Connect with us

Berita

Grab Palembang Salurkan Hewan Kurban dari Sumbangan Karyawan

Published

on

Orator.id,Palembang – Grab Palembang menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat sekitar melalui Program Grab Berbagi dengan tema “Berqurban Bagi Driver Grab Car dan Grab Bike Terbaik”

Dana untuk berkurban tahun ini, salah satunya didapat dari sumbangan seluruh karyawan Grab Palembang yang berhasil membeli 1 ekor sapi. 12 ekor kambing lainnya didapat dari 2 wheels dan 4 wheels. Pemotongan hewan kurban ini dilaksanakan di halaman kantor Grab Palembang JL. Residen Abdul Rozak, No. 112 B,C,D, Bukit Sangkal usai Sholat Idul Adha.

Hadir pada kegiatan tersebut ketua RT Bukit Sangkal Palembang Joni Iskandar didampingi City Manager Grab Palembang Siswantoro dan City Manager 2 Wheels Palembang Andi Balqis Yunus.

City Manager Grab Palembang Siswantoro mengatakan sangat senang Grab Palembang bisa berkurban dan berbagi dengan warga sekitar, apalagi dana yang terkumpul untuk berkurban tahun ini salah satunya didapat dari seluruh karyawan Grab. Ia juga menambahkan kurban tahun ini begitu spesial dikarenakan seluruh hewan yang dikurbankan diatasnamakan kepada Mitra Grab terpilih termasuk mitra Grab yang sudah mendahului kita.

Ditemui pada kesempatan yang sama, City Manager 2 Wheels Palembang, Andi Balqis Yunus mengatakan bantuan hewan kurban dari Grab Palembang tersebut dapat menambah suka cita masyarakat dalam merayakan Idul Adha. Apalagi tahun ini semua hewan yang dikurbankan diatasnamakan mitra Grab Palembang

“Semoga ini menjadi berkah untuk kita semua” ungkap balqis.

Ungkapan bahagiapun dituturkan oleh Ketua RT Bukit Sangkal Palembang Joni Iskandar. Ia menyampaikan terima kasih kepada Grab Palembang atas kepeduliannya yang telah menyerahkan hewan kurban di wilayahnya. Dia berharap, agar suasana seperti ini dapat lebih menumbuhkan dan mempererat tali persaudaraan dengan Grab Palembang serta meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial kita kepada sesama.

Adapun hewan yang dikurbankan 1 ekor sapi dan 12 kambing dibagikan di beberapa RT, yaitu RT 45,44, dan 39 yang mana warga dapat menukarkan kupon yang sudah dibagikan dengan daging kurban tersebut. (den)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Lagi, Warga Tewas Diterkam Harimau di Sumsel

Published

on

Orator.id,LAHAT -Korban diduga keganasan harimau di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali bertambah. Kali ini, Mustadi bin Maspur (52) warga desa Pajar Bulan Kecamatan Semendo Darat, Kabupaten Muara Enim ditemukan tewas mengenaskan dengan luka robek di dada dan bekas gigitan di leher.

Mayat korban ditemukan di hutan wilayah Kecamatan Kota Agung Lahat, Kamis (12/12/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Puluhan warga bersama Kepala desa (Kades) Kota Agung, Selpis dan petugas Kepolisian Kota Agung dan Semendo Darat yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Ferry langsung ke TKP (tempat kejadian perkara).

Petugas berusaha mengevakuasi jasad Mustadi yang sudah tidak utuh lagi diduga dicabik-cabik atau dimangsa harimau.

Kejadian sendiri diperkirakan berada di wilayah hutan seribu kebun Pedamaran yang berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan dari Desa Kota Agung.

Pemilik Kebun, Irian mengaku peristiwa terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB. Dia menyaksikan tubuh korban sudah tak utuh lagi. Dan lokasi awal tubuh korban ditemukan kini sudah berpindah tempat karena diduga dibawa Harimau Sumatera.

“Yah perkiraan jaraknya sekitar 2,5 jam dari Dusun Rekimai,” tuturnya.

Sementara saat dihubungi, Kades Kota Agung Selpis mengatakan korban Mustadi sendiri merupakan tenaga upahan penggiling kopi di kebun Irian. Saat itu selesai menggiling, Mustadi mengisi waktu luangnya dengan kegiatan memikat burung di pinggiran kebun. Saat itu, saksi Irian pemilik kebun melihat Harimau berwarna kuning loreng melintas tak jauh dari korban Mustadi.

Saat itu menurut pengakuan Irian, Ia sudah berteriak dan akan membantu namun peralatan tidak lengkap hingga naas bagi Mustadi diterkam harimau di pinggiran kebun miliknya.

”Kini jenazah Mustadi telah diserahkan ke Kepolisian Semendo Darat karena bukan wilayah kita lagi,” tandas Kades Selpis (rim/ags)

Continue Reading

Berita

Nadiem-JK Debat Sengit Penghapusan UN

Published

on

Jakarta – Rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim rupanya tidak berjalan lancar. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) dengan tegas menolak penghapusan UN.

“Yang sudah pasti 2020 kan masih akan jalan UN. Itu kan sudah kami umumkan biar tenang bagi yang sudah belajar dan lain-lain. Ini keputusan untuk yang di tahun berikutnya,” ucap Nadiem kepada wartawan di gedung Kemdikbud Jakarta.

Sementara Jusuf Kalla (JK) menilai Kebijakan itu bisa saja dieksekusi dan menjadikan pejabat yang bersangkutan terkenal, namun efeknya akan buruk bagi siswa-siswi.

“Jangan menjadi bangsa lembek hanya karena ingin populer, paling gampang populer dewasa ini, cukup hilangkan Ujian Nasional, langsung populer digotong-gotong, tapi bangsa menjadi lembek,” kata JK.

Meski UN banyak dikeluhkan oleh orang tua dan guru karena memberatkan siswa, namun menurut JK, UN mendorong anak belajar dan berusaha keras. Kerja keras adalah syarat kemajuan negara.

“Di lain pihak juga jauh lebih banyak orang tua yang dengan penuh perhatian mendorong dan membantu anaknya belajar dengan tekun, jauh lebih banyak dibanding yang protes, mau ikut yang mana? Untuk kemajuan bangsa tidak ada negara yang maju tanpa kerja keras,” imbuh JK.

Rencana Nadiem bergulir dan akhirnya menemui kepastian. Mulai 2021, ujian nasional akan diganti dengan asesmen kompetnsi minimum dan survei karakter. Asesmen nantinya digelar pada tengah periode jenjang pendidikan supaya bisa dilakukan perbaikan terhadap siswa yang kekurangan, tidak seperti UN yang digelar di pengujung periode pendidikan. Nadiem menyebut UN perlu dihapus karena bikin stres dan tak menyentuh karakter siswa.

“Isunya adalah ini jadi beban stres bagi banyak sekali siswa, guru, dan orang tua. Karena sebenarnya ini berubah menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu. Padahal maksudnya ujian berstandar nasional adalah untuk mengakses sistem pendidikan, yaitu sekolahnya maupun geografinya maupun sistem penduduknya secara nasional,” papar Nadiem di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

JK kembali beromentar. Seperti dilansir detik.com, dia memprediksi hal buruk yang bisa ditimbulkan akibat kebijakan penghapusan UN itu. Dia berharap Nadiem mengurungkan eksekusi kebijakannya.

“Kalau tidak ada UN, semangat belajar akan turun. Itu pasti! Itu menjadikan kita suatu generasi lembek kalau tidak mau keras, tidak mau tegas bahwa mereka lulus atau tidak lulus. Akan menciptakan generasi muda yang lembek,” kata JK

Continue Reading

Berita

Bank Sumsel Babel Gelar Operasi Katarak Gratis

Published

on

Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat menjenguk warga usai operasi katarak di Rumah Sakit Mata Provinsi Sumsel, Kamis (12/12/2019)

Orator.id, Palembang-Sebanyak 40 orang warga kurang mampu di Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat bantuan operasi katarak gratis dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel Babel, Kamis (12/12). Operasi katarak ini merupakan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari BPD Sumsel Babel yang diselenggarakan di RS Khusus Mata Provinsi Sumsel.

Direktur Operasional BPD Sumsel Babel, Samiluddin mengatakan, selain berorientasi pada sektor bisnis, pihaknya juga fokus dalam hal sosial melalui program CSR tersebut. Dalam CSR operasi katarak massal tersebut pihaknya mengucurkan anggaran Rp226 juta, dimana per orang membutuhkan Rp5,6 juta untuk operasi katarak tersebut.

“Ini kegiatan rutin kita, kita membantu masyarakat kurang mampu yang butuh uluran tangan agar penglihatannya menjadi lebih baik. Tujuan akhirnya kita ingin menyehatkan masyarakat Sumsel,” jelasnya.

Ia menjelaskan, berdasar data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 90 masyarakat berpenghasilan rendah menderita gangguan kesehatan.

“Kami bersama pihak rumah sakit sudah menyeleksi masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran bantuan untuk operasi katarak ini. Langkah kami ini untuk membantu mengurangi angka penderita katarak,” ujarnya.

Ia berharap dengan kegiatan seperti ini nantinya akan menghilangkan persepsi bahwa operasi katarak adalah hal yang mengerikan, karena memang satu-satunya cara untuk sembuh dari katarak melalui jalan operasi.

Sementara itu, Gubernur Sumsel berharap akan semakin banyak perusahaan di Sumsel yang mencontoh program CSR dalam hal kesehatan.

“Masih banyak masyarakat kita yang butuh bantuan untuk kesehatannya. Program seperti ini patut diapresiasi,” kata dia.

Ia berharap agar program CSR operasi katarak seperti itu rutin digelar karena penglihatan akan berguna bagi masyarakat.

“Jika penglihatan baik, maka bisa melakukan hal-hal baik, seperti mengaji, beribadah, baca Alquran, dan sebagainya. Harapan kita kedepan semakin banyak masyarakat yang dibantu,” tandasnya. (mna)

Continue Reading
Advertisement

Trending