Connect with us

Ekonomi

Ditemukan Lagi 168 Fintech Ilegal, Total Ada 803

Published

on

Ilustrasi

Orator.id,JAKARTA-Jumlah perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending ilegal kembali bertambah. Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi kembali menemukan 168 perusahaan fintech ilegal sejak akhir Februari lalu sampai bulan ini.

Dengan begitu jumlah fintech ilegal yang sudah teridentifikasi mencapai 803 fintech terhitung sejak Juli 2018 hingga Februari 2019. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan OJK, Sejak Juli 2018 sampai Desember 2018 lalu, sudah teridentifikasi 635 fintech ilegal. Pada Januari-Februari ditemukan lagi 168 perusahaan menjadi total 803.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) demi memberantas fintech ilegal. Sampai saat ini ada 99 perusahaan fintech P2P lending yang sudah terdaftar di OJK.

“[Daftar] yang sudah teregistrasi kita sampaikan ke Kominfo. Sehingga kalau tidak ada di platform internet yang tidak teregistrasi otomatis akan diblok oleh Kominfo. Otomatis,” kata Wimboh usai acara Seminar Nasional : Fintech Goes to Campuss di Universitas Sebelas Maret, Solo, Sabtu (9/3/2019).


Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi merupakan lembaga gabungan dibawah 13 kementerian dan lembaga dimana OJK menjadi koordinator.

Menurut Wimboh, sampai sekarang sebanyak 600 fintech P2P ilegal sudah diblok oleh Kominfo. Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan pihaknya melakukan penyisiran akan fintech ilegal setiap hari.

Proses pelaporan saat ini juga berubah. Sebelumnya, untuk memblokir satu fintech, laporan harus melalui Satgas Waspada Investasi kemudian dilaporkan ke Kominfo baru pemblokiran dilakukan.

OJK Atur Penagihan P2P Lending

“Sekarang dibalik prosesnya. Kominfo Misal dapat 200 fintech kemudian bandingkan dengan daftar [99 fintech terdaftar] OJK begitu daftarnya beda, yang beda langsung kami tutup. Baik situs maupun aplikasi.” Tutur Rudiantara seperti dilansir CNBCIndonesia.
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pengusaha Kecil Ramai-Ramai Minta Herman Deru Promosikan Usahanya

Published

on

Gubernur Sumsel, H Herman Deru

Orator.id,PALEMBANG – Aksi Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) mempromosikan produk pelaku UMKM yang sempat viral di media sosial menuai reaksi positif masyarakat. Bahkan, setelah melihatnya banyaknya dagangan yang laku keras usai dipromosikan HD membuat para pelaku UMKM lainnya khususnya bidang kuliner berduyun-duyun menghubungi keluarga orang nomor satu di Sumsel tersebut agar usaha mereka juga turut dipromosikan.

“Alhamdulillah banyak usaha kuliner yang banjir order setelah diendorse atau dipromosikan papa,” ujar Hj. Percha Leanpuri, putri sulung HD, Minggu (17/5/2020).

Menurut Titi, sapaan akrab Percha, saat ini sedikitnya ada tujuh sampai sembilan produk UMKM yang datang untuk dipromosikan dan dampaknya para pelaku usaha harus bersabar mengantri mengingat harus mencari waktu yang tepat agar mengganggu kesibukan kerja Herman Deru sebagai gubernur Sumsel. Terlebih saat ini, Herman Deru sangat disibukkan untuk melakukan penangangan pandemi covid-9.

“Biasanya pas waktu setelah berbuka atau menjelang sahur. Itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru Sendiri memang berkomitmen menjaga stabilitas perekonomian di Sumsel, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Menurut HD, UMKM memiliki peran besar dalam menyanggah lajunya perekonomian termasuk di masa pandemi ini.

“Kita harus belajar dari pengalaman krisis moneter 1998 lalu. UMKM memiliki peran besar menyanggah perekonomian. Awalnya ekspektasi saya tidak begitu besar dengan cara ini, namun setelah dilihat ternyata pengaruhnya sangat besar untuk keberlangsungab UMKM ini,” kata HD.

Hal itu terlihat juga semakin banyaknya pelaku UMKM yang meminta dirinya untuk mempromosikan dagangan mereka.

“Belakangan ini semakin banyak permintaan untuk diendorse dan saya layani selama itu memang karya mereka dan mereka memang UMKM. Alhamdulillah omset mereka (UMKM) ini dapat naik meski di masa sulit saat ini, dan saya terangkan ini tidak ada biaya apapun,” terangnya.

Dia juga mempersilahkan jika promosi yang dilakukannya tersebut diviralkan ke media sosial dengan cara masing-masing.

“Mereka boleh memviralkan ini dengan cara mereka. Saya belum tahu kenapa dampak positifnya bisa seperti ini, apakah karena gubernurnya atau cara gubernurnya dalam promosi itu. Yang jelas saya memang ingin membantu mereka. Dan yang saya endorse itu memang makanan enak. Semua kuliner tradisional tentu menjadi favorit saya,” bebernya.

Dijelaskannya, saat masa pandemi ini, UMKM memang selayaknya mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah. Bukan hanya bantuan dari sisi materi namun juga pasar untuk menggelar dagangannya.

“Di masa pandemi ini kita harus bantu UMKM. Namun, bantuan sebesar apapun kalau pasarnya tidak tersedia itu sama saja. Untuk itu saya berupaya membuka pasarnya agar ketika stimulus itu berjalan mereka sudah ada pasarnya sendiri. Bantuan modal, gerobak atau peralatan dagangan itu akan sia-sia jika tidak ada pasar yang mau beli. Sebab itu, saya pribadi mengajak pemerintah Kabupaten/Kota di Sumsel ini turut juga membuka pasar dan membantu UMKM ini,” tegasnya.

Sementara itu, Pemilik Cumi Cabs Gita bersyurkur dengan adanya dukungan Gubernur HD. Dimana setelah testimoni Gubernur HD terhadal produk makanannya viral di media sosial, bisnis yang digelutinya tersebut meningkat pesat.

“Alhamdulilah, orderan semakin meningkat setelah adanya postingan testimoni pak gubernur. Tentu ini sangat menguntungkan bagi kami para pelaku bisnis rumahan,” paparnya.

Tidak hanya itu, diapun memberikan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan HD. Meski sibuk dengan upaya penanganan dan pencegahan Covid-19, HD tetap menunjukkan komitmennya untuk menjaga kestabilan perekonomian.

“Terima kasih juga pak gubernur atas dukungannya kepada UMKM seperti kami. Tentu itu mendorong kami untuk terus maju meski di masa sulit sekarang ini. Dan kami juga sepakt untuk turut membantu pemerintah dalam upaya mensejahterahkan masyarakat,” pungkasnya. (res/rel)

Continue Reading

Ekonomi

Disdag Sumsel Jamin Stok Bahan Pangan Kecuali Gula

Published

on

Orator.id, Palembang-Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara umum menjamin bahan pangan di Sumsel aman dalam beberapa waktu ke depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdag Provinsi Sumsel, Iwan Gunawan mengatakan untuk bahan pangan seperti gula, bawang merah memang mengalami kenaikan meski fluktuatif yang disebabkan oleh stok, dan perubahan cuaca yang terjadi.

“Kalau stok pangan lain Insyaallah aman cuma, gula yang memang masih rada tipis dan sulit,” katanya

Sedangkan untuk bawang putih dan bawang merah mengalami kenaikan secara fluktuatif. “Kenaikan ini faktor cuaca, dan belum masuknya musim panen serta permintaan yang tinggi,” ujar Iwan

Iwan menjelaskan, harga bawang merah mengalami kenaikan sebesar 7,3 persen dari Rp49.000 menjadi Rp52.600 perkilogramnya. Sedangkan bawang putih mengalami penurunan 1,1 persen persen atau dari harga Rp35.400 menjadi Rp35.000 perkilogramnya.

“Bawang aman baik bawang putih atau bawang merah. Masalah kenaikan harga memang sesuai permintaan jelang lebaran,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk bahan pangan lain di Sumsel seperti beras, mengalami surplus hingga enam bulan ke depan. Hal itu disebabkan Sumsel baru saja melakukan panen raya di beberapa kabupaten.

Menurut Iwan, melalui beras Sumsel juga membantu daerah lain yang mengalami defisit beras dalam menghadapi kondisi pandemik ini.

“Khusus beras kita surplus di Banyuasin saja ada 256 ribu ton belum lagi di Ogan Ilir, di OKU Timur. Sumsel surplus kalau soal beras aman untuk lima sampai enam bulan ke dapan,” ungkap Iwan. (mna)

Continue Reading

Ekonomi

Pasar Tradisional di Palembang Mulai Terapkan Belanja Online. Ternyata Caranya Gampang

Published

on

Orator.id,Palembang-Banyak masyarakat bingung belanja online di Pasar Tradisional selama pandemi Covid-19. Setelah sudah paham ternyata caranya cukup mudah. Untuk itu, PD Pasar Palembang Jaya membagikan caranya.

Direktur Utama PD Pasar, Abdul Rizal mengatakan proses belanja online sudah bisa dilakukan lewat nomor WhatsApp pedagang. Nantinya belanjaan yang dipesan langsung oleh pembeli akan diantar langsung ke rumah dengan ongkos kirim mulai Rp10.000 – Rp15.000.

Setidaknya saat ini,jelasnya, ada 10 pasar tradisional yang sudah bisa melakukan transaksi online. Seperti Pasar Sekanak, Sekip Ujung, Talang Kelapa, Pasar Cinde, Pasar Kebon Semai, Padang Selasa, Pasar KM 5, Soak Bato, 10 Ulu dan Lemabang.

Para pedagang di pasar tersebut, mulai dari sembako hingga bumbu dapur sudah memiliki nomor WA sendiri yang bisa dihubungi oleh pembeli untuk memesan kebutuhannya.

“Pembeli dapat menghubungi nomor WhatsApp pedagang yang disediakan pada masing-masing pasar. Kemudian, setelah itu pembeli mengirimkan nama lengkap, alamat dan kebutuhan yang akan dibeli ke pedagang untuk diteruskan ke kurir yang disediakan PD Pasar,”imbuhnya.

“Belanja online dimulai dari pukul 06.00 hingga 09.00. Selain dengan kurir dari PD Pasar, barang yang dipesan juga bisa diantarkan oleh ojek online. Saat ini sedang melakukan penjajakan dengan perusahaan aplikator ojek online baik Gojek dan Grab akan mendukung layanan ini,” ujarnya.

Semua pesanan yang akan diantarkan oleh kurir dengan ongkos kirim Rp10.000 – Rp15.000 untuk sekali antar.

“Terlepas masyarakat tetap datang atau tidak ke pasar, yang diharapkan pedagang bisa terbantukan karena barang mereka dibeli,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, layanan belanja online ini justru akan mempermudah masyarakat yang tidak mengharuskan untuk datang ke pasar untuk berbelanja. Dengan begitu akan meniadakan penumpukan atau kerumunan warga selama Ramadan.

“Pemkot juga mengakomodir seluruh pasar yang ada di Kota Palembang, tak terkecuali pasar yang dikelola swasta untuk bisa menerapkan hal serupa,” katanya.

Selain pasar tradisional, belanja kebutuhan sehari-hari secara online saat ini sudah dapat dilakukan melalui WA, yang disediakan pihak swasta.

Sementara itu, Warga Plaju, Lia mengatakan, belanja sayuran dan kebutuhan dapur lainnya secara online sudah ia lakukan.

“Informasinya sudah banyak di media sosial, termasuk pasar tradisional milik pemerintah kontaknya bisa dilihat disana. Saya belanja online Pasar Jakabaring, tidak perlu ke pasar, cukup tunggu di rumah saja,” katanya. (kar)

Continue Reading
Advertisement

Trending