat kelurahan.

“Pembinaan tahun lalu kita akui sangat kurang, kita ingin tahun ini jemput bola memperbanyak turnamen untuk ajang bangkit merebut juara umum di Porprov nantinya,” katanya.

Dikatakannya, di ajang olahraga Bulutangkis tidak bisa dipungkiri banyak atlet dari Kota Palembang berkiprah di tingkat nasional.

“Palembang banyak sekali menyumbang prestasi di tingkat nasional dari atlet binaan Palembang, nanti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) kita akan melakukan pembinaan atlet dewasa kita,” ujarnya.

Target kedepan, kata Dewa yang juga menjabat sebagai Sekda Palembang ini, ingin menggelar turnamen setingkat Asia.

“Setelah banyak atlet kita yang berprestasi kita ingin menggelar turnament tingkat asia,” katanya. (kar)

Continue Reading

Olahraga

Gubernur Minta KONI Sumsel Komitmen Perbaiki Prestasi Olahraga

Published

on

Hendri Zainuddin (kiri) resmi dilantik menjadi Ketua KONI Sumsel di The Zuri Hotel Palembang,Minggu (26/1/2020). (foto: Dok Humas Pemprov Sumsel)

Orator.id,Palembang – Ketua Umum KONI Pusat Letjen Purn Marciano Norman disaksikan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru (HD) resmi melantik Ketua KONI Sumsel H Hendri Zainuddin di Hotel The Zuri Palembang, Minggu (26/1/2020).

Sejumlah pesan dititipkan Gubernur HD pada sosok Ketua KONI yang baru. Diantaranya adalah soal perbaikan prestasi Sumsel di PON Papua bulan Oktober 2020 mendatang.

Menurut HD tantangan Ketua KONI tidak mudah di PON Papua nanti. Karena banyak cabor potensi Sumsel yang justru tidak dipertandingkan. Oleh karena itu pasca dilantik, Ketua KONI yang baru diharapkan dapat segera melakukan pembinaan semaksimal mungkin.

” Saya minta betul. Jangan jadikan kepengurusan ini sebagai sambilan. Soal permintaan pembangunan sekretariat KONI yang mengakomodir semua cabor boleh saja, asal syaratnya ada perbaikan prestasi,” kata HD.

Iapun berharap kepengurusan yang baru ini dapat mengakomodir semua kepentingan prestasi Sumsel. Karena KONI adalah tumpuan dan harapan masyarakat untuk mencapai prestasi-prestasi yang akan dituai pada ajang-ajang kompetisi olahraga bergengsi yang akan datang.

Dan yang tak kalah penting kata HD adalah KONI sebagai rumah besar peningkatan prestasi, juga harus berkontribusi meningkatkan kegemaran masyarakat Sumsel dalam berolahraga.

“Kita tidak bisa berdiam diri menjadi bangga dengan pengurus yang besar tanpa berpikir keras. Karenanya saya minta setelah dilantik ini pengurus segera melakukan inventarisasi, konsolidasi dan solusi. Soal pagu anggaran memang Rp29 miliar, tapi kalau tidak ada prestasi itu bisa saja saya rem. Semoga ketua baru ini bisa mengakomodir semua itu nanti” ujarnya.

Perlahan namun pasti saat ini kata HD, Pemprov terus mensupport pembinaan olahraga di daerah-daerah secara merata dengan menyediakan 10 stadion baru di sejumlah Kab/kota dengan CSR mencapai ratusan miliar.

” Gengsi kita ada disini. Kita juga akan berupaya melengkapi peralatan cabornya biar training lebih sempurna lagi. Kalau pendanaan sudah, alat lengkap artinya tinggal kemauan,” jelas HD.

Di tempat yang sama, Ketua Umum KONI Pusat Letjen Purn Marciano Norman mengatakan pengukuhan ini hendaknya jangan menjadi seremonial. Melainkan dijadikan sebagai pernyataan tekad dan komitmen pengurus KONI Sumsel untuk memajukan olahraga dan prestasinya di Sumsel.

“Pelantikan ini bukti kebulatan tekad pengurus untuk melaksanakan tugas pembinaan prestasi olahraga yang sesuai peraturan organisasi dan lainnya. Semoga di bawah kepemimpinan Hendri Zainuddin olahraga di Sumsel dapat lebih maju paling tidak pada PON 2020 di Papua. Bisa perbaiki peringkat prestasi dari peringkat 21 jadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KONI Sumsel H.Hendri Zainuddin mengatakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya KONI Sumsel harus mengapresiasi perhatian Gubernur H.Herman Deru yang sangat besar bagi kemajuan olahraga di Sumsel.

” Dukungan Gubernur HD sangat luar biasa. Pada APBD hampir Rp29 miliar dan ini meningkat dari tahun sebelumnya. Bahkan Pak HD punya gagasan yang bisa menjadi sejarah dengan melengkapi alat olahraga untuk 55 Cabor yang ada. Ini patut diapresiasi,” jelasnya.

Dengan komitmen dari Kepala Daerah yang sedemikian rupa itu Hendri bertekad pada event 4 tahunan itu dirinya bersama semua pengurus olahraga provinsi dapat memperbaiki prestasi Sumsel dari peringkat 21 menjadi peringkat ke 15.

Sejumlah pejabat juga tampak hadir dalam acara tersebut seperti Wakil II Ketua Unum KONI Pusat Bidang Litbang dan Hujun Mayjen TNI Purn Nanang Djuana, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel H. Giri Ramanda Kiemas, sejumlah tokoh olahraga, pengurus provinsi organisasi keolahragaan se Sumsel, para atlet juga tampak dalam pengukuhan tersebut. (mna/rel)

Continue Reading
Advertisement

Trending