Connect with us

Berita

Kembangkan Kasus Sabu 23 Kg, BNN Sumsel Bekuk Bandar Narkoba Jaringan Internasional

Published

on

Orator.id,Palembang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengamankan seorang tersangka bandar narkoba, terkait pengungkapkan kasus 23 kilogram (kg) sabu dan 7.741,5 butir pil ekstasi yang dilakukan belum lama ini.

Dari pengembangan, BNNP Sumsel berhasil mengamankan Uzama (44) di Tembilahan, Riau. Dalam kasus ini, tersangka memiliki peranan sebagai pengendali masuk dan penyebaran narkoba di Sumsel.

Tersangka dibekuk petugas usai sebelumnya mengamankan dua rekannya yang lain, Yuswadi (40), warga Aceh dan Andi Eka Putra (35), warga Jalan Amin Aini, Kelurahan Lego, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Rabu (7/8/2019).

“Hasil pengembangan kasus kita berhasil mengamankan satu tersangka lagi, yakni Uzama di Tembilahan,” kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman, didampingi Kasi Pemberantasan AKBP Agung, saat Press Release di BNNP Sumsel, Senin (12/8/2019).

Jhon menerangkan, dalam hal ini tersangka Uzama memiliki peranan sebagai pengendali masuk dan penyebaran narkoba yang sudah lebih dulu diungkap sebelumnya.

Menurut Jhon, barang bukti yang diamankan petugas ini ternyata tidak hanya akan diedarkan di Palembang, namun juga ke berbagai Kabupaten/kota di Sumsel. Bahkan narkoba itu juga akan diedarkan hingga ke Provinsi tetangga seperti Lampung.

“Mereka ini merupakan jaringan internasional dari Malaysia. Masuknya itu dari Batam Kepulauan Riau, lalu ke Sumsel dan selanjutnya menuju Lampung. Jadi Sumsel ini bukan saja tempat persinggahan, namun juga tempat pengaturan pengiriman narkoba,” jelasnya.

Seperti diketahui, BNNP Sumsel sebelumnya telah lebih dulu menangkap Yuswadi dan Andi Eka pada Rabu lalu di dua tempat yang berbeda. Yuswadi diringkus petugas saat berada di kawasan Kilometer 9 Palembang ketika berada di loket Bus Damri.

Saat membekuk Yuswadi, petugas turut mengamankan barang bukti satu bungkus plastik berisi ribuan butir pil ekstasi. Dari penangkapan tersebut, BNNP Sumsel kemudian melakukan pengembangan. Berdasarkan pengakuan Yuswadi dia mendapatkan barang haram tersebut dari Andi Eka.

Petugas pun kemudian melakukan penyergapan terhadap tersangka Andi Eka di rumah kontrakannya di Kabupaten Ogan Ilir. Dari penangkapan ini petugas menemukan 23 bungkus sabu dengan masing-masing seberat satu kilogram dan empat bungkus narkoba jenis pil ekstasi.

“Kita bersyukur berkat laporan dari masyarakat bisa menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar. Dan setelah pengembangan dari mana asal narkoba itu, kita kembali mengamankan satu tersangka,” ujarnya. (den)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Lagi, Warga Tewas Diterkam Harimau di Sumsel

Published

on

Orator.id,LAHAT -Korban diduga keganasan harimau di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali bertambah. Kali ini, Mustadi bin Maspur (52) warga desa Pajar Bulan Kecamatan Semendo Darat, Kabupaten Muara Enim ditemukan tewas mengenaskan dengan luka robek di dada dan bekas gigitan di leher.

Mayat korban ditemukan di hutan wilayah Kecamatan Kota Agung Lahat, Kamis (12/12/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Puluhan warga bersama Kepala desa (Kades) Kota Agung, Selpis dan petugas Kepolisian Kota Agung dan Semendo Darat yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Ferry langsung ke TKP (tempat kejadian perkara).

Petugas berusaha mengevakuasi jasad Mustadi yang sudah tidak utuh lagi diduga dicabik-cabik atau dimangsa harimau.

Kejadian sendiri diperkirakan berada di wilayah hutan seribu kebun Pedamaran yang berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan dari Desa Kota Agung.

Pemilik Kebun, Irian mengaku peristiwa terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB. Dia menyaksikan tubuh korban sudah tak utuh lagi. Dan lokasi awal tubuh korban ditemukan kini sudah berpindah tempat karena diduga dibawa Harimau Sumatera.

“Yah perkiraan jaraknya sekitar 2,5 jam dari Dusun Rekimai,” tuturnya.

Sementara saat dihubungi, Kades Kota Agung Selpis mengatakan korban Mustadi sendiri merupakan tenaga upahan penggiling kopi di kebun Irian. Saat itu selesai menggiling, Mustadi mengisi waktu luangnya dengan kegiatan memikat burung di pinggiran kebun. Saat itu, saksi Irian pemilik kebun melihat Harimau berwarna kuning loreng melintas tak jauh dari korban Mustadi.

Saat itu menurut pengakuan Irian, Ia sudah berteriak dan akan membantu namun peralatan tidak lengkap hingga naas bagi Mustadi diterkam harimau di pinggiran kebun miliknya.

”Kini jenazah Mustadi telah diserahkan ke Kepolisian Semendo Darat karena bukan wilayah kita lagi,” tandas Kades Selpis (rim/ags)

Continue Reading

Berita

Nadiem-JK Debat Sengit Penghapusan UN

Published

on

Jakarta – Rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim rupanya tidak berjalan lancar. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) dengan tegas menolak penghapusan UN.

“Yang sudah pasti 2020 kan masih akan jalan UN. Itu kan sudah kami umumkan biar tenang bagi yang sudah belajar dan lain-lain. Ini keputusan untuk yang di tahun berikutnya,” ucap Nadiem kepada wartawan di gedung Kemdikbud Jakarta.

Sementara Jusuf Kalla (JK) menilai Kebijakan itu bisa saja dieksekusi dan menjadikan pejabat yang bersangkutan terkenal, namun efeknya akan buruk bagi siswa-siswi.

“Jangan menjadi bangsa lembek hanya karena ingin populer, paling gampang populer dewasa ini, cukup hilangkan Ujian Nasional, langsung populer digotong-gotong, tapi bangsa menjadi lembek,” kata JK.

Meski UN banyak dikeluhkan oleh orang tua dan guru karena memberatkan siswa, namun menurut JK, UN mendorong anak belajar dan berusaha keras. Kerja keras adalah syarat kemajuan negara.

“Di lain pihak juga jauh lebih banyak orang tua yang dengan penuh perhatian mendorong dan membantu anaknya belajar dengan tekun, jauh lebih banyak dibanding yang protes, mau ikut yang mana? Untuk kemajuan bangsa tidak ada negara yang maju tanpa kerja keras,” imbuh JK.

Rencana Nadiem bergulir dan akhirnya menemui kepastian. Mulai 2021, ujian nasional akan diganti dengan asesmen kompetnsi minimum dan survei karakter. Asesmen nantinya digelar pada tengah periode jenjang pendidikan supaya bisa dilakukan perbaikan terhadap siswa yang kekurangan, tidak seperti UN yang digelar di pengujung periode pendidikan. Nadiem menyebut UN perlu dihapus karena bikin stres dan tak menyentuh karakter siswa.

“Isunya adalah ini jadi beban stres bagi banyak sekali siswa, guru, dan orang tua. Karena sebenarnya ini berubah menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu. Padahal maksudnya ujian berstandar nasional adalah untuk mengakses sistem pendidikan, yaitu sekolahnya maupun geografinya maupun sistem penduduknya secara nasional,” papar Nadiem di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

JK kembali beromentar. Seperti dilansir detik.com, dia memprediksi hal buruk yang bisa ditimbulkan akibat kebijakan penghapusan UN itu. Dia berharap Nadiem mengurungkan eksekusi kebijakannya.

“Kalau tidak ada UN, semangat belajar akan turun. Itu pasti! Itu menjadikan kita suatu generasi lembek kalau tidak mau keras, tidak mau tegas bahwa mereka lulus atau tidak lulus. Akan menciptakan generasi muda yang lembek,” kata JK

Continue Reading

Berita

Bank Sumsel Babel Gelar Operasi Katarak Gratis

Published

on

Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat menjenguk warga usai operasi katarak di Rumah Sakit Mata Provinsi Sumsel, Kamis (12/12/2019)

Orator.id, Palembang-Sebanyak 40 orang warga kurang mampu di Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat bantuan operasi katarak gratis dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel Babel, Kamis (12/12). Operasi katarak ini merupakan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari BPD Sumsel Babel yang diselenggarakan di RS Khusus Mata Provinsi Sumsel.

Direktur Operasional BPD Sumsel Babel, Samiluddin mengatakan, selain berorientasi pada sektor bisnis, pihaknya juga fokus dalam hal sosial melalui program CSR tersebut. Dalam CSR operasi katarak massal tersebut pihaknya mengucurkan anggaran Rp226 juta, dimana per orang membutuhkan Rp5,6 juta untuk operasi katarak tersebut.

“Ini kegiatan rutin kita, kita membantu masyarakat kurang mampu yang butuh uluran tangan agar penglihatannya menjadi lebih baik. Tujuan akhirnya kita ingin menyehatkan masyarakat Sumsel,” jelasnya.

Ia menjelaskan, berdasar data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 90 masyarakat berpenghasilan rendah menderita gangguan kesehatan.

“Kami bersama pihak rumah sakit sudah menyeleksi masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran bantuan untuk operasi katarak ini. Langkah kami ini untuk membantu mengurangi angka penderita katarak,” ujarnya.

Ia berharap dengan kegiatan seperti ini nantinya akan menghilangkan persepsi bahwa operasi katarak adalah hal yang mengerikan, karena memang satu-satunya cara untuk sembuh dari katarak melalui jalan operasi.

Sementara itu, Gubernur Sumsel berharap akan semakin banyak perusahaan di Sumsel yang mencontoh program CSR dalam hal kesehatan.

“Masih banyak masyarakat kita yang butuh bantuan untuk kesehatannya. Program seperti ini patut diapresiasi,” kata dia.

Ia berharap agar program CSR operasi katarak seperti itu rutin digelar karena penglihatan akan berguna bagi masyarakat.

“Jika penglihatan baik, maka bisa melakukan hal-hal baik, seperti mengaji, beribadah, baca Alquran, dan sebagainya. Harapan kita kedepan semakin banyak masyarakat yang dibantu,” tandasnya. (mna)

Continue Reading
Advertisement

Trending