Connect with us

Event

Pemkab Muara Enim Dukung Rehabilitasi Hutan Kritis

Published

on

Rapat koordinasi Tim Rehabilitasi Lahan Kritis DAS Musi.

Orator.id,Muara Enim-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menggelar rapat dengan Tim Rehabilitasi Lahan Kritis DAS Musi sehubungan dengan IPPKH PT Supreme Energy Rantau Dedap ( PT SERD), Jumat (24/5/2019).

Rapat dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim H Juarsah dan dihadiri Assiten II, para Kadinas dan Staff BLH.

Dalam kesempatan itu, Tim Rehabilitasi hutan menyampaikan rencana rehabilitasi hutan kawasan seluas 30 hektare (ha) lebih yg telah digarap warga menjadi kebun sejak 10 tahun.

“Ada sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) disana. Domisilinya di desa Segamit dan sekitarnya. Untuk itu mereka secara bertahap akan dipindahkan ke lokasi lain yg status lahannya di luar kawasan,” ujar Ka.UPTD KPH VIII Mirza .

Atas rencana tersebut, Bupati Lahat melalui Wakil Bupati Juarsah menyambut baik dan memberikan dukungan demi terwujudnya rehabilitasi lahan kawasan yg kritis.

“Semoga kelak potensi cadangan air masyarakat Sumsel disini dpt terjaga kelestariannya, ” harap Juarsah.

Wabup meminta agar rehabilitasi hutan dapat dilakukan melalui sosialisasi dan negosiasi yg baik. Karena ada 40 kK yang terkena. “Kalau sosialisasi dan negosiasinya baik maka warga yang terkena dapat menerima secara ikhlas,” katanya. (riz)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Event

Gandeng TNI/Polri, PT MHP Salurkan CSR Kesehatan

Published

on

Bakti sosial program CSR bidang kesehatan PT MHP menggelar sunatan massal di Desa Semangus Baru dan Desa Semangus Lama Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Mura.

Orator.id, MUSIRAWAS –  Sebanyak 100 anak-anak di Desa Semangus Baru dan Desa Semangus Lama Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengikuti sunatan massal.

Bakti sosial sunatan massal berasal dari program Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Musi Hutan Persada (MHP) perusahaan hutan tanaman industri. Bekerjasama anggota Polsek Muara Lakitan Polres Mura dan Koramil 406-04 Muara Lakitan Kodim 0406 MLM.

“Sunatan massal dilakukan di Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Mura tepatnya di Desa Semangus. Sebanyak 50 orang anak dari warga Desa Semangus Lama dan 50 orang anak warga Desa Semangus Baru ikut partisipasi,”jelas Perwakilan Managemen PT MHP sekaligus Head HKM PT MHP, H Sidharta Agustian, SH, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, baksos sunatan massal program CSR PT MHP bidang kesehatan, bertujuan menjalin dan meningkatkan hubungan baik antara perusahaan PT MHP dengan masyarakat dua desa tersebut. Pihaknya juga menyampaikan kepada semua pihak di kegiatan tersebut tentang visi misi PT MHP.

“Kita juga mengimbau dan mengharapkan partisipasi masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Karena, semua pihak baik masyarakat, komponen pembangunan lainnya dan TNI/Polri bersinergis di penanganan karhutla,”ujarnya.

Dia menambahkan dengan program CSR yang senantiasa digulirkan kepada masyarakat menciptakan kebersamaan untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Mura. (can)

Continue Reading

Event

Peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke-73 : Momentum Wujudkan Sumsel Maju SDM dan Infrastruktur yang Adil dan Merata

Published

on

Orator.id,Palembang – Tanggal 15 Mei 2019 merupakan peringatan Hari Jadinya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke-73, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel menggelar Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sumsel Palembang, Rabu (15/5/2019).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Sumsel MA Gantada, dan 3 wakil Ketua DPRD Sumsel lainnya, Chairul S Matdiah, M Yansuri dan Kartika Sandra Desi.

Hadir juga Wakil Gubernur Ir H. Mawardi Yahya, Sekda Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Wali Kota dan Bupati se Sumsel atau yang mewakili, dan unsur muspida lainnya.

Turut hadir Forkompimda Sumatera Selatan, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia, Wakil Ketua TP PKK Hj. Fauziah. Bupati dan Walikota, unsur pimpinan DPRD Kabupaten/ kota di Sumsel, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kementerian Dalam Negeri, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Kementerian Pemuda dan Olahraga, anggota DPR RI, DPD RI asal Sumatera Selatan serta para undangan penting lainnya.

Ketua DPRD Sumsel, MA Gantada turut menceritakan sejarah proses terbentuknya Provinsi Sumsel. Dari 10 tahapan sejarah bermula dari Kerajaan Sriwijaya hingga era otonomi daerah pasca reformasi tahun 1999. Dengan begitu bisa disadari bahwa Provinsi Sumsel memiliki posisi strategis baik jalur lalu lintas transportasi maupun potensi Sumber Daya Alam.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru
Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengajak seluruh unsur Pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota serta masyarakat Sumsel untuk introfeksi diri terkait dengan apa yang telah, sedang dan akan diperbuat dalam mewujudkan tercapainya kesejahteraan masyarakat. Bahkan dia meminta pada hari jadi Provinsi Sumsel diisi dengan sejumlah agenda yang lebih memberikan makna, tidak hanya sebatas agenda seremonial.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru

“Ini akan menjadi evaluasi bagi kita. Saya ingin kedepan hari jadi Pemprov. Sumsel lebih semarak dengan melibatkan masyarakat. Hari ini kita memperingati hari jadi Sumsel ke 73, syukur kita ucapkan karena momen ini bertepatan dengan bulan puasa,” tegas Herman Deru.

Menurut Gubernur, momentum hari jadi Provinsi Sumsel yang ditetapkan melalui Perda Nomor 5 Tahun 2007 tanggal 21 Maret 2007, mengingatkan kembali masyarakat Sumsel akan kebesaran dan kejayaan kerajaan Sriwijaya yang diharapkan dapat memberikan energi untuk membawa provinsi ini Maju dan Unggul dimasa datang.

“ Misi dan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025. Yakni Sumsel Unggul dan Terdepan tahun 2025. Visi RPJPD tersebut diturunkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2023 dengan Visi “Sumsel Maju untuk Semua,” tambahnya.

Dia merinci untuk tahun 2019 akan difokuskan dalam pencapaian 16 sasaran meliputi majunya ekonomi kerakyatan, majunya investasi, industri dan perdagangan. Majunya pertanian rakyat dan kedaulatan pangan, majunya kesejahteraan rakyat, majunya akses energi, kesehatan masyarakat, pendidikan berkualitas, majunya pembangunan responsive gender, majunya pelayanan publik, majunya pembangunan yang transparan, majunya aparatur profesional dan berintegritas. Majunya kualitas lingkungan hidup, majunya infrastruktur dan konektivitas, majunya stabilitas keamanan, majunya seni, budaya dan pariwisata serta majunya pemuda dan olahraga.

“Enam belas saran tersebut merupakan sasaran tahun pertama dalam masa kepemimpinan saya dan pak Mawardi Yahya yang tentu tidak dapat dicapai tanpa ada kerjasama dan dukungan dari seluruh masyarakat, Bupati dan Walikota serta pemangku kepentingan lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut Herman Deru memaparkan berkat kerjasama yang baik seluruh pelaku pembangunan salama ini, kinerja pembangunan Sumsel tetap terjaga dengan baik. Dengan capaian makro Provinsi Sumsel dicerminkan dengan beberapa indikator antara lain Ekonomi Provinsi Sumsel triwulan satu tahun 2019 tumbuh sebesar 5,68 persen (year-on-year, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Sumsel pada Februari 2019 mencapai 3,99 persen atau mengalami penurunan 0,03 persen jika dibanding dengan periode yang sama Februari 2018 sebesar 4,02 persen.

“Inflasi tahunan year on year (april 2019 terhadap april 2018) sebesar 1,90 persen turun dari inflasi year on year (april 2018 terhadap april 2017) sebesar 3,71 persen. Alhamdulilah capaian makro Sumatera Selatan menunjukan tren positif mengarah sesuai dengan perencanaan dalam RPJMD,” tandasnya.

Usai paripurna Gubernur berkenan menyerahkan penghargaan bagi para kades inovatif di Sumsel serta peninjauan langsung bazar dan pasar murah yang digelar di halaman Kantor DPRD Provinsi Sumsel. (riz/adv)

Continue Reading

Event

Sumsel Raih Penghargaan K3 dari Kemenaker RI. Wagub : Pantau Terus Perusahaan

Published

on

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri menyerahkan penghargaan K3 bagi Provinsi Sumsel di Gedung Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (22/4/2019) malam. Penghargaan diterima langsung Wagub Sumsel H Mawardi Yahya. (Foto: Dok Humas Pemprov Sumsel)

Orator.id,Jakarta – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI memberikan penghargaan kepada Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub)  Sumsel Ir H Mawardi Yahya dari Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri di Gedung Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (22/4/2019) malam.

Tidak hanya Sumatera Selatan, ada beberapa daerah dan perusahaan yang juga mendapatkan penghargaan malam itu.

Usai menerima penghargaan, H. Mawardi Yahya mengatakan penghargaan yang diterima oleh Sumatera Selatan ini tidak lepas dari peran serta semua pihak dalam meminimalisir kecelakaan kerja terutama dalam hal pembinaan.

“Penghargaan ini tentu ada penilaian tersendiri dari Kementerian Tenaga Kerja. Ini akan menambah motivasi kita untuk melakukan pembinaan sehingga tahun depan kita bisa menyabet penghargaan ini lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan bosan menghimbau kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dengan perusahaan dalam melakukan pembinaan dan pelatihan ketenagakerjaan.

“Kami akan terus berupaya memantau perusahaan agar mereka meningkatkan pelatihan dan menekan angka kecelakaan kerja. Keselamatan kerja sangat penting dan menentukan,” bebernya.

Disinggung mengenai angka kecelakaan kerja di Sumsel, mantan bupati Ogan Ilir dua periode ini tak menampik. Hanya saja menurutnga angka kecelakaan kerja ada yang ada sangat kecil masih nol sekian persen.

“Untuk itu, kita terus himbau bukan hanya perusahaan, tapi masyarakat juga untuk menjaga keselamatan dalam bekerja. Dinasker harus mengunjungi perusahaan untuk menghimbau dan mengingatkan akan pentingnya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja,” ujarnya

Sebelumnya, Menaker Hanif Dhakiri mengatakan, angka kecelakaan kerja masih cukup tinggi di Indonesia. Rata-rata kecelakaan kerja terjadi di jalan dimana para pekerja mengalami kecelakaan saat pergi atau pulang bekerja.

“Angkanya masih tinggi, namun rata rata pekerja mengalami kecelakaan di jalan raya. Untuk itu kami menghimbau kepada seluruhnya baik perusahaan, Pemda dan pekerja untuk meningkatkan keselamatan dalam kerja. Penghargaan ini juga untuk memberikan motivasi kepada perusahaan dan pemerintah daerah pentingnya dalam melakukan pembinaan dan pelatihan dalam keselamatan,” ujarnya. (riz)

Continue Reading
Advertisement

Trending