Connect with us

Pendidikan

Orang Tua Diminta Inovasi Manfaatkan Sisi Positif Gadget

Published

on

Anak menggunakan gadget dengan bermanfaat. (Shutterstock)

Orator.id,Jakarta–Penggunaan gadget pada anak seharusnya tidak perlu membuat orang tua khawatir. Menurut pakar, penggunaan gadget juga miliki segudang manfaat, termasuk untuk berinovasi.

Pengamat dan Praktisi Pendidikan dan Sains Indra Charismiadji menyarankan para orang tua alih-alih melarang anaknya bermain gadget, ada baiknya ubah rasa penasaran mereka menjadi lebih produktif dengan cara mengarahkan gadget sebagai alat kerja.

“Mereka itu dibangkitkan rasa ingin tahunya kasih tantangan, mereka sekarang main game dengan berikan tantangan, bisa nggak bikin game dengan kayak yang dimainkan sekarang,” ujar Indra dalam acara diskusi di Gondangdia, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Dari sana saat anak merasa tertantang biasanya mereka akan langsung antusias dan coba-coba berbagai aplikasi membuat game, menggambar, video atau fotografi. Saat mereka kecanduan tapi asik dan produktif secara tidak langsung orang tua berhasil mengarahkan, tidak lagi menjadikan game sebagai alat main, tapi alat bekerja.

“Karena kita tidak disiapkan gunakan itu (gadget) sebagai alat kerja bukan hiburan. Sekarang yang harusnya alat kerja ini dipakai sebagai alat hiburan karena nggak ada yang ngajarin juga,” papar Indra

Indra mengatakan jika nantinya sudah berhasil jadikan gadget sebagai alat kerja, dengan sendirinya dia akan bosan dan saat ingin bermain tidak lagi menggunakan gadget. Tapi dengan catatan penting, orang tua tidak boleh memaksa, karena jika sudah terpaksa kreativitas akan terbatas.

“Sebetulnya tinggal menggesar dari yang pengguna jadi pencipta, kuncinya di orang tua. Orang tua itu punya ilusi mampu kontrol orang lain, saat anak dipagerin, tidak ada yang bisa menjamin anak tidak akan melompati pager tersebut,” jelas Indra.

Jika dilarang menggunakan gadget, anak justru makin penasaran dan bukan tidak mungkin diam-diam menggunakan gadget tanpa sepengetahuan orang tua.

“Ketika dilarang akan akan mencari jalan lain melompati pagar. Penting itu dorong anak jadi cerdas, bisa pilih yang baik atau tidak,” tutupnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Universitas Sumatera Selatan Gelar Wisuda I, Wagub Sumsel Apresiasi

Published

on

Orator.id,PALEMBANG – Keberadaan Universitas Sumatera Selatan (USS) dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Bumi Sriwijaya mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Ir. H. Mawardi Yahya. Apresiasi tersebut diungkapkannya saat menghadiri wisuda bagi 134 orang lulusan baru Universitas Sumatera Selatan yang digelar di hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (16/9/2019).

“Keberadaan Universitas ini tidak perlu diragukan lagi, terlebih telah diakui oleh Kemenristekdikti RI. Ini artinya universitas ini sudah sejajar dengan perguruan tinggi lainnya yang ada di Indonesia,” ungkap Mawardi.

Dikesempatan ini Wagub juga berharap kepada para lulusan yang baru saja diwisuda untuk dapat memanfaatkan ilmunya, sebagai bekal dalam meniti hidup yang lebih kompleks terutama dalam persaingan di pasaran kerja.

“Adik-adik sekarang sudah menyandang gelar sarjana. Karena itu gunakankan ilmu yang telah didapat selama ini sebagai bekal dalam menapaki kehidupan lebih baik lagi kedepan,” tuturnya. Wagub pun berharap agar para orang tua dapat terus memberikan semangat dan dorongan agar anaknya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Sementara itu, Rektor Universitas Sumatera Selatan Prof. Mahyuddin dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dengan harapan ilmu yang didapat selama ini dapat berguna bagi bangsa dan negara.

“Kami mengucapkan selamat kepada orang tua yang telah mengantarkan anak-anaknya sampai ke jenjang sarjana,” ujarnya. (riz/mna)

Continue Reading

Pendidikan

Ini Tanggapan Guru Besar Universitas Terbuka terkait Pemanfaatan Teknologi Informasi di Era Siber

Published

on

Seminar Akademik dengan tema "Pemanfaatan Teknologi Informasi di Era Siber Menuju Indonesia Unggul" di Sultan Convention Center Palembang,Rabu (11/9/2019). Seminar tersebut menghadirkan Guru Besar Universitas Terbuka (UT) Prof Dr Atwi Suparman MSc dan Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Refly Harun, SH, MH, LL.M.

Orator.id,PALEMBANG-Guru Besar Universitas Terbuka (UT) Prof Dr Atwi Suparman MSc mengatakan penggunaan teknologi Informasi di era siber tidak serta mengalihkan segalanya. Namun penguasaannya hendaknya tidak meninggalkan jati diri bangsa berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Teknologi itu alat jadi harus tepat guna penggunaannya, “ujar Prof Atwi dalam Seminar Akademik dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Informasi di Era Siber Menuju Indonesia Unggul” di Sultan Convention Center Palembang,Rabu (11/9/2019). Adapun seminar tersebut sebagai apresiasi terhadap lulusan UT yang akan mengikuti Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) tahun 2019 tahap II.

Menurut Rektor UT Periode 2001-2009 ini, penggunaan teknologi informasi hanya hebat untuk kemampuan berpikir. Tetapi tidak untuk praktek sehingga perlu dilengkapi. “Seperti belajar menerbangkan pesawat yah harus praktek. Harus ada tatap muka untuk pembelajaran praktek ini” ujar Prof Atwi.

Namun hal penting lagi, Prof Atwi menekankan bagaimana penempaan sikap dan prilaku dalam pemanfaatan teknologi informasi berbasis internet. Baginya, kecanggihan teknologi belum bisa menggantikan bagaimana membentuk sikap dan prilaku.

“Supaya prilaku ini bagus tentu harus melalui pendekatan. Ada kontak langsung dan hal ini saya pikir tidak tergantikan dengan teknologi. Tidak cukup melalui internet karena ada keterbatasan,” jelasnya.

Dalam hal penguasaan teknologi internet Prof Atwi menegaskan boleh saja sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu bersaing dan memiliki keterampilan sama bahkan lebih dengan negara lain. Namun satu hal pokok ditekankannya bahwa jati diri bangsa dapat menjadi pembedanya.

“SDM bangsa kita harus dibentuk sesuai ideologi bangsa yakni Pancasila. Sehingga pemanfaatan teknologi internet memiliki jati diri. Itu baru manusia unggul, jadi ada pembedanya. Seperti di Jepang, mereka jago-jago dan pintar-pintar. Namun jika ketemu senior atau yang lebih tua mereka begitu hormatnya. Jadi saya pikir kita Indonesia harus memiliki kepribadian yang unggul yang sesuai Pancasila, “ucapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, narasumber lainnya Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Refly Harun, SH, MH, LL.M menegaskan pemanfaatan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Ada nilai positif dan ada nilai negatif.

“Perlu diingat dalam penggunaan teknologi informasi harus ada insting hukum yakni bagaimana dampak hukumnya,” ujarnya. (riz)

Continue Reading

Pendidikan

Pembudayaan Kegemaran Membaca, Dinas Perpustakaan Sumsel Sosialisasi Sekolah di Palembang

Published

on

Orator.id,Palembang – Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mensosialisasikan pembudayaan kegemaran membaca kepada 21 sekolah tingkat SMA/SMK/MA baik negeri dan swasta di Palembang.

“Tujuan kami agar kegemaran membaca di tahun 2019 ini para siswa SMA/SMK/MA baik negeri maupun swasta bisa bangkit kembali,” kata Plt Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Mislena SE, MM di Palembang, Rabu (21/8/2019).

Ia menjelaskan kegemaran membaca untuk saat ini perlu digalakkan kembali dan mengajak para siswa dan guru untuk terus membaca serta mengunjungi Perpustakaan Provinsi Sumsel.

“Di waktu senggang misalnya di jam kerja, jam makan siang beserta lainnya kebiasaan membaca harus terus digalakkan,”ujarnya.

Sementara itu, gedung Dinas Perpustakaan Sumsel akan terus diperjuangkan untuk dilakukan renovasi. Menurut Mislena, sudah sepantasnya Perpustakaan Sumsel diperhatikan karena perpustakaan menjadi jantungnya pendidikan.

“Bukan lagi pendamping tetapi perpustakaan jantungnya pendidikan kalau jantung berhenti bagaimana,” ujarnya.

Pihaknya pun tengah berusaha memperoleh pendanaan dari pemerintah pusat seperti dana DAK untuk rehab dan kemajuan Perpustakaan Provinsi Sumsel.

“Gubernur sendiri sudah merehab gedungnya dan Insya Allah di tahun 2020 bisa direhab lebih baik lagi karena ini gedung tua yang sudah 35 tahun lalu, jadi banyak yang harus direnovasi.Karena di luar negeri saja perpustakaan mereka sudah bagus-bagus semua contohnya saja di China,” jelasnya. (den)

Continue Reading
Advertisement

Trending