Connect with us

Olahraga

Tujuh Fakta Menarik Prancis Kalahkan Belgia 1-0

Published

on

Foto : ist/fifa

Orator— Sedikitnya tujuh fakta menarik tersaji usai Prancis berhasil mengalahkan Belgia 1-0 pada laga semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Saint Petersburg, Rabu (11/7) dini hari WIB.

Belgia memang mampu bermain menyerang dan mendominasi penguasaan bola. Namun, Prancis yang punya pengalaman lebih banyak di ajang empat tahunan ini, tampil lebih efektif.

Skuat arahan Didier Deschamps mampu menghasilkan lima on target dari 19 percobaan. Sementara Belgia hanya menorehkan tiga on target dari sembilan kesempatan yang dimiliki.

Gol kemenangan Prancis dicetak Samuel Umtiti di menit ke-51. Bek Barcelona itu berhasil menuntaskan umpan sepak pojok Antoine Griezmann dengan sundulan terukur. Selain mampu mencetak gol, Umtiti sukses meredam serangan agresif dari Eden Hazard dan kawan-kawan.

Seperti dinukil dalam laman CNN, Berikut fakta menarik usai laga Prancis vs Belgia:

1. Prancis menjadi negara yang paling banyak tampil di final Piala Dunia dalam dua dekade terakhir. Les Bleus akan memainkan laga ketiga mereka di final dalam enam edisi terakhir Piala Dunia, yakni pada 1998, 2006, dan 2018.

2. Antoine Griezmann menjadi pemain kedua yang paling banyak terlibat dalam mencetak gol di Piala Dunia 2018. Penyerang Atletico Madrid itu turut andil dalam lima gol (tiga gol, dua assist) Prancis dan tertinggal satu gol dari Harry Kane yang telah terlibat dalam enam gol timnas Inggris.

3. Untuk kali pertama sejak Piala Dunia 1998, tiga pemain bertahan Prancis (Bixente Lizarazu, Laurent Blanc, dan Lilian Thuram) sukses mencetak gol. Kesuksesan ini diulangi Benjamin Pavard, Raphael Varane, dan Samuel Umtiti.

4. Olivier Giroud telah bermain lebih dari tujuh jam di Piala Dunia 2018 tanpa menghasilkan satu tembakan tepat sasaran. Catatan yang kurang mengesankan dari sosok striker utama di Les Bleus.

5. Belgia hanya bermain di dua semifinal Piala Dunia dan seluruhnya berujung kekalahan. Sebelum kalah dari Prancis, Setan Merah juga menelan pil pahit dari Argentina pada edisi 1986.

6. Didier Deschamps menjadi pelatih pertama dalam sejarah timnas Prancis yang mencapai final dari dua turnamen besar, yakni di Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018.

7. Blaise Matuidi berhasil memenangi enam tekel saat melawan Belgia. Pemain teakhir yang berhasil melakukan tekel lebih banyak (9 kali) di Piala Dunia adalah Didier Deschams saat menghadapi Italia pada edisi 1998.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Profil Andi Tiara Cantika Andara, Atlet Karate Sumsel. “Jangan Bosan Berlatih”

Published

on

Andi Tiara Cantika Andara

Orator.id,Palembang-Andi Tiara Cantika Andara merupakan salah satu atlet tim cabang olahraga (Cabor) karate kelas tanding komite 55 Kg PON Sumatera Selatan (Sumsel) yang bakal berangkat ke PON XX Papua.

Tiara lahir di Jakarta 03 April 2000. Jenjang pendidikan ditempuh di Palembang.Sekolah dasar (SD) di SD 65 Palembang. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMP 8 Palembang dan SMA olahraga Sriwijaya.

Lulus SMA, Tiara lulus tes masuk ke perguruan tinggi di Poltek Sriwijaya.Kini ia menjadi mahasiswi di fakultas ekonomi bisnis semester empat.

Perempuan yang akrab disapa Tiara ini turun di kelas tanding komite putri 55 Kg. Targetnya meraih emas di PON yang akan berlangsung Oktober mendatang.

Putri kedua dari 5 saudara dari pasangan Andi tarappe dan Fatimah ini telah meraih banyak prestasi. Mulai dari kejuaraan tingkat regional maupun nasional  telah pernah diraih.

Diantaranya, juara pada ajang piala panglima dan Meraih emas pada porprov.

Terbaru, meraih medali perunggu di  Pra PON lalu di kelas tanding komite 55 Kg putri di Jakarta.

Awal Mula Tekuni Karate

Tiara menceritakan awal mulanya menekuni dunia karate. Ia berlatih karate sejak masih di bangku taman kanak-kanak.

Kakaknya sebagai pelatih karate dan memiliki banyak prestasi mendorong dirinya untuk menekuni karate.

“Dari TK saya ikut-ikut latihan sama kakak karena dia pelatih karate. Baru fokus karate di bangku sekolah dasar. Sudah rutin latihan. Saya lihat prestasi kakak banyak, jadi punya keinginan meraih itu semua sebagai adik,” ucapnya, Jumat (23/7/2021).

Mahasiswi cantik ini mengaku prestasi yang diraih tak lepas dari ketekunannya berlatih.

“Jangan bosan berlatih itu intinya, karena pasti ada rasa jenuh ketika latihan, tapi bagaimana kita melawan rasa jenuh tersebut,” ungkapnya.

Persiapan di PON XX Papua.

Tiara beserta pelatihnya Puput terus melakukan latihan menjelang PON XX Papua.

Dari  kelas tanding komite 55 Kg dirinya menargetkan  meraih  medali emas.

Dia membeberkan persiapan  karate telah 85 persen. Latihan fisik dan teknik serta strategi terus digenjot untuk lebih mematangkan persiapan

Untuk meraih medali emas, kata alumni SMA olahraga ini, tidaklah mudah. Semua lawan di PON XX Papua sangat berat.

Meski demikian, dengan persiapan yang dilakukan selama ini, Tiara optimis bisa raih medali emas.

“Semua lawan berat, akan tetapi dengan persiapan yang dilakukan, Insya Allah pasti bisa mengalahkan lawan,” tegasnya.

“Target emas kelas Komite putri bukan beban. Justru menjadi acuan agar bisa berlatih maksimal karena pasti lawan juga berusa keras. Jadi kita harus berusaha lebih keras,” pungkasnya

Namun Tiara juga berharap agar panitia juga memberikan dukungan penuh baik dalam asupan makanan yg bergizi juga vitamin dan multivitamin namun tak kalah penting adalah gaji pelatih jangan telat sebab akan berimbas kepada atlet karena memiliki spirit yang kurang bergairah.

” Kita siap mempersembahkan medali asal semua sehat, makanan yang sehat, jiwa yang sehat, pelatih yang sehat, terutama ekonomi atlet dan pelatih yang sehat itu pemicu prestasi yang paling jitu,” pesan Tiara. (abl)

Profil Atlet Karate Putri Tim Karate PON Sumsel.

Nama: Andi Tiara Cantika Andara

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 03 April 2000

Nama Ayah: Andi Tarappe

Nama Ibu: Fatmawati

Alamat: Jl.Ratu Sianum lr.Cempedak no.695

Pendidikan

SD: SD N 65 Palembang

SMP: SMP N 8 Palembang

SMA: SMA Olahraga Negeri Sriwijaya

Pekerjaan: Mahasiswi Politeknik Negeri Sriwijaya

Prestasi:

1. Kejurnas Prapon (perunggu)

2. Kerjurnas Piala Paglima (perunggu)

3. Porprov (emas)

Continue Reading

Olahraga

Dramatis, Italia Juara Piala Eropa 2020

Published

on

Timnas Italia berpesta di Stadion Wembley setelah mengalahkan Inggris dalam drama adu penalti 3-2 usai bermain imbang 1-1 pada laga final Piala Eropa 2020, Senin (12/7/2021) WIB / Foto: Twitter Timnas Italia

LONDON – Timnas Italia berpesta di Stadion Wembley setelah mengalahkan Inggris dalam drama adu penalti 3-2 usai bermain imbang 1-1 pada laga final Piala Eropa 2020, Senin (12/7/2021) WIB. Tangisan Roberto Mancini pun pecah lantaran ia berhasil mengakhiri penantian 53 tahun puasa gelar di turnamen ini sejak 1968.

Sang penakluk kutukan. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perjalanan karier kepelatihan Mancini bersama Gli Azzurri.

Mancini bersama Timnas Italia dimulai pada 2018. Penunjukan mantan ahli strategi Manchester City itu diambil setelah Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2017, dan itu pertama kalinya terjadi sejak 1958.

Hanya dalam hitungan tiga tahun, Mancini sukses menghadirkan trofi juara untuk publik Italia di Piala Eropa 2020. Menariknya, tak hanya sukses mengangkat trofi juara saja, dia bersama skuatnya juga sukses menjaga rekor tak terkalahkan dalam 34 pertandingan.

Mancini patut berterima kasih pada Leonardo Bonucci dan Gianluigi Donnarumma. Pasalnya, dilansir Sindo sport, dua pemain itu menjadi aktor penyelamat wajah Timnas Italia di depan penggemar Inggris yang memadati Stadion Wembley.

Bonucci mencetak gol penyeimbang setelah Italia tertinggal di menit kedua melalui gol Luke Shaw. Sementara Donnarumma berhasil menggagalkan tendangan penalti kelima Inggris, Bukayo Saka.

Berkat kontribusinya, Italia telah memenangkan gelar turnamen besar keenam (4 Piala Dunia dan 2 Piala Eropa). Mereka hanya tertinggal satu trofi lagi untuk menyamai catatan Jerman.

Continue Reading

Olahraga

Perang Urat Syaraf Pelatih Inggris dan Italia

Published

on

Jakarta – Soal fisik, Italia mengakui  Inggris unggul. Maka Italia bertekad mengatasinya lewat sisi teknik demi merebut gelar juara Euro 2020.

Final Euro 2020 mempertemukan Italia vs Inggris di Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Kedua tim tampil tangguh sejauh ini, khususnya di pertahanan.

Gli Azzurri baru kebobolan tiga gol dalam enam pertandingan sejak fase grup. Sementara Inggris malah baru kemasukan sekali, yakni di semifinal melawan Denmark, setelah clean sheet di lima laga beruntun.

Pelatih Italia Roberto Mancini mengindikasikan akan tetap menginstruksikan para pemainnya untuk coba mengambil inisiatif dan mendominasi permainan. Tapi ia menyadari laga ini tak akan mudah karena Inggris begitu kuat dalam duel-duel karena didukung fisik mumpuni.

“Inggris itu secara fisik lebih kuat dari kami di seluruh penjuru, bukan cuma di lini tengah. Tapi sepakbola kan dimainkan dengan bola di kaki, jadi kami berharap teknik bisa unggul,” tambah Roberto Mancini.

Sementara itu, Pelatih Inggris, Gareth Southgate memprediksi laga final Euro 2020 / 2021 bakal berjalan sengit. Southgate menilai kekuatan Italia ada di pertahanan mereka.

“Italia adalah tim yang sangat bagus. Saya berpikir dalam beberapa tahun terakhir, penampilan mereka luar biasa dan mereka punya petarung di area pertahanan. Pertandingan yang hebat untuk dinantikan,” ujar Southgate seperti dilansir Football Italia dari detik.com.

Demi menorehkan sejarah, Southgate mengaku mempersiapkan timnya dengan sangat cermat. Apalagi, Italia punya waktu istirahat satu hari lebih banyak.

“Final ada untuk dimenangkan. Kami akan berkumpul lagi dan bersiap dengan tepat. Pertandingan melawan Denmark menguras fisik dan mental,” ujarnya.

 

Continue Reading
Advertisement

Trending