Connect with us

Berita

Ratusan Kuota Haji Tak Terpakai, Mengapa?

Published

on

JAKARTA-Sebanyak 520 alokasi haji tahun ini tidak terpakai dari kuota 214.000 orang di tengah antrean lama calon jemaah yang harus menunggu hingga tahun 2060 mendatang.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Kementerian Agama, Muhajirin Yanis, menyebut kuota tak terisi tersebut karena “jemaah haji yang batal atau menunda keberangkatan”.

Calon jemaah haji yang menunggu bertahun-tahun pergi ke tanah suci, sangat menyayangkan kuota tak terpakai ini, sementara anggota komisi yang membidangi agama di DPR mengatakan, pemerintah perlu membuat kloter cadangan untuk mengisi kuota tak terpakai ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, kuota yang tak terpakai berjumlah antara 500-900 orang.

Salah seorang calon jemaah yang menanti berangkat ke tanah suci adalah Sugiarti, 61 tahun, dan suaminya yang mendaftar haji pada 2014 lalu.

Sesuai aturan yang ada, warga Depok, Jawa Barat ini diperkirakan baru berangkat ke tanah suci pada 2024 mendatang.

Dalam penantian lama, Sugiarti harus merawat kesehatan demi menuaikan ibadah.

“Karena menurut informasi yang kita terima dari guru saya, nomor satu persiapan diri jangan uangnya dulu tapi kesehatannya dulu,” kata Sugiarti, Senin (12/8/2019).

Saat ditanyai mengenai kuota haji yang tersisa tahun ini, Sugiarti sangat berharap dirinya bisa mengisi kursi tersebut.

“Karena untuk saya pribadi, karena sudah pensiun, saya jalani nomor satu itu ibadah, saya usianya sudah tua apalagi yang saya fokuskan. Sudah bersama suami kita hanya mencari alam kita nantinya ke sana,” katanya.

Cerita lain adalah dari Ahmadi (60) dan istrinya yang sejak 2011 mendaftar haji, tapi sampai tahun ini juga belum berangkat ke Mekkah. Ahmadi mengaku sudah pasrah dengan penantian hampir 10 tahun.

“Saya hanya mengikuti air mengalir saja. Kalau disuruh berangkat, ya berangkat. Terserah yang mengatur, kalau nanti memang Allah menghendaki berangkat duluan. Saya serahkan ke Yang Maha Kuasa,” kata warga Madiun, Jawa Timur.

Sebagai pensiunan, Ahmadi juga terus merawat kesehatan, supaya ada umur panjang untuk pergi haji.

“Makan saya jaga. Yang mengandung kolesterol, banyak gula, itu saya kurangi,” katanya.

Sugiarti dan Ahmadi merupakan calon Jemaah haji yang berharap bisa segera berangkat ke tanah suci. Bagi mereka, tiap satu kursi kuota jemaah haji yang tak terpakai tiap tahun sangatlah berarti.

Mengapa terjadi kuota haji tak terserap?

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mempertanyakan kuota yang tak terpakai ini walaupun diberi tambahan oleh Arab Saudi.

Pada 2016 lalu, kuota tak terisi sebanyak 760 kursi. Jumlahnya meningkat pada 2017 menjadi 935 kursi dan dalam dua tahun terakhir menurun 659 kursi (2018) dan 520 kursi (2019).

“Nanti kalau ditanya Arab Saudi bagaimana jawabnya? Kamu saya kasih kok enggak dipakai?” kata Agus seperti dikutip Sindonews.com, Kamis (08/08).

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Kementerian Agama, Muhajirin Yanis, menyebut kursi kosong jemaah haji tidak bisa diisi segera karena proses pengurusan dokumentasi yang perlu waktu.

“Sehingga menyebabkan ada kursi kosong dan jumlah tidak sepenuhnya 100%. Hal ini terjadi ketika jemaah ada yang sakit, kemudian ada yang hamil, pada saat-saat sudah harus berangkat, bahkan ada yang sudah masuk Jemaah haji, ada yang meninggal,” kata Muhajirin Yanis, Senin (12/8/2019).

“Kalau sudah di saat terakhir, ini juga terkait ketika harus mengganti dengan orang-orang, atau Jemaah yang kita siapkan itu juga terkait penyelesaian dokumen-dokumen yang ada,” katanya.

Lebih lanjut, Muhajirin mengatakan Kementerian Agama akan membicarakan hal ini dengan Pemerintah Arab Saudi supaya ke depan ‘kuota mubazir’ tetap bisa diisi Jemaah haji.

“Dengan ini kita akan terus menerus melakukan simulasi,” katanya.

Membentuk kloter cadangan di tengah antrean jemaah 9-41 tahun

Sementara itu, anggota Komisi Agama DPR, Diah Pitaloka melihat kuota haji yang tidak terserap sudah jadi tren tahunan. Ia mengusulkan pemerintah membuat kloter cadangan.

“Kalau ada yang gagal berangkat, kloter inilah yang mengisi itu,” kata Diah kepada BBC Indonesia, Senin (12/8/2019).

Lebih lanjut Diah mengatakan, komisinya bersama Kementerian Agama bakal mengevaluasi secara keseluruhan kuota tak terpakai ini.

Bisa jadi karena masalah persiapan tiket pesawat, penginapan atau visa, kata Diah.

“Ini sebagai upaya untuk mengisi kuota yang tidak terserap,” katanya.

Tahun ini, Kementerian Agama mencatat seluruh kuota haji regular tahun ini sebanyak 214.000 orang yang berasal dari kuota utama (204.000) dan kuota tambahan (10.000).

Berdasarkan data Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, calon jemaah haji yang mendaftar tahun ini bisa menunggu keberangkatan haji antara 9-41 tahun mendatang.

Untuk calon jemaah haji yang menunggu sembilan tahun berasal dari Kabupaten Landak, serta Kabupaten Buru Selatan.

Sementara masa tunggu antara 38 – 41 tahun untuk calon jemaah haji di Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Pinrang.

Sementara khusus warga Jakarta yang mendaftar calon haji tahun ini diperkirakan baru bisa berangkat pada 2040 mendatang.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Covid-19 Menggila Lagi, Spanyol Kembali Lakukan Lockdown

Published

on

Spanyol-Ratusan ribu penduduk Catalonia di timur laut Spanyol diperintahkan kembali lakukan lockdown.

Hal ini dilakukan setelah kasus penularan virus corona kembali melonjak di Spanyol, Minggu (12/7). Sebanyak 140 ribu warga diminta hanya meninggalkan rumah untuk bekerja dan melakukan aktivitas penting saja.

Pemerintah wilayah Catalonia mengatakan kepada penduduk di dan sekitar kota Lerida di timur laut untuk kembali melakukan isolasi.

“Orang-orang harus tinggal di rumah,” kata pejabat kesehatan regional Alba Verges seperti dikutip AFP.

“Kita harus memutus rantai penularan,” lanjutnya seperti dikutip AP.

Seminggu sebelumnya, pemerintah Catalan telah membatasi warga utnuk bepergian dari dan ke negara bagian El Segria. Sebab, wilayah dengan populasi 210 ribu itu telah mengalami penambahan penularan Covid-19.

Wabah di daerah pedesaan terkait dengan dengan pekerjaan di lahan pertanian. Sebab, lahan pertanian ini kerap mempekerjakan pegawai harian musiman.

Spanyol baru membuka lockdown nasional pada pertengahan Juni lalu. Saat itu lockdown dilakukan selama tiga bulan untuk mengendalikan virus yang telah secara resmi merenggut sedikitnya 28.000 jiwa.Otoritas kesehatan Catalan juga terus memantau wabah di Hospitalet, sebuah kota padat penduduk di wilayah metropolitan Barcelona yang lebih besar. Secara total, timur laut Catalonia melaporkan lebih dari 800 kasus baru pada Minggu.

Laporan terbaru juga menunjukkan percepatan peningkatan infeksi di sebagian besar negara dunia. Sejak awal Juli, hampir 2,5 juta infeksi baru telah dilaporkan.

Ini adalah rekor baru sejak wabah penyakit itu dilaporkan di China tahun lalu. Berdasarkan angka resmi, hanya dalam satu setengah bulan jumlah kasus di seluruh dunia naik dua kali lipat.

Continue Reading

Berita

Kasih Perhatian, Gubernur Herman Deru Sambangi Perajin Kain Jumputan

Published

on

Orator.id,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru ditemani Istri Febrita Lustia Herman Deru
dan Anak bungsunya Ratu Tenny Leriva HD,
menghampiri perajin kain jumputan khas Palembang di kawasan Jalan Aiptu Wahab, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Minggu (12/7/2020).

Seisi kampung di wilayah tersebut, dihuni oleh para perajin jumputan, yang menjual berbagai jenis kain jumputan. Selain bisa membeli, masyarakat yang datang juga dapat melihat langsung bagaimana pembuatan kain jumputan yang sangat cantik oleh warnanya yang ragam menyerupai pelangi.

Sepanjang jalan menyusuri lorong-lorong kecil, dari kejauhan sudah terlihat jajaran jumputan yang bergantungan dijemur oleh para perajin.

Gubernur Provini Sumsel H. Herman Deru mengatakan, Ia sengaja datang langsung ke zona industri yang tumbuh murni dari masyarakat, yakni perajin jumputan yang merupakan kain kebanggaan masyarakat Provinsi Sumsel.

Menurutnya, meski saat ini teknologi pembuatan kain jumputan sudah maju, Ia masih membanggakan masyarakat yang membuat kain jumputan dengan cara tradisional atau tidak memakai mesin.

“Dari awal racikan pewarnaan sampai dengan finishing semua ditangani masyarakat disekitar sini secara langsung. Ini kita perlu perkenalkan bahwa di wilayah Sumsel ini masih sangat setia, mereka tidak goyah dengan tangan-tangan halus dan keluarga yang mmpertahankan kerarifan lokal,” ungkapnya

“Yok warga sumsel pertahankan produk asli Sumsel antara kain jumputan di kelurahan tuan kentang Jakabaring Palembang. Perajin Jumputan kebanyakan berada di Kawasan ini, oleh sebab itu dikenal sebagai sentra kerajinan Jumputan di Palembang,” tambahnya

Dalam kesempatan, Herman Deru memberikan angin segar untuk para Perajin di kawasan tersebut, karena dalam waktu dekat akan segera dibuatkan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Sehingga, air limbah hasil produksi kain jumputan aman saat dibuang ke sungai.

Kedepan, limbah hasil produksi rumahan akan diolah terlebih dahulu di IPAL sebelum dibuang ke sungai.

“Airnya dijernihkan terlebih dahulu sebelum keluar ke perumahan menuju sungai. Dengan begitu, produksi bisa tetap jalan tanpa harus merusak lingkungan, Tadi saya sudah minta Dinas Lingkungan Hidup dan Perkim untuk menyiapkan IPALnya,” pungkasnya. (riz/rel)

Continue Reading

Berita

UIN Raden Fatah Beri Keringanan UKT Imbas Covid-19

Published

on

Orator.id,Palembang – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang memberikan bantuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut juga sebelumnya menjadi tuntutan Organisasi Intra Kampus UIN Raden Fatah Palembang.

Presiden Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Satria mengaku sudah bertemu secara langsung dengan Rektor terkait tuntutan tersebut.

“Kamis kemarin tuntutan kami dipenuhi, soal keringanan UKT pada masa pandemi seperti sekarang dan akan diperpanjang hingga satu bulan kedepan, ” katanya melalui pesan Whatsapp (WA), Minggu (12/7/2020).

Dari hasil pertemuan bersama Rektor, hasilnya mahasiswa mendapatkan beberapa potongan pembayaran UKT dengan syarat tertentu.

“InsyaAllah mahasiswa mendapatkan potongan 20 persen, khusus untuk mahasiswa orang tuanya yang sudah meninggal dan terpapar Covid di masa pandemi untuk biaya UKT digratiskan,” ungkapnya.

Lanjut Satria, untuk mahasiswa yang mata kuliah tinggal 6 SKS potongan 60 persen dan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi mendapatkan potongan sebesar 80 persen.

“Kata Rektor, paling lambat SK nya keluar hari Senin nanti, dan untuk mulai berlaku tanggal pembayaran UKT pada bulan Agustus mendatang,” ungkapnya.

Ia menekankan, bahwa untuk bantuan tersebut sifatnya bersyarat yang tetap mengacu pada Kementrian Agama No 515 Tahun 2020 Tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Atas Dampak Bencana Wabah Covid-19.

Keringanan dalam bentuk pengurangan UKT dan perpanjangan waktu pembayaran UKT, serta syarat dipermudah tetap mengacu.

“Salah satunya mahasiswa menunjukkan keterangan bukti sah terkait status orangtua meninggal dunia atau kehilangan pekerjaan atau kerugian usaha dinyatakan pailit, yang mengalami penutupan usaha atau menurun pendapatannya secara signifikan,”katanya.

Sementara itu, Humas UIN Raden Fatah Palembang Dra Elisma Harfiani membenarkan adanya pertemuan mahasiswa dengan Rektor terkait gugatan kebijakan keringanan UKT mahasiswa pada masa pandemi Covid-19.

“Hasilnya, Senin nanti akan dikeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait bantuan UKT dan sudah diterima oleh Wakil rektor 1,2 dan 3,”katanya. (tji)

Continue Reading
Advertisement

Trending