Connect with us

Berita

Jadi Daya Tarik Wisatawan, Pasar Duren Kuto Ditata Ulang

Published

on

Orator.id,Palembang-Kuliner buah durian (duren) di Pasar Kuto Palembang kian menjanjikan. Dinas Pariwisata Kota Palembang ingin kuliner tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang singgah ke Kota Palembang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, penataan lapak penjualan duren di Pasar Kuto ini sedang berlangsung. Destinasi wisata terus ditingkatkan baik itu yang benar-benar baru atau peningkatan dari yang lama menjadi lebih baik lagi diantaranya Pasar Duren Kuto.

Isnaini mengatakan, pemerintah kota sudah punya rencana untuk memperbaiki kualitas Pasar Duren di Kuto agar layak jadi spot berstandar wisata. Hal ini dilakukan juga salah satunya karena dukungan para pedagang. Pasar wisata durian berkonsep wisata ini akan diisi oleh delapan pedagang eksisting, tidak menghadirkan pedagang baru.

“Oktober dipastikan selesai. Selama ini tempat ini tidak memiliki nilai wisata, dengan kita tata tempat ini akan menjadi lebih menarik,” jelasnya.

Pasar Durian Kuto berlokasi di area Pasar Kuto, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur III Palembang ini ada sejumlah lapak yang beratap tenda besar di pangkal pasar. Posisi lapak ini tepatnya berada di halaman depan rumah-rumah toko yang sudah tutup.

“Kalau yang dulu belum layak dijadikan destiansi wisata, karena kita perlu tambah fasilitas yang berstandar pariwisata, dan ini beberapa yang bantu sepeti tenda, kursi, cat dari CSR namun ini belum cukup karena perlu fasilitas lainnya, agar layak di jadikan wisata,” jelasnya.

Kemudian di atas kotak kayu yang disusun dan konsumen bisa memilih sendiri durian yang akan dimakan di tempat yang disediakan kursi dan meja layaknya rumah makan.

Isnaini mengungkapkan, Pasar Durian Kuto disiapkan untuk penataan sebagai Pusat Kuliner Durian. Dengan begitu, tampilannya sebagai sentra khusus durian benar-benar bisa memberi daya tarik. Bahkan, pihaknya mempersiapkan menjadi destinasi wisata baru.

“Penataannya secara fisik dengan penggantian tenda, meja dan kursi, rak buah, penerangan, serta kelengkapan untuk konsumen seperti parkir, keamanan, dan plang nama, desain khusus disiapkan agar semakin menarik, dan ini sudah ada pihak ketiga yang memberikan bantuan, seperti tenda,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengharapkan kerjasama dari instansi terkait seperti pembuatan pedesterian oleh PUPR dan penataan sampah di lokasi pasar yang berbau tak sedap oleh DLHK dan PD Pasar.

“Tempat pembuangan sampah di depan pasar itu berbau tidak sedap, untuk mendukung destinasi wisata ini maka perlu kerjasama semua pihak,” katanya.

Pembeli di Pasar Duren Kuto, Purwanti mengaku sangat setuju kalau pasar durian kuto dibenahi.

“Jadi lebih nyaman saja kalau makan di lokasi. Juga jika pun ada teman dari luar kota mampir ke Palembang bisa diajak kesini,”ujarnya.

Adapun pembenahan kalau benar – benar di garap jadi destinasi wisata kuliner, tetapi harus menyeluruh, bukan hanya soal meja, kursi ataupun lokasi menjadi lebih nyaman, tapi juga lingkungan dan penunjangnya seperti parkir, dan lainnya bahkan juga duren yang berstandar sehingga tak mengecewakan.

Pedagang Duren Pasar Kuto, Fais mengatakan, sebagai pedagang dirinya tentu menyambut baik, kalau lokasi ini jadi spot wisata. “Kalau dibenahi setuju saja, asal kita tetap bisa jualan,” ujarnya. (kar)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Aneh, Pelaku Hilangnya Bollar di Jembatan Ampera Belum Tersentuh

Published

on

Ilustrasi

Orator.id, Palembang-Pada hari Senin tanggal 10 Agustus 2020 telah terjadi insiden kerusakan bollar (besi pembatas trotoar) di atas Jembatan Ampera. Diketahui Sebanyak 33 buah bollar pembatas Jembatan Ampera yang semula rapi berjejer di sisi kanan dan kiri pedestrian Jembatan Ampera ditemukan dengan kondisi hancur berantakan.

Setelah dilakukan investigasi dan identifikasi oleh pihak PPK.3.6 Satker PJN Wilayah III Provinsi Sumatera Selatan, pada lokasi kejadian ditemukan jejak ban mobil di atas pedestrian.

“Kesimpulan yang kami dapat ambil sementara adanya kelalaian pengendara mobil yang sampai saat ini belom dapat diketahui identitasnya yang menabrak bolar tersebut hingga keramik di atas pedestrian juga ikut terlepas sebagian,” kata Kepala BBPJN Wilayah III Syaiful Anwar, Selasa (11/8/2020).

Menurut Syaiful, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui identitas penabrak bolar tersebut.

“Pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi dan dituntut ganti rugi, untuk itu semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya

Pihaknya pun akan segera melakukan perbaikan pada bolar tersebut dengan esitimasi pekerjaan selama 30 hari perbaikan.

“Kami berharap agar masyarakat kota Palembang dapat berpartisipasi untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun oleh negara dengan tidak melakukan aksi vandalisme dan pencurian,” ungkap Syaiful. (den)

Continue Reading

Berita

Energi Alternatif : Pemkot Palembang Pasang Lampu Jalan Energi Surya

Published

on

Orator.id,Palembang-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai berhemat untuk biaya Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan memanfaatkan bantuan 10.441 titik PJU bersumber Listrik Tenaga Surya.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, listrik bertenaga surya akan menerangi ratusan titik jalan di Kota Palembang. Dengan ini pihaknya akan menghemat puluhan miliar dalam satu tahun

“Satu tahun kita harus membayar Rp 80 miliar untuk lampu jalan, dengan adanya bantuan lampu listrik bertenaga surya dari CV Sapa Koja ini,” katanya, saat pemasangan di Jalan K.H Azhari Lorong Pedatuan Laut RT 01 RW01 Kelurahan 12 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Selasa (11/8/2020).

Harnojoyo mengatakan, listrik bertenaga surya ini sumber energinya berasal dari surya atau matahari dengan menampung panas matahari pada siang hari melalui panel. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyalakan komponen elektrik untuk lampu, tentunya akan menghemat biaya tagihan listrik konvensional.

“Bisa dibayangkan kalau seluruh lampu jalan di Palembang ini digantikan dengan listrik bertenaga surya, tentu nol rupiah yang kita keluarkan untuk listrik lampu jalan,” katanya.

Harnojoyo mengatakan, titik lampu akan disebar di setiap kelurahan yang ada, sesuai dengan kebutuhan di kawasan itu nantinya. “Kalau untuk semua kebutuhan Palembang ini, dibutuhkan 76 ribu, saat ini baru ada 46 ribu yang sudah disebar, dengan adanya 10.441 titik lampu bertanaga surya ini, kita butuh waktu beberapa tahun lagi untuk mencukupi semuanya, jadi akan dilakukan secara bertahap,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) CV Sapa Koja Remadani Oktaviani mengatakan, bantuan hiba lampu listri bertenaga surya ini merupakan bantuan hibah dari PT Imza Rizky Jaya dari Dubai.

“Kalau untuk seluruh Sumsel itu berjumlah 80 ribu yang akan disebar, yang ditargetkan seluruh pengerjaan lampu listrik bertenaga surya ini bisa terpenuhi terpasang di tahun 2025 mendatang, dan Palembang sendiri mendapat bantuan sebanyak 10.441 lampu listrik bertenaga surya,” katanya.

Tentunya, selain memiliki penghematan pemakaian listrik, hanya bersumber dari tenaga surya ini, lampu ini juga memiliki kelebihan yakni ramah lingkungan dengan memasang panel surya mandiri dan tidak bergantung ke pada PLN dalam menyuplai kebutuhan listrik di setiap harinya.

“Jadi panel surya ini bisa jadi pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan listrik harian anda. Meskipun biaya pemasangan awalnya mahal seharga Rp13 juta perlampunya namun kedepannya anda bisa menghemat,” katanya. (kar)

Continue Reading

Berita

Karhutla Kembali Terjadi, Lahan 4 Hektare di OI Terbakar

Published

on

Kondisi lahan yang terbakar di Desa Talang Pangeran Ilir, Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel, Selasa (11/8/2020) (foto: BPBD Sumsel)

Orator.id, Palembang-Sekitar 4 hektare Kebakaran Hutan dan Lahan (Karthula) terjadi di Desa Talang Pangeran Ilir, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (11/8/2020).

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), Ansori mengatakan kejadian Karthula terjadi pada pukul 09.30 WIB hingga 13.15 WIB. “Luasan yang terbakar sekitar 4 hektare, Setelah 3 jam 45 menit alhamdulillah api berhasil dipadamkan,” katanya

Selain itu, asap dari Karthula sempat masuk ke Jalan Tol Palembang – Indralaya (Palindra) yang mengakibatkan mengganggu para pengendara yang melintas.

“Angin membawa kabut asap dari Karthula masuk ke tol Palindra,” ujar Ansori.

Ansori menjelaskan lahan mineral memiliki kandungan air yang membuat pemadaman dapat dengan cepat. “Syukur berkat kerja keras tim, kebakaran ini bisa dengan cepat kita padamkan,” jelasnya. (mna)

Continue Reading
Advertisement

Trending